flip for business logoburger menu
mural
homeforward
Berbagai Tipe Pendanaan Startup, Dari Konsepsi Hingga Go Public

Berbagai Tipe Pendanaan Startup, Dari Konsepsi Hingga Go Public

Startup merupakan badan usaha yang membutuhkan pendanaan agar konsepnya bisa terealisasikan dan digunakan oleh masyarakat. Ada berbagai tipe pendanaan startup yang sangat tergantung dari sumber pendanaan serta fase-fase yang sedang dijalani oleh startup itu sendiri.

Sumber Pendanaan Startup

51-1 Envato.jpgSumber : Envato

Dari manakah startup mendapatkan pendanaan? Pada intinya, startup bisa mendapatkan dananya dari sumber internal maupun eksternal. Berikut ini dua contoh sumber pendanaan yang umum di kalangan startup:

Venture Capital

Venture capital  atau pendanaan ventura adalah pendanaan yang diberikan oleh investor kepada startup atau usaha kecil lainnya. Investor dalam konteks ini bisa merupakan institusi maupun perseorangan (angel investor). Ada institusi yang memang berfokus membantu pendanaan startup, namun bank konvensional juga mulai tertarik dengan sektor ini.

Biasanya para investor akan memberikan pendanaan untuk mendapatkan saham di startup yang didanainya. Karena itu, investor akan melakukan due diligence sebelum mendanai usaha.

Bootstrap

Bootstrap funding merupakan pendanaan yang dilakukan oleh startup itu sendiri baik saat pendirian, pengembangan, maupun keduanya. Startup yang menggunakan dananya sendiri untuk mengembangkan usaha bisa meminimalisasi intervensi dari pihak luar atas konsep dan sistem operasional perusahaan.

Meskipun begitu, sistem pendanaan internal ini bisa membatasi ruang gerak startup karena keterbatasan dana yang ada. Belum lagi jika tipe startup yang dijalankan adalah startup yang membutuhkan maturasi cukup panjang sebelum bisa menghasilkan revenue atau pemasukan.

Selain sumber-sumber pendanaan di atas, startup bisa mengambil pinjaman dari bank maupun institusi finansial lainnya untuk menutup biaya operasional. Crowdfunding juga merupakan cara favorit untuk memperoleh sumber pendanaan. Meskipun begitu, jenis pendanaan semacam ini biasanya dilakukan pada tahap awal startup.

Urutan Pendanaan Startup

51-2 Envato.jpgSumber : Envato

Berdasarkan fase yang sedang dijalani startuptipe pendanaan startup akan berbeda karena tujuan yang ingin dicapai di setiap fase sangat spesifik. Berikut adalah urutan pendanaan startup dari tahap perencanaan hingga go public.

Pre-seed

Tahap pendanaan ini terjadi ketika startup masih berada dalam fase konsepsi. Founder atau pendiri masih berusaha menyusun gagasan yang dimiliki hingga menjadi sebuah rencana yang bisa dieksekusi. Di tahap ini, pendiri sendiri mungkin belum menentukan target pasar spesifik untuk produk mereka.

Karena startup sendiri masih berupa konsepsi, valuasi startup biasanya masih nol. Biasanya di tahap ini, pendiri startup bisa mendapatkan pendanaan dari diri sendiri, teman maupun kerabat, serta angel investor.

Seed

Tipe pendanaan startup ini tidak berbeda jauh dari pre-seed, akan tetapi pendiri perusahaan biasanya sudah bisa mengubah ide abstrak mereka menjadi sesuatu yang bisa dijalankan di kehidupan nyata. Tujuan melakukan pendanaan seed adalah membantu startup meluncurkan produknya ke pasar.

Dengan pendanaan ini, startup bisa melakukan perekrutan karyawan untuk operasionalisasi bisnisnya. Banyak investor, baik institusi maupun perseorangan, yang mengkhususkan diri untuk membantu startup di fase awal seperti ini untuk mendapatkan stake atau porsi yang menguntungkan di ventura tersebut. 

Series A 

Ketika sebuah startup sudah memasuki fase di mana kinerja usahanya sudah mulai bisa dilacak, baik dari pendapatan maupun jumlah konsumen, startup tersebut akan memulai pendanaan Series A. Tujuan dari pendanaan di fase ini adalah untuk membantu startup tersebut berkembang dan mencapai potensinya.

Startup yang melakukan pendanaan Series A biasanya sudah memiliki valuasi yang berkisar antara US$ 10 juta hingga US$ 15 juta. Meskipun begitu, banyak startup yang mengalami kegagalan dalam melakukan pendanaan Series A dengan sukses bahkan setelah menyelesaikan seed funding mereka. Fenomena ini sering disebut “Series A crunch”. 

Series B

Series B dilakukan ketika startup sudah memasuki tahap di mana produk yang ditawarkan sudah matang dan startup tersebut sudah mengetahui target pasar mana yang akan dibidik. Pada fase ini startup ingin melakukan ekspansi untuk meningkatkan jumlah konsumen atau pengguna produknya.

Pada fase pendanaan ini, kisaran valuasi startup biasanya berada di angka US$ 30 juta hingga US$ 60 juta. Pada pendanaan Series B, startup umumnya berhasil menggandeng investor lama untuk kembali menanamkan modalnya di sana. Para investor lama ini menanamkan modal lagi untuk mempertahankan persentase kepemilikan mereka atas startup tersebut.

Series C

Startup yang berhasil mencapai tahap pendanaan ini memiliki kinerja yang sangat baik. Produk mereka sudah diterima oleh target pasarnya dan startup tersebut berencana untuk merambah pasar baru atau menambahkan produk dalam portofolionya. Dalam fase ini, startup pun bisa jadi sudah berani mengakuisisi perusahaan lainnya.

Ketika mencapai pendanaan Series C, startup umumnya sudah memiliki valuasi di kisaran US$ 100 juta hingga US$ 150 juta. Valuasi ini biasanya dibuat berdasarkan data kinerja perusahaan seperti pendapatan, jumlah konsumen atau pengguna produk, dan tingkat pertumbuhan perusahaan serta proyeksi ke depannya.

Series D

Pendanaan Series D ini bisa dilakukan oleh startup, namun bisa juga tidak. Startup yang memilih untuk melakukannya biasanya memiliki alasan tertentu, seperti melihat kesempatan untuk melakukan ekspansi maupun mengalami down round atau kegagalan mencapai target kinerja dari pendanaan di Series C.

Besaran pendanaan yang bisa didapatkan di tipe pendanaan startup ini sangat beragam karena hanya sedikit startup yang berhasil mencapai fase pendanaan ini. Jika pendanaan Series D tidak mencapai target yang diharapkan oleh startup, ada kemungkinan startup tersebut melanjutkan pendanaan Series berikutnya.

IPO 

Startup yang sudah siap untuk melakukan peluncuran ke publik akan melakukan initial public offering (IPO) di bursa saham yang dipilih. Dengan melakukan IPO, startup bertransisi dari perusahaan swasta menjadi perusahaan publik. Khalayak luas bisa membeli saham pada perusahaan yang sudah terdaftar di bursa saham.

Ketika mencapai tahapan ini, valuasi sebuah startup biasanya telah mencapai angka US$ 1 miliar. Besaran porsi startup yang ditawarkan ke publik tergantung dengan regulasi yang berlaku di negara asal. Di Indonesia, misalnya, sebuah perusahaan publik harus menjual setidaknya 150 juta lembar saham.

Baca juga: Syarat IPO Perusahaan, Wajib Tahu!

Dalam fase kehidupannya, sebuah startup harus mendapatkan pendanaan untuk memastikan bahwa produknya bisa diterima oleh masyarakat. Meskipun secara konseptual tipe pendanaan startup di setiap usaha relatif sama, besaran dana dan waktu yang dibutuhkan akan sangat berbeda.

Dalam sebuah startup, semua proses bisnis mulai dari pemasaran, pengembangan produk, hingga keuangan semuanya berjalan sangat cepat. Agar transaksi keuangan bisnis Anda tetap dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan, maka dibutuhkan platform yang dapat mengelola keuangan bisnis dengan cepat dan aman. Flip for Business sebagai platform terintegrasi untuk berbagai kebutuhan transaksi bisnis siap menjadi solusi terbagik bagi bisnis Anda.

Flip menawarkan solusi transaksi bisnis yang bukan hanya aman dan mudah melainkan juga mengedepankan efisiensi biaya, waktu, dan tenaga. Platform dengan produk dan fitur andal dari Flip mulai dari Money Transfer hingga International Transfer hadir untuk bantu pelaku bisnis melakukanan transaksi dengan pelanggan, vendor, dan mitra bisnis hanya dengan satu klik. Pahami lebih lanjut di sini!

Bagikan

Lainnya

Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
Waspada, Ini Dia 10 Faktor Kegagalan Wirausaha yang Harus Anda Hindari
Waspada, Ini Dia 10 Faktor Kegagalan Wirausaha yang Harus Anda Hindari
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital

Kategori

flip logo

Pesona Khayangan Blok CK No. 50

Jl. Margonda Raya, Depok

Jawa Barat, Indonesia

Layanan Sales

Senin-Jumat

(kecuali hari libur nasional)

08.00-17.00 WIB

Layanan Bantuan

Setiap hari (24 jam)

Temukan Kami Di

Tentang Flip

Buat AkunBisnisBantuanSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiTimKarirBlog

Hubungi Kami

Bisnis & Kerja Sama

+62 813-8760-6852

Email

[email protected]

Flip adalah perusahaan transfer dana yang telah terlisensi oleh Bank Indonesia dengan nomor izin 18/196/DKSP/68

© 2022 PT. Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi