flip for business logoburger menu
mural
homeforward
Apa yang Dimaksud dengan Piutang Dagang? Pahami Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya!

Apa yang Dimaksud dengan Piutang Dagang? Pahami Pengertian, Jenis, dan Perbedaannya!

Dalam perdagangan atau bisnis, ada berbagai istilah penting yang perlu dipahami. Salah satunya adalah piutang dagang. Dengan memahami piutang dagang dan bedanya dengan utang dagang, Anda bisa dengan mudah mencari tahu cara menghitung piutang dagang dan membuat laporan piutang dagang.

Lalu, apa itu piutang dagang? Apa saja jenis-jenisnya serta aspek-aspek yang membedakan antara piutang dagang dengan utang dagang? Dalam artikel ini, kita akan membahas seluruh poin-poin tersebut dengan lengkap!

106-1 Envato.jpgSumber : Envato

Pengertian Piutang Dagang dalam Istilah Akuntansi

Dalam istilah akuntansi, piutang dagang adalah hasil atau pembayaran yang akan diterima oleh perusahaan dari konsumen atau klien yang sudah membeli barang atau jasa mereka secara kredit. Biasanya, jangka waktu pembayarannya terbilang pendek. Ada pilihan beberapa hari, bulanan, dan pada beberapa kasus, bisa sampai satu tahun.

Pengertian Piutang Dagang Menurut Para Ahli

Selain pengertian umum di atas, para ahli juga memiliki sejumlah definisi yang berbeda terkait piutang dagang atau Accounts Receivable. Simak beberapa di antaranya berikut ini!

  • M. Munandar menjelaskan bahwa piutang adalah sebuah bentuk tagihan kepada pihak lain saat waktu jatuh temponya tiba
  • Rusdi Akbar mendefinisikan piutang sebagai klaim atau hak perusahaan untuk menerima sesuatu, baik itu yang berupa uang, barang, atau jasa, karena adanya perjanjian sebelumnya
  • Warren Reeve Dan Fess menyebutkan bahwa piutang adalah sebuah tagihan berupa uang kepada pihak lain, baik itu organisasi, perusahaan, maupun individu.

Jenis Piutang Dagang

Piutang dagang terdiri dari beberapa jenis, yakni:

Account Receivable (Piutang)

Piutang biasanya terjadi karena adanya penjualan kredit. Hal ini muncul sebagai akibat dari pembelian barang atau jasa secara kredit.

Notes Receivable (Catatan Piutang)

Catatan piutang adalah pernyataan jumlah terutang dari pelanggan yang berupa dokumen resmi. Tidak seperti piutang dagang, catatan piutang hanya bisa diklasifikasikan ke dalam aset lancar di neraca jika jumlah yang jatuh tempo dapat ditagih dalam waktu setahun. Biasanya piutang jenis ini digunakan dalam jangka waktu kredit lebih dari 60 hari.

Uncollectible Account Receivable (Piutang Tak Tertagih)

Piutang tidak tertagih bisa terjadi ketika pelanggan tidak membayar utang tertagih. Banyak perusahaan mengalihkan risiko piutang tidak tertagih ke pihak lain. Misalnya saja, ketika Anda membeli barang di perusahaan penyedia bahan baku yang tidak menerima pembayaran secara kredit, tapi mereka bisa dibayar dengan menggunakan kartu kredit.

Piutang lain-lain

Piutang ini meliputi piutang pajak, piutang karyawan, dan piutang bunga, serta memiliki sifat yang mirip dengan notes receivable. Jika bisa ditagih dalam waktu satu tahun, bisa diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika diperkirakan baru akan tertagih lebih dari satu tahun, maka itu bisa dikelompokkan sebagai aset yang tidak lancar dan tentunya perlu dilaporkan ke bagian investasi.

Contoh Piutang Dagang dan Laporannya

Untuk lebih memahami apa itu piutang dagang, mari kita buat contoh sederhana. Misalnya saja, perusahaan A merupakan produsen furnitur yang mengirimkan produk mereka ke toko ritel. Setelah pabrikan menagih toko untuk furnitur tersebut, pembayaran terutang akan dicatat sebagai piutang milik perusahaan A. Posisi perusahaan A menunggu pembayaran dari toko.

Semua data terkait transaksi di atas dicatat dalam pernyataan piutang. Pernyataan piutang sendiri merupakan daftar yang berisi kewajiban debitur. Di dalamnya ada tanggal jatuh tempo lengkap dengan detail piutangnya. Laporan piutang sendiri terdiri dari 4 macam yakni:

  • Laporan saldo akhir bulan. Ini adalah laporan piutang berupa sisa pembayaran yang harus dibayarkan kembali oleh debitur di periode selanjutnya. Gunanya adalah untuk bukti sekaligus pengingat sisa utang yang harus dibayar
  • Laporan tagihan yang belum dibayar. Ini adalah laporan tagihan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen atau distributor ketika transaksi sudah terjadi
  • Laporan saldo saat ini. Ini merupakan laporan piutang yang dikeluarkan oleh seorang akuntan untuk keperluan internal perusahaan
  • Unit statement. Ini merupakan laporan piutang yang isinya adalah kewajiban debitur pada awal bulan, rincian transaksi selama sebulan serta menunjukkan saldo yang harus dibayar oleh debitur pada akhir bulan. 

Perbedaan Piutang Dagang dengan Utang Dagang

Banyak orang yang kerap menganggap bahwa utang dagang dengan piutang dagang itu adalah hal yang sama. Meskipun pemberi pinjaman dan investor mempertimbangkan kedua metrik ini dalam menilai kesehatan keuangan bisnis Anda, keduanya sama sekali berbeda.

Piutang usaha termasuk ke dalam aset yang mewakili uang Anda yang ada di tangan pelanggan yang berutang kepada Anda. Di sisi lain, utang dagang adalah akun kewajiban yang mewakili sejumlah uang yang harus Anda bayarkan kepada pihak lain.

Katakanlah Anda mengirimkan faktur sebesar Rp100 juta sebagai ganti logo perusahaan yang Anda kerjakan untuk perusahaan B. Ketika perusahaan B menerima faktur Anda, mereka akan mencatatnya sebagai utang dagang di buku besar mereka karena itu adalah sejumlah uang yang harus mereka bayarkan kepada pihak lain.

Di sisi lain, Anda sebagai pihak yang mengirimkan faktur akan mencatatnya sebagai piutang dalam buku besar. Hal ini karena jumlahnya mewakili jumlah uang yang akan Anda terima dari pihak lain.

Karena piutang termasuk aset, penting bagi semua perusahaan untuk memiliki laporan yang detail dan ter-update mengenai hal tersebut. Memiliki banyak pelanggan memang bagus, tetapi jika beberapa di antara mereka terlambat membayar atau tidak membayar sama sekali, ini tentu akan merugikan bisnis Anda. Pembayaran yang terlambat adalah salah satu alasan kenapa banyak perusahaan mengalami masalah likuiditas dan cash flow.

Jika Anda memiliki sistem untuk mengelola modal kerja, Anda bisa menghindari masalah semacam ini. Menghitung rasio perputaran piutang bisnis Anda adalah salah satu cara terbaik untuk melacak keterlambatan pembayaran dan memastikannya selalu on-track.

Itu dia berbagai hal penting yang perlu Anda ketahui tentang piutang dagang termasuk contoh serta perbedaanya dengan utang dagang. Salah satu langkah untuk memastikan piutang dan utang terdata dengan baik adalah dengan memastikan pembayaran untuk semua transaksi berjalan dengan lancar.

Bersama Flip for Business, berbagai transaksi perusahaan Anda akan jadi lebih mudah dan efisien. Cari tahu beragam keuntungan menggunakan Flip for Business untuk perusahaan Anda di sini!

Bagikan

Lainnya

Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel

Kategori

flip logo

Pesona Khayangan Blok CK No. 50

Jl. Margonda Raya, Depok

Jawa Barat, Indonesia

Layanan Sales

Senin-Jumat

(kecuali hari libur nasional)

08.00-17.00 WIB

Layanan Bantuan

Setiap hari (24 jam)

Temukan Kami Di

Tentang Flip

Buat AkunBisnisBantuanSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiTimKarirBlog

Hubungi Kami

Bisnis & Kerja Sama

+62 813-8760-6852

Email

[email protected]

Flip adalah perusahaan transfer dana yang telah terlisensi oleh Bank Indonesia dengan nomor izin 18/196/DKSP/68

Β© 2022 PT. Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi