flip for business logoburger menu
mural
homeforward
Mengenal Fraud Akuntansi: Definisi, Tipe, dan Tanda-Tandanya

Mengenal Fraud Akuntansi: Definisi, Tipe, dan Tanda-Tandanya

Pernahkah Anda mendengar istilah fraud dalam dunia akuntansi maupun di perusahaan secara umum? Bagi para akuntan, istilah ini tentu sudah sangat familier. Namun untuk masyarakat awam, mungkin belum banyak yang tahu. Padahal, hal ini penting untuk diketahui agar ke depan dapat dihindari dan tidak menimbulkan permasalahan.

Nah, artikel berikut ini akan membahas istilah yang dimaksud pada paragraf di atas secara lebih mendetail. Silakan disimak agar Anda dapat memahaminya secara paripurna.

128-1 Envato.JPGSumber : Envato

Definisi Fraud

Secara umum, fraud adalah bentuk kecurangan dalam dunia akuntansi atau keuangan. Misalnya, Anda menggunakan uang pribadi untuk keperluan perusahaan, kemudian mengajukan reimbursement ke perusahaan.

Dalam pengajuan tersebut, ada beberapa pengeluaran yang sesungguhnya bukan untuk kepentingan perusahaan, tetapi tetap Anda ikutkan. Inilah salah satu bentuk penipuan atau kecurangan yang dimaksud.

Artinya, kecurangan di sini memang merupakan kesalahan yang sengaja dilakukan untuk suatu kepentingan. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan jenis kesalahan lainnya dalam dunia akuntansi, yaitu kekeliruan (error).

Kalau kecurangan adalah kesalahan yang disengaja, kekeliruan merupakan bentuk ketidaksengajaan. Maka, untuk menghadapi kedua hal ini diperlukan sikap yang berbeda. Untuk kecurangan, hal ini harus benar-benar diberantas supaya tidak terjadi kembali dan menimbulkan berbagai kerugian bagi banyak pihak.

Sementara untuk kekeliruan, kita perlu menyikapinya dengan meningkatkan fokus dalam setiap transaksi keuangan, sehingga tidak akan ada lagi kesalahan karena ketidaksengajaan.

Baik kecurangan maupun kekeliruan, keduanya merupakan hal yang akan membawa kerugian bagi perusahaan. Namun untuk kekeliruan, masih bisa ‘dimaklumi’ asal dengan alasan yang jelas. Sementara itu, kecurangan yang dilakukan dalam skala yang besar bisa masuk dalam kategori tindakan pelanggaran hukum.

Tipe-Tipe Fraud

Tipe-tipe kecurangan dalam dunia akuntansi terbagi ke dalam dua kategori, yaitu berdasar siapa pelakunya dan seperti apa tindakannya. Untuk lebih jelasnya, silakan simak penjelasan berikut!

Berdasar Pelakunya

Berdasar pada pelakunya, tindak kecurangan terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu kecurangan pegawai, kecurangan manajemen, dan kecurangan pihak ketiga.

Pertama, untuk kecurangan pegawai, sudah cukup jelas bahwa kecurangan ini dilakukan oleh seorang pegawai dalam perusahaan ataupun organisasi kerja. Tujuannya ialah memberi keuntungan pada diri sendiri.

Kedua, kecurangan manajemen merupakan bentuk kecurangan  yang dilakukan pihak manajemen untuk mencurangi para stakeholder atau pemegang kepentingan dalam organisasi (investor). Hal ini biasanya dilakukan dengan memalsukan laporan maupun transaksi keuangan.

Ketiga, kecurangan pihak ketiga (third parties fraud) adalah kecurangan yang biasanya dilakukan oleh oknum-oknum yang berada di luar perusahaan. Mereka bukan bagian dari perusahaan, tetapi memiliki hubungan khusus dengan perusahaan. Contohnya adalah pihak supplier yang memberikan tagihan palsu kepada perusahaan.

Berdasar Tindakannya

Kecurangan berdasar tindakan yang dilakukan terbagi ke dalam dua kategori, yaitu penyelewengan aset serta fraudulent financial reporting atau kecurangan pada laporan keuangan.

Pertama, penyelewengan aset, merupakan bentuk kecurangan yang dilakukan pegawai dengan menggunakan berbagai aset perusahaan untuk kepentingan pribadi. Padahal, hal semacam ini seharusnya tidak boleh dilakukan.

Kedua, kecurangan pada laporan keuangan alias fraudulent financial reporting. Bentuknya berupa penyajian laporan keuangan yang salah secara sengaja untuk melakukan aksi penipuan terhadap para pengguna laporan. Hal ini lebih sering dilakukan oleh pihak manajemen.

Tanda-Tanda Pelaku Fraud

Kecurangan yang terjadi akibat berbagai faktor pendorong, seperti tekanan dan adanya peluang ini dapat dikenali pelakunya melalui beberapa tanda. Di antaranya ialah sebagai berikut!

  1. Orang-orang yang memiliki jabatan tinggi dalam suatu perusahaan atau mereka yang menempati posisi finansial. Mereka adalah kelompok yang sangat dipercaya, tetapi sangat jarang dikontrol.
  2. Mereka yang sering melakukan kerja secara lembur hingga malam hari, sebab perbuatan curang sebagian besar dilakukan pada malam hari.
  3. Karyawan yang lebih senang bekerja sendiri, sebab mereka sangat rentan untuk melakukan tindakan kecurangan karena aktivitasnya tidak dibatasi.
  4. Kelompok dengan gaya hidup mewah yang tidak masuk akal. Kadang, upaya untuk memenuhi gaya hidup itulah yang mendorongnya berbuat curang.
  5. Karyawan yang memiliki kesulitan ekonomi, sebab hal itu bisa mendorong dirinya melakukan kecurangan demi mencukupi kebutuhan.

Cara untuk Mendeteksi dan Mencegah Kecurangan

Untuk memahami tentang cara mendeteksi sekaligus mencegah kecurangan, ada baiknya kita membahas salah satu kasus fraud di Indonesia terlebih dahulu untuk mendapat gambaran riil perilaku curang dalam dunia keuangan.

Dikutip dari Koran Tempo Edisi 29 Juni 2019, yang diterbitkan ulang oleh bpk.go.id, laporan keuangan PT Garuda Indonesia dinyatakan telah melanggar prinsip akuntansi. Hal itu terjadi karena terdapat kecurangan dalam penyusunannya.

Kala itu laporan Garuda tampak begitu ‘cemerlang’. Namun, ternyata tidak sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). 

Hal itu terjadi karena di dalam laporan terdapat pencantuman piutang PT Mahata Aero Teknologi—perusahaan penyedia layanan teknologi wifi on board—bukan sebagai piutang, tetapi sebagai pendapatan. Inilah yang membuat laporan keuangan tersebut dianulir.

Cara Mendeteksi Kecurangan

Dari contoh kasus di atas, dapat disimpulkan beberapa cara untuk mendeteksi kecurangan. Di antaranya ialah:

  1. Melihat hubungan/keterkaitan antara perusahaan dengan pihak eksternal, baik itu perusahaan mitra, lembaga keuangan, pemerintahan, investor, maupun yang lainnya.
  2. Memeriksa jajaran manajerial, sebab pengambilan keputusan berada di tangan pihak tersebut.
  3. Meninjau struktur organisasi yang terlalu kompleks, tetapi tak memiliki bagian audit internal pada setiap divisi/departemen.
  4. Memeriksa karakteristik operasional laporan melalui pengecekan pada beberapa laporan keuangan sekaligus.
  5. Melakukan audit, baik internal maupun eksternal, terhadap keuangan perusahaan.

Cara Mencegah Kecurangan

Untuk mencegah kecurangan, khususnya yang terjadi di sektor keuangan seperti bank, misalnya kasus pembobolan rekening yang merugikan berbagai pihak, maka Bank Indonesia mengeluarkan surat edaran terkait Strategi Anti Fraud.

Strategi ini digunakan untuk melakukan pengendalian kecurangan dengan berbagai upaya, bukan hanya pencegahan. Strategi tersebut memiliki empat pilar dalam penerapannya, yaitu:

  1. Pencegahan
  2. Deteksi,
  3. Investigasi, pelaporan, serta sanksi,
  4. Pemantauan, evaluasi, juga tindak lanjut.

Itulah uraian mengenai fraud dalam akuntansi, meliputi penjelasan singkat, tipe-tipenya, tanda pelaku, contoh kasus, cara mendeteksi, serta cara mengatasinya. Semoga dapat menambah wawasan Anda agar tidak masuk dalam perangkap kecurangan maupun menjadi pelakunya, sebab kecurangan ini dapat menimbulkan banyak kerugian pada berbagai pihak.

Agar tidak terjadi Fraud, maka diperlukan cara transaksi bisnis yang aman. Flip for Business memiliki sistem Andal yang dapat mencegah salah tujuan transfer atau transfer dobel. Transaksi bisnis ke berbagai tujuan jadi lebih aman dan efisien. Cek selengkapnya di sini!

Bagikan

Lainnya

Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel

Kategori

flip logo

Pesona Khayangan Blok CK No. 50

Jl. Margonda Raya, Depok

Jawa Barat, Indonesia

Layanan Sales

Senin-Jumat

(kecuali hari libur nasional)

08.00-17.00 WIB

Layanan Bantuan

Setiap hari (24 jam)

Temukan Kami Di

Tentang Flip

Buat AkunBisnisBantuanSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiTimKarirBlog

Hubungi Kami

Bisnis & Kerja Sama

+62 813-8760-6852

Email

[email protected]

Flip adalah perusahaan transfer dana yang telah terlisensi oleh Bank Indonesia dengan nomor izin 18/196/DKSP/68

© 2022 PT. Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi