flip for business logoburger menu
mural
homeforward
Apa Itu Liabilitas? Definisi, Jenis, dan Manfaatnya untuk Bisnis

Apa Itu Liabilitas? Definisi, Jenis, dan Manfaatnya untuk Bisnis

Liabilitas merupakan istilah yang kerap digunakan dalam dunia bisnis. Liabilitas sendiri memiliki peran penting dalam keuangan perusahaan. Lantas, apa itu liabilitas? Mengapa penting untuk bisnis? Temukan jawaban selengkapnya dalam ulasan berikut.

Apa Itu Liabilitas?

42-1 Envato.jpgSumber : Envato

Melansir dari berbagai sumber, liabilitas adalah kewajiban perusahaan atau seseorang yang harus dibayarkan dalam periode yang sudah ditentukan. Kewajiban ini umumnya dalam bentuk sumber daya ekonomi, seperti uang.

Sementara menurut Mukhtar Yahya dalam artikel Angka di Neraca dan Maknanya, liabilitas adalah utang masa kini perusahaan yang muncul dari aktivitas masa lalu. Perusahaan wajib melunasinya agar bisa menghasilkan arus kas keluar yang berasal dari sumber daya perusahaan.

Dalam akuntansi, liabilitas juga disebut sebagai utang dengan rumus dasar: 

Aset = Liabilitas (utang atau kewajiban) + Ekuitas (modal). 

Ketiganya saling berkaitan dan bisa menjadi indikator bahwa aset perusahaan berasal dari total liabilitas dan ekuitas.

Secara umum, seluruh liabilitas perusahaan dimasukkan dalam neraca keuangan yang dibuat setiap akhir periode akuntansi. Hal ini ditujukan untuk membantu perusahaan menganalisis kondisi keuangan yang terjadi pada periode tersebut. Dalam pencatatannya, liabilitas dicatat di kolom kanan.

Mengapa Liabilitas Penting untuk Bisnis?

42-2 Envato.jpgSumber : Envato

Hampir semua perusahaan memiliki liabilitas dan hal ini berhubungan dengan aset perusahaan itu sendiri. Maksudnya, bila perusahaan tidak memiliki aset yang banyak, sangat dianjurkan untuk mengambil liabilitas. Mengapa demikian?

Bila perusahaan tidak memiliki liabilitas, kegiatan operasional perusahaan bisa terhambat. Jika hanya mengandalkan aset seadanya, otomatis perusahaan akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan bisnisnya.

Perlu diketahui bahwa bentuk liabilitas sangatlah beragam. Tak selalu dalam bentuk uang, namun bisa juga dalam bentuk barang, jasa, dan lain-lain yang memiliki manfaat ekonomi. Liabilitas juga bisa berasal dari kegiatan transaksi. Contohnya seperti kerja sama dengan perusahaan lain, pertukaran aset, dan transaksi lain yang bisa memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Jenis-Jenis Liabilitas

Secara garis besar, liabilitas dibagi menjadi dua jenis berdasarkan jangka pinjamannya, yakni liabilitas jangka panjang dan jangka pendek. Namun beberapa sumber menyebutkan ada satu jenis liabilitas lagi, lagi liabilitas kontijensi. 

Untuk lebih memahami ketiga jenis liabilitas tersebut, simak uraian berikut ini.

1. Liabilitas jangka pendek

Liabilitas jangka pendek memiliki sebutan lain, yakni liabilitas lancar, current liabilities, atau short-term liabilities. Jika didefinisikan, liabilitas jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang harus dibayar dalam jangka waktu singkat. Biasanya dalam kurun waktu satu tahun atau kurang dan tak boleh lebih dari itu.

Adapun kewajiban yang tergolong sebagai liabilitas jangka pendek, antara lain:

  • Utang usaha: Utang usaha merupakan kewajiban yang paling kerap dimiliki oleh perusahaan. Utang ini bisa berupa kewajiban perusahaan terhadap vendor yang belum dibayarkan.
  • Utang pajak penghasilan: Seluruh pajak penghasilan yang belum dibayarkan perusahaan kepada pemerintah. Jangka waktu pelunasannya adalah satu tahun. Jika lebih dari itu, maka utang akan menjadi kewajiban jangka panjang perusahaan.
  • Utang gaji: Utang gaji adalah kewajiban yang dibayarkan perusahaan kepada karyawan. Hanya saja perusahaan belum bisa membayarkan seluruh kewajiban tersebut.
  • Utang pajak: Utang pajak adalah total pajak dari seluruh aset perusahaan yang belum dibayarkan ke pihak perpajakan negara. Aset dalam hal ini adalah bangunan yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatan operasional.
  • Utang dividen: Utang dividen adalah jumlah dari sebagian keuntungan perusahaan yang sudah ditentukan untuk diberikan pada setiap pemegang saham. Karena belum dibayarkan, maka menjadi utang atau liabilitas jangka pendek.

2. Liabilitas jangka panjang

Liabilitas jangka panjang atau long-term liabilities juga disebut sebagai liabilitas tidak lancar. Semua kewajiban perusahaan yang tempo pelunasannya lebih dari satu tahun dikategorikan sebagai liabilitas jangka panjang.

Pada umumnya, perusahaan hanya akan mengambil jenis liabilitas ini bila tidak memiliki cukup aset untuk melakukan ekspansi. Beberapa kewajiban perusahan yang tergolong sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain:

  • Utang bank: Utang bank adalah liabilitas jangka panjang yang paling sering dimiliki oleh perusahaan. Seluruh pinjaman dana dari lembaga perbankan yang digunakan sebagai modal bisnis merupakan liabilitas jangka panjang perusahaan.
  • Utang sewa dana: Utang sewa dana adalah utang yang didapatkan perusahaan dari vendor asing untuk melakukan pembelian aset tetap. Pelunasannya diangsur dalam tempo waktu yang cukup panjang.
  • Utang hipotek: Utang hipotek adalah pinjaman perusahaan dengan menggunakan aset tetap milik perusahaan sebagai jaminan.
  • Utang obligasi: Utang obligasi merupakan pinjaman perusahaan yang berasal dari pemilik surat obligasi. Utang ini digunakan perusahaan sebagai sumber pembiayaan operasional.
  • Utang pensiun: Utang pensiun termasuk liabilitas jangka panjang karena diberikan secara berkala. Hal ini sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan yang memiliki program pensiun. Karena perusahaan perlu menyetorkan iuran khusus untuk dana pensiun secara rutin, maka hal ini menjadi utang jangka panjang. 

3. Liabilitas kontinjensi 

Liabilitas kontinjensi adalah jenis utang atau kewajiban perusahaan yang terjadi pada kondisi tertentu saja. Contohnya adalah garansi produk di mana perusahaan bertanggung jawab pada pembeli dalam memberikan perbaikan pada produk. Selain garansi produk, gugatan hukum juga tergolong sebagai liabilitas kontinjensi.

Karakteristik Liabilitas

Menurut berbagai sumber, seperti International Financial Accounting Standard (IFRS) dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), liabilitas memiliki beberapa karakteristik, antara lain:

  • Seluruh pinjaman yang digunakan untuk mendorong pendapatan perusahaan atau perorangan (pinjaman dari perorangan, lembaga perbankan, atau yang lainnya) memiliki jatuh tempo pelunasan. Pihak peminjam berkewajiban untuk segera melunasinya sesuai tenggat yang ditentukan.
  • Segala bentuk kewajiban yang harus diselesaikan, baik itu dalam bentuk transfer uang tunai, pertukaran aset, pemberian jasa, dan lain-lain yang memiliki manfaat ekonomi sesuai dengan periode yang sudah disepakati.
  • Kewajiban merupakan hasil dari transaksi yang sudah terjadi di masa lalu dan menimbulkan tanggung jawab.
  • Segala bentuk kewajiban memiliki kebijakan dan konsekuensinya masing-masing.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa liabilitas bersifat penting untuk perusahaan agar bisa terus mengembangkan bisnisnya. Bila perusahaan tidak mau mengambil liabilitas, maka perkembangan usahanya bisa terhambat. Hal ini karena liabilitas berguna untuk mendorong kegiatan operasional perusahaan.

Untuk transaksi bisnis yang lebih mudah, cepat, dan efisien, pakai Flip for Business sebagai solusi satu pintu berbagai transaksi bisnis Anda. Mulai dari menerima pembayaran, mengirimkan uang, hingga transfer ke luar negeri dengan biaya 50% lebih terjangkau daripada layanan sejenis. Bahkan, Anda juga bisa transfer ke 20 ribu rekening sekaligus dalam hitungan menit saja. Ayo, nikmati kemudahan bertransaksi bisnis dengan Flip for Business!

Bagikan

Lainnya

Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel

Kategori

flip logo

Pesona Khayangan Blok CK No. 50

Jl. Margonda Raya, Depok

Jawa Barat, Indonesia

Layanan Sales

Senin-Jumat

(kecuali hari libur nasional)

08.00-17.00 WIB

Layanan Bantuan

Setiap hari (24 jam)

Temukan Kami Di

Tentang Flip

Buat AkunBisnisBantuanSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiTimKarirBlog

Hubungi Kami

Bisnis & Kerja Sama

+62 813-8760-6852

Email

[email protected]

Flip adalah perusahaan transfer dana yang telah terlisensi oleh Bank Indonesia dengan nomor izin 18/196/DKSP/68

Β© 2022 PT. Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi