flip for business logoburger menu
mural
homeforward
Waspada, Ini Dia 10 Faktor Kegagalan Wirausaha yang Harus Anda Hindari

Waspada, Ini Dia 10 Faktor Kegagalan Wirausaha yang Harus Anda Hindari

Menjadi pengusaha adalah impian banyak orang. Selain bisa menjadi penggerak ekonomi, inovasi dan penciptaan lapangan kerja, menjadi pengusaha merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Sayangnya, ada banyak faktor kegagalan wirausaha yang tidak dipahami dengan baik oleh para calon pengusaha. 

Dilansir dari Forbes.com, sekitar setengah dari usaha yang baru dibangun mengalami kegagalan bisnis dalam lima tahun pertama dan sebanyak 2 dari 3 bisnis tersebut bertahan kurang dari satu dekade. Lantas, bagaimana caranya Anda menjadi seorang wirausaha atau pelaku UMKM dengan bisnis yang bisa bertahan lama? Simak beberapa faktor kegagalan wirausaha yang sebaiknya Anda hindari berikut ini! 

1. Kekurangan Modal 

Faktor penyebab kegagalan wirausaha yang paling sering terjadi dan paling umum kita temukan adalah karena terbatasnya modal uang yang dimiliki. Baik bisnis itu dibiayai sendiri, mendapatkan pinjaman dari bank atau memperoleh modal dari investor. Banyak bisnis yang terpaksa gagal sebelum benar-benar memulai karena mereka tidak siap dengan jumlah modal yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis baru. Selain keterbatasan jumlah modal usaha sejak awal, kekurangan uang juga bisa terjadi karena kesalahan manajemen keuangan. Oleh karena itu, pastikan Anda menangani keuangan Anda dengan baik sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis. 

2. Tidak Memahami dengan Baik Target Pasar 

Sebelum memulai bisnis, cari tahu dengan jelas siapa yang Anda targetkan untuk menjadi konsumen? Siapa saja pesaing Anda? Berapa yang bersedia dibayar oleh target pasar Anda untuk produk atau layanan yang Anda tawarkan? Pengusaha harus bisa menjawab pertanyaan ini agar bisa menjalankan bisnis yang sukses. Jika Anda tidak paham siapa target pasar Anda dan apa yang mereka inginkan, akan sangat sulit meraih kesuksesan seperti yang diharapkan. 

3. Tidak Punya Visi 

Seorang pemimpin yang baik tidak hanya memiliki visi tapi tahu bagaimana cara menyampaikan visinya kepada orang lain agar mereka mengikutinya. Bisnis yang dibuat tanpa tujuan jangka panjang dan tidak dipikirkan dengan matang akan gagal. Kenapa? Karena mereka tidak punya sesuatu yang menjadi tolok ukur yang jelas di sepanjang perjalanan bisnis itu. 

4. Memiliki Ekspektasi yang Terlalu Tinggi 

Roma tidak dibangun dalam sehari”. Begitu juga perusahaan-perusahaan besar lain seperti Google dan Amazon. Memiliki impian dan tujuan memang penting, tapi jangan sampai Anda memasang ekspektasi yang terlalu tinggi. Berharap bisa meraih keuntungan 10 kali lipat dari modal dalam waktu satu tahun bisa jadi malah membuat Anda gagal alih-alih berhasil. 

5. Mencoba Menyediakan Semuanya 

Banyak bisnis baru yang ingin cepat mengejar keuntungan dengan cara menambahkan produk atau layanan baru yang sebenarnya tidak begitu mereka kuasai. Bahkan tidak sedikit yang hanya sekadar ikut tren. Perusahaan yang memahami dengan baik apa yang mereka lakukan (dan apa yang sebaiknya tidak mereka lakukan) akan bertahan lebih lama dibanding mereka yang mencoba segala hal tapi sebenarnya tidak menguasai apapun. 

6. Pemasaran yang Kurang Baik 

Anda bisa saja memiliki produk atau layanan terbaik di kota Anda. Tapi jika tidak ada orang yang mengetahuinya, maka tidak ada juga yang akan membelinya. Anda harus membuat brand Anda dikenal di pasaran dan membuat orang-orang tahu tentang kelebihan produk yang Anda tawarkan. Salah satu bentuk pemasaran yang paling efektif adalah pemasaran dari mulut ke mulut. Ini merupakan bentuk promosi yang datang langsung dari pelanggan yang puas. Mengapa promosi dari mulut ke mulut efektif? Karena sebagian besar konsumen akan memercayai rekomendasi dari teman baik atau anggota keluarga dibanding strategi iklan apapun di televisi maupun internet. 

7. Perencanaan yang Buruk 

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, “Jika Anda gagal merencanakan, artinya Anda merencanakan kegagalan”. Tidak adanya perencanaan yang tepat membuat kegiatan operasional berlangsung di bawah standar dan akan berakhir pada kegagalan. Rencana bisnis sebenarnya tidak perlu rumit. Sesederhana mengetahui dan mengembangkan strategi yang sesuai untuk perusahaan, produk dan memahami pesaing Anda. 

8. Tidak Mau Menerima Kritik yang Membangun 

Tidak semua orang bisa menerima kritik dengan cara yang positif. Tapi bagi para pengusaha, kritik adalah sebuah kesempatan untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik. Sayangnya, banyak pengusaha yang tersinggung dengan kritik karena terlalu mengedepankan perasaan. Percayalah bahwa tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa kegagalan dan kesalahan. Sebagai seorang pengusaha, Anda harus bisa menemukan pelajaran dan menggunakan kritik yang Anda terima untuk membangun bisnis Anda dengan lebih baik. 

9. Kurangnya Soft Skills 

Soft skills kerap kali menjadi bagian yang hilang bagi banyak pengusaha. Padahal tanpa soft skills, seorang pengusaha tidak akan bisa memimpin secara efektif. Anda membutuhkan sikap, kemampuan dalam berkomunikasi, empati, mampu memberi motivasi, mengatur kerja tim, memiliki jaringan yang luas dan masih banyak skill lainnya. Dengan semua kemampuan ini, aktivitas bisnis yang Anda jalankan akan semakin lancar. 

10. Tidak Memiliki Tim 

Beberapa pemikiran lama bisa membuat seorang pengusaha mengalami kegagalan. Beberapa di antaranya adalah ungkapan, “Pengusaha adalah usaha itu sendiri” atau “Jika Anda ingin sesuatu dilakukan dengan benar, maka lakukanlah sendiri”. Banyak orang yang memulai usahanya sendirian. Tapi seiring berkembangnya bisnis, Anda membutuhkan tim yang bisa membantu Anda mencapai tujuan dan mewujudkan misi perusahaan. Hindari berpikir bahwa Anda bisa melakukan semuanya sendiri. Ingat, ketika Anda merasa lelah dan akhirnya burnout, maka Anda tetap tidak bisa melakukan apa-apa untuk bisnis Anda. 

Selain itu, Anda juga bisa meminimalisir kegagalan dalam bisnis dengan melakukan kegiatan operasional dengan cara yang lebih efektif. Flip for Business sebagai solusi satu pintu siap membantu Anda menjalankan bisnis dengan cara yang lebih mudah. Manfaatkan fitur Money Transfer,  hingga International Transfer. Jadikan semua transaksi keuangan bisnis Anda semakin efisien bersama Flip for Business!

Bagikan

Lainnya

Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
Etika Bisnis: Pengertian, Jenis, Contoh dan Alasan Kenapa Etika Bisnis Itu Penting
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
6 Manfaat Menggunakan E-Wallet untuk Bisnis
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
E-Wallet: Metode Pembayaran Bisnis yang Kian Diminati
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
Perkembangan Sistem Pembayaran di Indonesia, Dari Masa Kemerdekaan sampai Era Digital
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel
7 Strategi untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Bisnis Ritel

Kategori

flip logo

Pesona Khayangan Blok CK No. 50

Jl. Margonda Raya, Depok

Jawa Barat, Indonesia

Layanan Sales

Senin-Jumat

(kecuali hari libur nasional)

08.00-17.00 WIB

Layanan Bantuan

Setiap hari (24 jam)

Temukan Kami Di

Tentang Flip

Buat AkunBisnisBantuanSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiTimKarirBlog

Hubungi Kami

Bisnis & Kerja Sama

+62 813-8760-6852

Email

[email protected]

Flip adalah perusahaan transfer dana yang telah terlisensi oleh Bank Indonesia dengan nomor izin 18/196/DKSP/68

© 2022 PT. Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi