
Flip Globe | 29 Oktober 2025
By : Anonim
Kebutuhan untuk mengirim uang ke luar negeri kini semakin umum. Entah untuk membayar supplier, biaya kuliah, gaji karyawan luar negeri, atau kirim dana ke keluarga di negara lain, transfer internasional sudah jadi bagian penting dalam aktivitas keuangan global.
Namun, banyak orang masih belum tahu bahwa biaya transfer antarnegara lewat bank bisa berbeda-beda, dan sering kali cukup tinggi. Mulai dari biaya SWIFT, potongan dari bank perantara, hingga margin kurs yang tersembunyi, semua bisa membuat dana yang sampai lebih kecil dari nominal yang dikirim.
Kalau kamu berencana kirim uang ke luar negeri tahun ini, yuk pahami dulu berapa biaya yang sebenarnya dikenakan oleh bank di Indonesia dan bagaimana cara menghematnya.
Sebagian besar bank di Indonesia menggunakan jaringan SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) untuk mengirim dana antarnegara. SWIFT memungkinkan bank di berbagai negara saling berkomunikasi secara aman, tetapi prosesnya melibatkan bank perantara yang bisa menambah biaya tambahan.
Berikut komponen biaya yang biasanya muncul dalam satu kali transaksi transfer internasional:
Ini adalah biaya dasar yang dikenakan oleh bank pengirim untuk memproses transaksi internasional.
Rata-rata biaya transfer dari bank Indonesia ke luar negeri berkisar antara:
Ketika uang kamu dikirim lewat jaringan SWIFT, dana biasanya tidak langsung sampai ke bank penerima. Ada beberapa bank perantara yang ikut memproses transaksi tersebut.
Masing-masing bank perantara dapat mengambil potongan biaya antara USD 10–20, dan jumlahnya tidak selalu diberitahukan di awal. Inilah yang membuat dana yang diterima bisa lebih sedikit dari nominal pengiriman awal.
Baca Juga: Waspadai Biaya Tersembunyi Saat Transfer ke Luar Negeri, Ini Tips Menghindarinya
Selain biaya tetap, bank juga menambahkan selisih kurs jual dan kurs beli pada nilai tukar mata uang.
Misalnya, kurs pasar dolar saat ini adalah Rp15.500, tapi bank bisa menetapkan kurs jual Rp15.800. Selisih Rp300 per dolar inilah yang disebut margin kurs, dan akan terasa signifikan jika kamu mengirim dalam jumlah besar.
Kalau kamu mengirim USD 1.000, selisih tersebut berarti tambahan biaya tersembunyi sekitar Rp300.000.
Beberapa bank penerima di luar negeri juga mengenakan biaya tambahan pada penerima dana, terutama jika rekeningnya tidak dalam mata uang yang sama dengan dana yang dikirim.
Biaya ini biasanya berkisar antara USD 10–15 dan dipotong langsung dari dana yang masuk.
Sebagai gambaran, berikut perkiraan biaya kirim uang ke luar negeri dari beberapa bank besar di Indonesia pada tahun 2025. Angka ini bisa bervariasi tergantung negara tujuan dan metode pembayaran yang digunakan.
Bank | Biaya Transfer (Per Transaksi) | Biaya Bank Perantara (SWIFT) | Kisaran Total Biaya |
| Bank BCA | Rp125.000 – Rp250.000 | USD 10–20 | Rp300.000 – Rp500.000 |
| Bank Mandiri | Rp100.000 – Rp250.000 | USD 10–25 | Rp300.000 – Rp550.000 |
| Bank BNI | Rp150.000 – Rp250.000 | USD 15–20 | Rp350.000 – Rp500.000 |
| Bank BRI | Rp100.000 – Rp200.000 | USD 10–15 | Rp250.000 – Rp400.000 |
| CIMB Niaga | Rp150.000 – Rp250.000 | USD 10–20 | Rp350.000 – Rp500.000 |
| HSBC Indonesia | USD 20 – 30 | USD 15–25 | ±Rp600.000 – Rp800.000 |
| OCBC NISP | Rp125.000 – Rp250.000 | USD 10–20 | Rp300.000 – Rp500.000 |
Catatan: Nilai di atas adalah perkiraan umum dan dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing bank serta negara tujuan transfer.
Seperti yang terlihat, total biaya pengiriman lewat bank konvensional bisa mencapai Rp400.000–Rp800.000 per transaksi, belum termasuk potongan kurs yang tidak terlihat secara langsung.
Baca Juga: 17 Daftar Istilah Penting Terkait Transfer Uang ke Luar Negeri: Wajib Tahu Sebelum Kirim Uang!
Mengapa biaya kirim uang antarnegara bisa berbeda antara satu bank dan lainnya? Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhinya.
Negara tujuan transfer menjadi faktor utama yang menentukan biaya. Transfer ke negara dengan sistem keuangan maju seperti Singapura, Jepang, atau Amerika Serikat biasanya lebih cepat tapi lebih mahal.
Sementara itu, negara dengan sistem bank terbatas bisa memerlukan lebih banyak bank perantara, sehingga menambah biaya tambahan.
Transfer menggunakan mata uang yang berbeda dari rekening pengirim akan dikenakan biaya konversi. Misalnya, kamu kirim dari rekening rupiah ke rekening yuan (CNY), maka bank akan menambahkan margin kurs sesuai kebijakan mereka.
Jika kamu sering mengirim ke negara tertentu, membuka rekening valas bisa membantu mengurangi biaya konversi.
Setiap bank memiliki beberapa jalur transfer, seperti SWIFT, Western Union, atau remittance partner. Jalur SWIFT cenderung lebih mahal tapi aman dan mendukung hampir semua negara.
Namun, semakin banyak pihak yang terlibat dalam transaksi, semakin besar pula potensi potongan biaya di sepanjang jalur transfer.
4. Waktu Transfer dan Cut-off Time
Jika kamu melakukan transfer setelah jam cut-off (biasanya pukul 15.00), transaksi akan diproses keesokan harinya. Hal ini bisa memperpanjang waktu pengiriman dan memengaruhi kurs yang berlaku.
Untuk transaksi cepat dan efisien, sebaiknya kirim pada pagi atau siang hari agar langsung diproses di hari yang sama.
Baca Juga: Gampang! Begini Cara Menghitung Kurs Jual dan Kurs Beli
Kalau kamu sering melakukan transfer uang ke luar negeri, biaya per transaksi dari bank konvensional bisa terasa berat dalam jangka panjang.
Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan Flip Globe, layanan transfer internasional dari Flip yang memungkinkan kamu kirim uang ke lebih dari 50 negara, termasuk China, Jepang, Korea, Australia, Singapura, dan banyak lainnya.
Berbeda dengan bank tradisional, Flip Globe menawarkan biaya yang lebih rendah, transparan, dan tanpa potongan tersembunyi.
Langkahnya sangat mudah dan bisa dilakukan di mana saja:
Dalam hitungan menit, transaksi kamu diproses dan dana dikirim ke rekening tujuan dengan biaya jauh lebih hemat dibanding bank konvensional.
Biaya transfer bank Indonesia ke luar negeri pada tahun 2025 masih tergolong tinggi karena adanya biaya SWIFT, potongan bank perantara, dan margin kurs. Total biaya bisa mencapai ratusan ribu rupiah per transaksi, belum termasuk potongan tambahan di pihak penerima.
Untuk kamu yang ingin kirim uang ke luar negeri dengan cara lebih cepat, murah, dan transparan, Flip Globe bisa jadi pilihan terbaik.
Dengan kurs kompetitif, biaya rendah, dan keamanan terjamin, kamu bisa kirim uang ke luar negeri tanpa khawatir dana terpotong di jalan.
Yuk, mulai kirim uang internasional secara mudah dan hemat lewat Flip Globe.
Share