
Flip Globe | 20 Oktober 2025
Oleh : Anonim
Dulu, liburan ke luar negeri identik dengan menukar uang tunai di money changer dan membawa dompet tebal berisi pecahan asing. Tapi sekarang, tren berubah. Banyak negara sudah mengadopsi sistem cashless society di mana hampir semua transaksi bisa dilakukan pakai kartu debit, kartu kredit, atau dompet digital.
Buat kamu yang nggak suka ribet bawa uang tunai, traveling ke negara cashless jelas jadi pilihan yang aman sekaligus praktis. Selain lebih efisien, kamu juga bisa mengurangi risiko kehilangan uang fisik.
Berikut beberapa negara yang sebagian besar pembayarannya sudah cashless dan nggak sulit.
Singapura sering disebut sebagai salah satu negara paling cashless di Asia. Dari restoran, transportasi umum, hingga warung kaki lima, hampir semuanya menerima pembayaran digital.
Kamu bisa menggunakan kartu debit internasional, aplikasi dompet digital, atau bahkan QR code yang sudah terintegrasi dengan sistem pembayaran lokal. Saat naik MRT atau bus, cukup tap kartu atau e-wallet, nggak perlu lagi repot cari koin.
Hal ini membuat Singapura jadi destinasi ideal buat turis yang ingin merasakan betapa praktisnya hidup tanpa uang tunai.
Kalau kamu penggemar K-Pop atau drama Korea, pasti tahu bahwa Korea Selatan bukan cuma maju soal hiburan, tapi juga teknologi finansial. Hampir semua toko, kafe, dan transportasi di Seoul dan kota besar lainnya sudah menerima pembayaran lewat QR code atau dompet digital.
Bahkan di pasar tradisional sekalipun, pedagang banyak yang sudah menyediakan metode pembayaran cashless. Jadi, kamu bisa belanja oleh-oleh tanpa harus menukar banyak uang tunai lebih dulu.
Selain itu, penggunaan T-Money Card di transportasi umum bikin perjalanan makin mudah dan efisien.
Baca Juga: Apa itu GCash? Mengenal Dompet Digital Terpopuler di Filipina
Swedia sering dijadikan contoh dunia tentang cashless society. Menurut data terbaru, hanya sekitar 10% transaksi yang masih menggunakan uang tunai di sana. Sisanya, hampir semua dilakukan melalui kartu atau aplikasi.
Bahkan banyak toko di Stockholm yang secara eksplisit menolak pembayaran tunai dan hanya menerima kartu atau mobile payment. Jadi kalau kamu berlibur ke Swedia, pastikan rekening dan e-wallet internasionalmu sudah siap.
Pengalaman liburanmu akan lebih terasa modern karena dari transportasi, restoran, hingga museum, semua bisa dibayar secara digital.
London dan kota besar lainnya di Inggris juga sangat ramah cashless. Sistem transportasi umum seperti bus dan underground (tube) bisa langsung diakses dengan kartu contactless internasional, tanpa perlu beli tiket manual.
Selain itu, mayoritas restoran, toko, hingga atraksi wisata sudah menerima pembayaran digital. Jadi, cukup bawa satu kartu atau e-wallet internasional dan kamu bisa jalan-jalan dengan tenang.
Meski Jepang masih dikenal cukup kuat dengan budaya uang tunai, beberapa tahun terakhir penggunaannya mulai bergeser ke arah cashless. Kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto sudah punya sistem pembayaran digital yang luas, terutama lewat kartu IC seperti Suica atau Pasmo.
Namun, tetap ada beberapa tempat yang masih meminta pembayaran tunai, seperti penginapan kecil di daerah pedesaan. Karena itu, kalau liburan ke Jepang, sebaiknya bawa kombinasi uang digital dan sedikit uang tunai sebagai cadangan.
Baca Juga: 9 Tempat Wisata di Jepang Paling Recommended!
Australia juga termasuk negara yang sangat ramah cashless. Hampir semua transaksi di Sydney, Melbourne, atau Brisbane bisa dilakukan dengan kartu debit, kartu kredit, dan dompet digital.
Uniknya, transaksi contactless di Australia punya limit tinggi, jadi kamu bisa bayar belanjaan dalam jumlah besar tanpa harus memasukkan PIN setiap kali. Ini membuat perjalanan wisata jadi lebih praktis dan cepat.
Berlibur di negara cashless memang memudahkan, tapi ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar transaksi tetap aman dan praktis.
Pastikan kamu membawa kartu debit atau kredit yang bisa dipakai di luar negeri. Pilih kartu dengan jaringan internasional (Visa, Mastercard) agar diterima di berbagai merchant.
Beberapa negara seperti China dan Korea memiliki e-wallet populer yang sangat memudahkan transaksi. Cari tahu apakah turis bisa mendaftar dengan paspor atau kartu internasional. Dengan begitu, kamu bisa membayar lebih lancar tanpa repot menukar uang.
Walaupun negara tujuan sudah cashless, ada baiknya kamu tetap membawa uang tunai dalam jumlah kecil. Ini berguna untuk keadaan darurat atau tempat yang belum menerima pembayaran digital, seperti pedagang tradisional di Jepang atau kios kecil di Eropa.
Baca Juga: Gampang! Begini Cara Menghitung Kurs Jual dan Kurs Beli
Setiap kali kamu menggunakan kartu di luar negeri, biasanya ada biaya tambahan (foreign transaction fee) atau kurs yang lebih tinggi. Karena itu, pastikan kamu selalu mengecek kurs dan pilih platform transfer dana yang transparan agar lebih hemat.
Salah satu tantangan liburan cashless adalah memastikan saldo di rekening atau e-wallet luar negeri cukup. Kalau kamu perlu menambah saldo atau transfer dana ke rekening luar negeri, gunakan Flip Globe.
Keuntungan menggunakan layanan Flip Globe:
Dengan Flip Globe, kamu bisa liburan tanpa khawatir kehabisan dana digital. Yuk, gunakan Flip Globe sekarang dan rasakan liburan cashless yang lebih hemat dan aman!
Bagikan
