
Flip Globe | 11 Juni 2026
By : Anonim
Bangkok sudah lama dikenal sebagai surga fashion Asia Tenggara. Chatuchak, Pratunam, dan Platinum Fashion Mall adalah nama-nama yang familiar di telinga para reseller dan pelaku bisnis fashion Indonesia. Baju-baju dari Bangkok punya daya tarik tersendiri: desainnya trendi, kualitasnya cukup baik untuk harga yang ditawarkan, dan variasinya sangat beragam.
Kalau kamu ingin membangun bisnis impor baju dari Bangkok, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan dengan matang. Mulai dari memahami regulasi, menemukan supplier yang tepat, hingga memilih metode pembayaran yang paling hemat agar margin keuntunganmu tidak terkikis di jalan.
Sebelum mulai order, pahami dulu aturan mainnya. Impor baju dari Bangkok ke Indonesia termasuk dalam kategori impor tekstil dan produk tekstil yang punya aturan tersendiri.
Baju dan produk tekstil dari Thailand masuk ke dalam kode HS tertentu yang menentukan tarif bea masuknya. Dengan memanfaatkan skema AFTA (ASEAN Free Trade Area) melalui Certificate of Origin Form D, tarif bea masuk produk tekstil dari Thailand bisa diturunkan signifikan, bahkan ke 0% untuk beberapa jenis produk.
Tanpa Form D, tarif bea masuk untuk produk tekstil bisa berkisar antara 5% hingga 25% tergantung jenis dan spesifikasi produknya. Jadi pastikan supplier Bangkok-mu bisa menerbitkan Form D yang valid agar kamu bisa memanfaatkan preferensi tarif AFTA.
Selain bea masuk, ada PPN impor sebesar 11% dan PPh Pasal 22 yang perlu diperhitungkan dalam kalkulasi total landed cost-mu. Semakin rendah bea masuk yang dikenakan berkat AFTA, semakin kecil pula dasar pengenaan PPN-nya, jadi manfaat Form D berlipat ganda.
Untuk produk fashion umum seperti baju, celana, dan aksesoris, biasanya tidak ada izin khusus yang diperlukan selain dokumen impor standar. Tapi kalau kamu berencana impor produk dengan merek tertentu, pastikan kamu punya hak distribusi yang sah atau pilih produk yang tidak berpotensi melanggar hak kekayaan intelektual.
Baca Juga: 8 Cara Mudah Menjadi Reseller Barang Impor untuk Pemula
Menemukan supplier yang tepat adalah fondasi bisnis impor yang sukses. Bangkok punya banyak opsi, tapi kualitas dan keandalan tiap supplier sangat bervariasi.
Bangkok punya beberapa pusat grosir fashion yang sudah terkenal di kalangan importir Indonesia:
Pratunam Market adalah salah satu yang paling populer. Lokasinya di pusat kota Bangkok dan menjual berbagai produk fashion mulai dari baju kasual, dress, hingga aksesoris dengan harga grosir yang kompetitif. Banyak pedagang di sini sudah terbiasa melayani buyer dari Indonesia.
Platinum Fashion Mall yang berada tidak jauh dari Pratunam menawarkan ratusan toko fashion dalam satu gedung bertingkat. Lebih rapi dan terorganisir dari pasar tradisional, dengan produk yang lebih beragam dan kualitas yang lebih konsisten.
Chatuchak Weekend Market lebih cocok untuk mencari produk-produk unik, handmade, dan dengan karakter desain yang lebih lokal Thailand. Cocok kalau kamu ingin menjual sesuatu yang berbeda dari pasar impor pada umumnya.
Selain datang langsung ke Bangkok, kamu juga bisa melakukan sourcing secara online melalui platform seperti Thailand Unique, atau bahkan media sosial seperti Instagram dan Facebook yang banyak digunakan oleh supplier Bangkok untuk memasarkan produk mereka ke pembeli internasional.
Namun, untuk supplier online yang belum pernah kamu datangi langsung, lakukan verifikasi yang lebih ketat sebelum transfer uang. Minta video produk, testimoni buyer lain, dan mulai dengan order dalam jumlah kecil dulu.
Kalau kamu belum bisa atau belum siap untuk terbang langsung ke Bangkok, menggunakan jasa agen sourcing lokal yang berbasis di Bangkok bisa jadi pilihan praktis. Mereka bisa membantu kamu memilih produk, mengecek kualitas, melakukan negosiasi harga, dan mengurus pengiriman dari Bangkok ke Indonesia.
Baca Juga: Reseller vs Dropship Barang Impor: Mana Lebih Untung?
Setelah deal dengan supplier, langkah berikutnya adalah mengatur pengiriman. Untuk impor baju dari Bangkok, ada beberapa pilihan jasa pengiriman yang bisa dipertimbangkan.
Pengiriman via udara jauh lebih cepat, biasanya 3 sampai 7 hari kerja dari Bangkok ke Indonesia. Cocok untuk order yang tidak terlalu besar volumenya atau kalau kamu butuh barang cepat untuk stok awal. Biayanya dihitung berdasarkan berat aktual atau volumetrik, mana yang lebih besar.
Untuk order dalam jumlah besar, pengiriman via laut jauh lebih hemat dari sisi biaya per kilogram. Waktu pengirimannya lebih lama, biasanya 7 sampai 14 hari dari Bangkok ke pelabuhan di Indonesia, tergantung layanan dan rute. Kalau kamu sudah rutin order dan bisa merencanakan stok jauh-jauh hari, kargo laut adalah pilihan yang lebih efisien secara biaya.
Ada juga jasa kargo yang khusus melayani rute Bangkok ke Indonesia dan bisa menggabungkan beberapa pengiriman kecil ke dalam satu kontainer bersama (Less than Container Load/LCL). Ini pilihan yang cocok kalau volume ordermu belum cukup untuk memenuhi satu kontainer penuh, tapi terlalu berat untuk dikirim via udara.
Baca Juga: Kunjungi Tempat Wisata Thailand Ini, Liburan Jadi Makin Berkesan
Metode pembayaran ke supplier Bangkok yang kamu pilih bisa berdampak signifikan pada total biaya yang kamu keluarkan, terutama kalau kamu rutin order.
Layanan remitansi digital adalah metode yang paling direkomendasikan untuk pembayaran ke supplier Bangkok.
Layanan seperti Flip Globe menawarkan kurs yang kompetitif dan biaya yang transparan, jauh lebih hemat dibandingkan dengan transfer bank konvensional yang sering kali menambahkan biaya koresponden bank di atas biaya transfer yang sudah ditetapkan.
Prosesnya juga lebih praktis karena sepenuhnya bisa dilakukan dari aplikasi di ponselmu. Kamu bisa melihat kurs dan total biaya sebelum mengonfirmasi transaksi, sehingga tidak ada kejutan di akhir. Ini penting terutama saat kamu perlu melakukan transfer dalam jumlah besar untuk order grosir.
Opsi ini tersedia di hampir semua bank Indonesia, tapi biayanya umumnya lebih tinggi dibanding layanan remitansi digital. Untuk pembayaran yang tidak terlalu rutin atau untuk supplier yang hanya menerima pembayaran via bank, transfer SWIFT masih bisa jadi pilihan, meski kurang efisien dari sisi biaya.
Untuk order pertama dengan supplier baru, menggunakan platform pembayaran dengan fitur escrow bisa memberikan perlindungan tambahan. Dana baru dilepaskan ke supplier setelah kamu mengkonfirmasi bahwa barang sesuai dengan yang dipesan. Namun, tidak semua supplier Bangkok menerima metode ini, terutama yang beroperasi dari pasar tradisional.
Untuk pembayaran supplier Bangkok yang praktis dan hemat, mulai cek kurs di Flip Globe sebelum transfer. Kurs kompetitif, biaya jelas, dan prosesnya bisa selesai dari aplikasi dalam hitungan menit.
Baca Juga: Restoran Makanan Thailand di Jakarta dengan Rasa Autentik
Impor baju dari Bangkok bisa jadi bisnis yang sangat menguntungkan kalau dijalankan dengan strategi yang tepat. Kuncinya ada di tiga hal utama: pahami regulasi dan pajak agar tidak ada kejutan di kepabeanan, temukan supplier yang terpercaya dengan produk yang punya permintaan di pasar Indonesia, dan kelola biaya operasional termasuk pengiriman dan pembayaran dengan efisien.
Semakin teratur sistem yang kamu bangun dari awal, semakin mudah bisnis ini untuk dijalankan dan dikembangkan. Mulai dari order kecil, pelajari prosesnya, dan tingkatkan volume seiring dengan kepercayaan diri dan pengalamanmu dalam mengelola impor dari Bangkok.
Share