
Flip Globe | 27 Oktober 2025
Oleh : Anonim
Zaman sekarang, siapa pun bisa mulai bisnis impor tanpa harus jadi perusahaan besar. Cukup punya koneksi internet, akun marketplace grosir seperti Alibaba atau 1688, dan sedikit modal, kamu sudah bisa jadi pelaku bisnis impor.
Tapi sebelum mulai, ada satu pertanyaan besar yang sering bikin bingung: lebih baik jadi reseller atau dropshipper? Keduanya sama-sama menjual barang impor, tapi model bisnis dan potensi keuntungannya sangat berbeda.
Supaya kamu nggak salah pilih, yuk bahas secara lengkap perbedaan reseller dan dropshipper barang impor, termasuk kelebihan, risiko, serta tips supaya transaksi dengan supplier luar negeri lebih hemat lewat Flip Globe.
Supaya nggak salah, kamu harus memahami dulu apa itu reseller dan dropshipper, karena keduanya hal yang berbeda.
Reseller adalah orang yang membeli produk terlebih dahulu dari supplier, lalu menyimpannya untuk dijual kembali. Jadi kamu punya stok barang sendiri.
Misalnya, kamu membeli 50 unit jam tangan dari supplier di China melalui Alibaba, menyimpannya di rumah atau gudang, lalu menjualnya lewat marketplace lokal seperti Tokopedia atau Shopee dengan harga yang lebih tinggi.
Berbeda dengan reseller, dropshipper tidak menyimpan stok barang sama sekali.
Kamu hanya berperan sebagai perantara antara pembeli dan supplier.
Kalau ada pembeli, kamu meneruskan pesanan ke supplier luar negeri, dan supplier yang akan langsung mengirimkan barang ke pelanggan kamu.
Contohnya, kamu menjual produk lampu hias dari China di toko online milikmu. Begitu ada order, kamu tinggal pesan ke supplier di 1688, isi alamat pelanggan, dan supplier akan kirim barang langsung ke mereka atas nama toko kamu.
Baca Juga: Barang-barang Impor dari Jepang yang Beredar di Indonesia
Sebelum kamu memutuskan mana yang paling cocok buat kamu dan bisnismu, simak juga masing-masing kelebihan den kekurangannya.
Nah, sekarang berikut kekurangan dan kelebihan jika kamu hanya seorang dropshipper.
Kelebihan Dropshipper
Jadi, kira-kira mana yang lerbih cocok untuk usahamu saat ini? Pastikan kamu menyesuaikan dengan kebutuhan bisnusmu, ya.
Menjadi reseller impor butuh modal cukup besar di awal. Kamu harus menyiapkan uang untuk membeli stok, ongkos kirim internasional, dan biaya impor seperti bea masuk serta pajak.
Tapi di sisi lain, kamu bisa menentukan harga jual sendiri dan mendapatkan margin lebih besar.
Misalnya kamu beli 100 unit aksesoris dari 1688 dengan harga Rp15.000 per item. Setelah ditambah ongkir dan biaya impor, total modal jadi Rp2 juta. Kalau kamu jual Rp35.000 per item, kamu bisa dapat laba bersih lebih dari 100%.
Sebaliknya, jadi dropshipper nggak butuh modal besar. Kamu hanya perlu menyiapkan akun marketplace, waktu untuk mengelola pesanan, dan dana untuk bayar supplier saat ada order.
Risikonya kecil, tapi kamu harus siap dengan margin kecil dan tantangan layanan pelanggan, misalnya kalau barang datang terlambat atau kualitasnya tidak sesuai ekspektasi pembeli.
Jadi, dari sisi risiko, dropship memang lebih aman. Tapi dari sisi potensi keuntungan, reseller lebih menjanjikan kalau kamu sudah siap dengan modal dan strategi penyimpanan stok.
Baca Juga :Mau Jadi Supplier Baju Import? Cek Dulu Serba-serbinya di Sini
Kalau kamu baru mau mulai bisnis impor, pilihan terbaik tergantung dari kondisi modal dan waktu yang kamu punya.
Keduanya punya peluang besar kalau kamu disiplin dan tahu cara memilih supplier terpercaya.
Intinya, jadilah dropshipper dulu untuk belajar, lalu naik level jadi reseller kalau kamu sudah siap ekspansi.
Baik kamu reseller maupun dropshipper, satu hal yang sama pentingnya adalah bagaimana kamu membayar supplier di luar negeri.
Banyak pelaku bisnis baru yang terjebak di biaya transfer tinggi dan kurs yang tidak transparan saat kirim uang ke China. Nah, Flib Globe bisa membantu bisnismu, karena:
Contohnya, kamu dropship produk dari China dan harus membayar supplier CNY 1.000. Kalau lewat bank biasa, kamu bisa kena potongan hingga Rp400.000.
Tapi lewat Flip Globe, biaya jauh lebih rendah, kursnya transparan, dan supplier menerima uang utuh.
Hal ini juga berlaku untuk reseller yang beli stok besar. Selisih kurs kecil bisa berdampak besar pada margin keuntungan kamu. Dengan Flip Globe, kamu bisa hemat biaya sekaligus menjaga arus kas bisnis tetap lancar.
Baik reseller maupun dropshipper, keduanya punya kelebihan dan tantangan masing-masing.
Kalau kamu ingin bisnis tanpa risiko stok dan modal kecil, dropship adalah pilihan aman. Tapi kalau kamu ingin keuntungan besar dan kontrol penuh terhadap produk, jadi reseller adalah langkah selanjutnya.
Gunakan Flip Globe untuk bayar supplier luar negeri dengan kurs real-time, biaya rendah, dan tanpa potongan tersembunyi. Bisnis impor kamu jadi makin efisien dan margin tetap terjaga!
Bagikan
