
Flip Globe | 15 Juni 2026
By : Anonim
Dalam perdagangan internasional, Letter of Credit (L/C) hadir dalam berbagai jenis yang masing-masing punya mekanisme dan waktu pembayaran yang berbeda. Salah satu yang paling umum digunakan adalah Sight Letter of Credit, atau yang sering disebut sight L/C.
Kalau kamu seorang eksportir yang menginginkan pembayaran segera setelah dokumen diserahkan, atau importir yang perlu memahami kewajiban pembayaran yang kamu setujui, memahami cara kerja sight L/C adalah hal yang sangat penting.
Sight Letter of Credit adalah jenis L/C di mana pembayaran dilakukan segera atau pada saat dokumen disajikan (at sight) kepada bank yang ditunjuk, selama semua dokumen memenuhi syarat yang ditetapkan dalam L/C.
Kata "sight" di sini berarti "pada saat dilihat" atau "pada saat presentasi." Artinya, begitu bank menerima dan memverifikasi bahwa semua dokumen pengiriman sudah sesuai dengan syarat L/C, pembayaran harus dilakukan tanpa penundaan, biasanya dalam waktu 5 hari kerja setelah dokumen dinyatakan compliant.
Ini berbeda dari usance L/C atau deferred payment L/C di mana pembayaran ditangguhkan untuk jangka waktu tertentu setelah dokumen diserahkan, misalnya 30, 60, atau 90 hari.
Baca Juga: Mengenal Istilah Penting dalam Ekspor Impor
Perbedaan Sight L/C dengan Usance L/C
Memahami perbedaan antara sight L/C dan usance L/C akan membantu kamu menentukan mana yang lebih sesuai untuk situasi bisnismu.
Pada sight L/C, pembayaran dilakukan segera setelah dokumen diverifikasi dan dinyatakan sesuai. Eksportir menerima dana dalam waktu singkat setelah menyerahkan dokumen pengiriman ke bank.
Pada usance L/C (juga dikenal sebagai time L/C atau term L/C), pembayaran ditangguhkan untuk periode tertentu yang disepakati sejak tanggal dokumen diserahkan atau sejak tanggal pengiriman. Eksportir harus menunggu lebih lama untuk menerima pembayaran, tapi importir mendapat kelonggaran waktu untuk mengatur dana.
Dari perspektif eksportir, sight L/C jauh lebih menguntungkan dari sisi arus kas karena dana diterima lebih cepat. Eksportir tidak perlu membiayai produksi dan pengiriman dalam jangka waktu panjang sambil menunggu pembayaran.
Dari perspektif importir, usance L/C lebih menguntungkan karena memberikan waktu untuk menjual barang yang diimpor sebelum harus membayar, sehingga bisa menggunakan hasil penjualan untuk melunasi kewajiban. Ini efektif menjadi semacam kredit dagang jangka pendek.
Sight L/C umumnya lebih murah dari sisi biaya karena tidak ada periode penangguhan yang perlu dibiayai. Pada usance L/C, ada biaya bunga atau diskon yang mencerminkan biaya waktu selama periode penangguhan.
Baca Juga: Beda Outward dan Inward Remittance Saat Transfer Valas
Proses Pembayaran Sight L/C
Berikut alur proses pembayaran dalam sight L/C dari awal hingga dana sampai ke eksportir.
Importir mengajukan permohonan penerbitan sight L/C ke banknya (issuing bank) dengan mencantumkan semua syarat dokumen yang harus dipenuhi eksportir. Bank penerbit kemudian menerbitkan L/C dan mengirimkannya ke bank koresponden di negara eksportir melalui jaringan SWIFT.
Bank koresponden bisa berperan sebagai advising bank yang hanya meneruskan L/C, atau confirming bank yang juga ikut menjamin pembayaran. Keberadaan confirming bank memberikan keamanan ekstra bagi eksportir karena ada dua bank yang menjamin pembayaran, bukan hanya satu.
Setelah menerima dan mengecek L/C, eksportir mengirim barang sesuai spesifikasi dan menyiapkan semua dokumen yang disyaratkan.
Dokumen yang biasanya diperlukan dalam sight L/C meliputi commercial invoice, bill of lading atau airway bill, packing list, certificate of origin, dan dokumen lain sesuai ketentuan spesifik L/C.
Keakuratan dokumen sangat kritis di tahap ini. Satu ketidaksesuaian kecil antara dokumen dengan syarat L/C bisa menyebabkan discrepancy yang menunda pembayaran.
Eksportir menyerahkan semua dokumen ke bank yang ditunjuk dalam L/C (nominated bank) dalam batas waktu yang ditetapkan. Bank kemudian memeriksa dokumen dengan teliti untuk memastikan semuanya compliant dengan syarat L/C.
Kalau semua dokumen dinyatakan compliant, bank melakukan pembayaran kepada eksportir dalam waktu maksimal 5 hari kerja perbankan setelah presentasi dokumen. Dokumen kemudian diteruskan ke bank penerbit, yang menggunakannya untuk mendebit rekening importir dan menyerahkan dokumen kepada importir untuk proses pengeluaran barang di bea cukai.
Baca Juga: Pahami Fungsi SWIFT Code, Cara Kerja, dan Contohnya
Kelebihan Sight L/C
Ada beberapa alasan mengapa sight L/C menjadi pilihan yang sangat populer, terutama di kalangan eksportir.
Kelebihan utama sight L/C bagi eksportir adalah kecepatan pembayaran. Tidak ada periode tunggu yang panjang setelah dokumen diserahkan, sehingga arus kas bisnis bisa tetap terjaga dengan baik. Ini sangat penting bagi eksportir yang perlu dana untuk segera membiayai produksi atau pengiriman berikutnya.
Karena pembayaran dijamin oleh bank, eksportir tidak perlu khawatir tentang kemampuan atau niat baik importir untuk membayar.
Selama dokumen compliant, bank wajib membayar terlepas dari kondisi keuangan importir. Ini mengurangi risiko kredit yang biasanya menjadi perhatian besar dalam transaksi lintas negara.
Sight L/C diatur oleh UCP 600 yang berlaku secara universal, sehingga mekanisme dan standarnya dipahami dan diterima oleh bank dan pelaku bisnis di hampir semua negara. Ini memudahkan negosiasi dan pelaksanaan transaksi internasional tanpa perlu khawatir tentang perbedaan interpretasi antar negara.
Bagi eksportir yang membutuhkan dana sebelum barang selesai diproduksi atau dikirim, sight L/C yang sudah diterbitkan bisa digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan fasilitas pre-shipment financing dari bank.
Bank bersedia memberikan pembiayaan ini karena sudah ada kepastian pembayaran dari bank penerbit L/C di negara importir. Ini membuka akses modal kerja yang sangat berguna terutama untuk eksportir skala menengah yang tidak punya modal besar untuk membiayai produksi sendiri.
Baca Juga: Cara Ekspor Barang yang Aman ke Luar Negeri
Meski punya banyak kelebihan, sight L/C juga membawa beberapa risiko yang perlu kamu pahami.
Sight L/C paling tepat digunakan ketika kamu sebagai eksportir menginginkan pembayaran segera dan tidak ingin menanggung risiko kredit importir, terutama untuk transaksi pertama dengan mitra baru atau untuk transaksi bernilai besar.
Kalau kamu berada di posisi importir, sight L/C mengharuskan kamu siap dengan dana yang cukup saat dokumen diserahkan karena tidak ada kelonggaran waktu seperti pada usance L/C.
Untuk transaksi rutin dengan mitra bisnis yang sudah lama kamu kenal dan punya rekam jejak pembayaran yang baik, transfer langsung melalui layanan seperti Flip Globe sering kali lebih efisien. Kamu bisa melihat kurs dan biaya secara transparan sebelum konfirmasi, prosesnya lebih cepat dari prosedur L/C yang panjang, dan tidak ada biaya administrasi bank yang mahal. Ini pilihan yang tepat untuk transaksi rutin di mana kepercayaan sudah terbangun.
Share