mural
homeforward
Metode Pembayaran di Filipina: Mana yang Paling Praktis?

Metode Pembayaran di Filipina: Mana yang Paling Praktis?

Filipina adalah salah satu destinasi yang semakin sering dikunjungi orang Indonesia, baik untuk wisata, bisnis, maupun keperluan pendidikan. Sebelum berangkat, ada satu hal yang perlu kamu pahami dengan baik: bagaimana sistem pembayaran di sana bekerja.

Filipina punya ekosistem pembayaran yang cukup beragam. Dari uang tunai Peso, kartu debit dan kredit, hingga e-wallet digital yang penetrasinya sangat tinggi, semua tersedia dan punya tempat masing-masing. 

Memahami pilihan-pilihan ini lebih awal akan membantu kamu bertransaksi lebih lancar dan lebih hemat selama di sana.

Berbagai Sistem Pembayaran di Filipina

Filipina memiliki beberapa infrastruktur pembayaran yang saling melengkapi. Kamu bisa menemukan semua metode ini digunakan berdampingan, tergantung pada jenis merchant dan lokasinya.

1. Peso Filipina sebagai Mata Uang Resmi

Mata uang Filipina adalah Philippine Peso (PHP). Pecahan yang paling umum beredar adalah 20, 50, 100, 200, 500, dan 1.000 Peso. Sebelum kamu berangkat ke Filipina, ada baiknya kamu tahu kurs Rupiah ke Peso yang berlaku agar bisa memperkirakan budget dengan lebih akurat.

Kamu bisa menukar Rupiah ke Peso di money changer di Indonesia atau di Filipina. Beberapa pelancong lebih memilih menukar di Filipina karena kursnya sering lebih kompetitif, terutama di pusat penukaran valas yang ramai di Manila seperti di kawasan Makati atau SM Mall.

2. InstaPay dan PESONet

Filipina punya dua sistem transfer antar bank yang dikelola oleh Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), yaitu InstaPay untuk transfer real-time dengan limit tertentu, dan PESONet untuk transfer batch yang lebih besar. Kedua sistem ini sudah terintegrasi dengan hampir semua bank dan e-wallet di Filipina, mirip seperti BI-FAST di Indonesia.

Baca Juga: Mau Liburan ke Filipina? Simak Tips Tukar Rupiah ke Peso

Tunai vs Kartu vs E-Wallet di Filipina

Masing-masing metode pembayaran punya kelebihan dan konteks ideal penggunaannya yang perlu kamu pertimbangkan sesuai kebutuhanmu.

1. Uang Tunai

Uang tunai masih sangat relevan di Filipina, terutama di luar kota-kota besar. Di pasar tradisional, warung makan lokal, jeepney, dan tricycle, tunai hampir selalu jadi satu-satunya pilihan. Bahkan di beberapa area wisata yang lebih terpencil, kamu mungkin kesulitan menemukan merchant yang menerima kartu atau e-wallet.

Rekomendasinya, selalu bawa sejumlah Peso tunai saat keluar, terutama kalau kamu berencana menjelajah area di luar pusat kota.

2. Kartu Debit dan Kredit

Kartu berlogo Visa dan Mastercard diterima cukup luas di Filipina, terutama di mal, hotel, restoran jaringan, dan merchant modern di kota-kota besar. Kartu debit Indonesia yang berlogo Visa atau Mastercard umumnya bisa kamu gunakan di ATM Filipina untuk menarik Peso tunai.

Saat terminal pembayaran menawarkan pilihan mata uang, selalu pilih Peso bukan Rupiah. Kalau kamu pilih Rupiah, transaksi akan diproses dengan Dynamic Currency Conversion yang biasanya menggunakan kurs yang kurang menguntungkan. Biarkan bankmu yang mengkonversi dari Peso ke Rupiah, hasilnya biasanya lebih baik.

Baca Juga: Daftar Bank Indonesia yang Bisa Dipakai di Luar Negeri

3. E-Wallet: GCash dan Maya

E-wallet adalah metode pembayaran yang paling cepat berkembang di Filipina. Dua nama terbesar yang perlu kamu ketahui adalah GCash dan Maya (dulu PayMaya). Keduanya sudah diterima di jutaan merchant di seluruh Filipina dan terintegrasi dengan hampir semua platform digital di sana.

GCash memimpin dari sisi jumlah pengguna dengan lebih dari 86 juta pengguna aktif. Kamu bisa menemukan QR code GCash hampir di mana saja, dari swalayan hingga pedagang kaki lima di Manila. Maya punya posisi yang lebih kuat di segmen perbankan digital karena juga menawarkan rekening tabungan dan kartu fisik.

Untuk pengguna dari Indonesia, menggunakan GCash saat di Filipina membutuhkan akun GCash yang terdaftar dengan nomor ponsel Filipina. Tapi kalau kamu perlu mengirim uang ke seseorang di Filipina yang pakai GCash, kamu bisa melakukannya dari Indonesia tanpa harus punya akun GCash sendiri, menggunakan layanan seperti Flip Globe yang mendukung pengiriman langsung ke GCash.

4. QR Ph

QR Ph adalah standar kode QR nasional Filipina yang dikembangkan oleh Bangko Sentral ng Pilipinas. Mirip seperti QRIS di Indonesia, QR Ph memungkinkan pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan dan e-wallet yang terintegrasi hanya dengan scan satu kode QR. Merchant yang sudah terdaftar di QR Ph bisa menerima pembayaran dari GCash, Maya, dan hampir semua aplikasi bank di Filipina melalui satu kode yang sama.

Baca Juga: Macam-macam Alat Pembayaran Luar Negeri, Pengusaha Wajib Tahu

Tantangan bagi Turis dan Pebisnis Indonesia 

Ada beberapa hal yang mungkin perlu kamu antisipasi saat bertransaksi di Filipina, terutama kalau ini pertama kalinya kamu ke sana.

1. Akses E-Wallet Lokal Terbatas untuk Orang Asing

GCash dan Maya membutuhkan nomor ponsel Filipina untuk registrasi. Sebagai wisatawan atau pebisnis dari Indonesia, kamu tidak bisa langsung daftar dan menggunakan e-wallet ini dari ponsel Indonesia kamu. Kalau kamu berencana tinggal cukup lama di Filipina, membeli SIM card lokal bisa membuka akses ke ekosistem e-wallet ini.

2. Biaya Tarik Tunai di ATM

Hampir semua ATM di Filipina mengenakan biaya tambahan untuk penarikan oleh kartu asing, di luar biaya yang mungkin juga dikenakan bank Indonesia kamu. Untuk menghemat, tarik tunai dalam jumlah yang cukup sekaligus daripada sering menarik dalam jumlah kecil.

3. Ketersediaan ATM di Luar Kota Besar

Di luar Manila, Cebu, dan kota besar lainnya, ketersediaan ATM bisa lebih terbatas. Pastikan kamu sudah menyiapkan Peso tunai yang cukup sebelum bepergian ke area yang lebih terpencil.

Baca Juga: Macam-macam Alat Pembayaran Luar Negeri, Pengusaha Wajib Tahu

Tantangan bagi Turis dan Pebisnis Indonesia

Ada beberapa hal yang mungkin perlu kamu antisipasi saat bertransaksi di Filipina, terutama kalau ini pertama kalinya kamu ke sana.

1. Akses E-Wallet Lokal Terbatas untuk Orang Asing

GCash dan Maya membutuhkan nomor ponsel Filipina untuk registrasi. Sebagai wisatawan atau pebisnis dari Indonesia, kamu tidak bisa langsung daftar dan menggunakan e-wallet ini dari nomor Indonesia. Kalau kamu berencana tinggal cukup lama di Filipina, membeli SIM card lokal bisa membuka akses ke ekosistem e-wallet ini dengan lebih mudah.

2. Biaya Tarik Tunai di ATM

Hampir semua ATM di Filipina mengenakan biaya tambahan untuk penarikan oleh kartu asing, di luar biaya yang mungkin juga dikenakan bank Indonesia kamu. Untuk menghemat, tarik tunai dalam jumlah yang cukup sekaligus daripada sering menarik dalam jumlah kecil yang biayanya jadi berlipat.

3. Ketersediaan ATM di Luar Kota Besar

Di luar Manila, Cebu, dan kota besar lainnya, ketersediaan ATM bisa lebih terbatas. Pastikan kamu sudah menyiapkan Peso tunai yang cukup sebelum bepergian ke area yang lebih terpencil, terutama kalau kamu berencana mengunjungi pulau-pulau kecil di Filipina yang memang kerap tidak punya ATM sama sekali.

Baca Juga: Daftar Bank Indonesia yang Bisa Dipakai di Luar Negeri

Tips Memilih Metode Pembayaran Terbaik di Filipina

Nggak ada satu metode pembayaran yang paling sempurna untuk semua situasi. Yang lebih penting, kamu tahu metode mana yang paling cocok dengan tujuan perjalanan dan pola transaksi kamu selama di Filipina.

1. Kalau Kamu Liburan, Kombinasikan Tunai dan Kartu

Kalau tujuanmu wisata, kombinasi yang paling aman biasanya tetap tunai dan kartu. Kamu bisa pakai tunai untuk transaksi harian di pasar, transportasi lokal, atau merchant kecil, lalu pakai kartu untuk hotel, restoran, dan pusat belanja.

Kombinasi ini bikin kamu lebih fleksibel karena nggak terlalu bergantung pada satu metode saja. Apalagi kalau kamu berencana pergi ke pulau pulau kecil, menyiapkan buffer tunai akan terasa sangat membantu.

2. Kalau Kamu ke Filipina untuk Bisnis, Perhatikan Efisiensi Transfer

Kalau kamu datang untuk urusan bisnis, kebutuhanmu biasanya nggak berhenti di pembayaran merchant. Kamu juga perlu memikirkan transfer ke supplier, pembayaran ke partner lokal, atau pengiriman dana ke rekening bank dan akun seperti GCash.

Dalam situasi seperti ini, kamu bisa mempertimbangkan Flip Globe untuk transfer ke Filipina karena prosesnya digital, kursnya lebih transparan, dan biayanya lebih jelas sejak awal. Jadi, buat pembayaran bisnis yang lebih rutin, cara ini biasanya terasa lebih efisien dibanding transfer bank konvensional.

Baca Juga: Daftar Mata Uang Dunia dan Cara Transfer ke Luar Negeri

Kirim Uang ke Filipina dengan Cara yang Lebih Praktis

Kalau kebutuhan kamu bukan cuma belanja atau bayar di merchant, tapi juga kirim uang ke Filipina, kamu perlu metode yang lebih relevan untuk transaksi lintas negara. Di titik ini, yang kamu cari bukan lagi sekadar alat bayar harian, tapi jalur transfer yang lebih praktis, jelas, dan nggak bikin biaya membengkak.

Untuk kebutuhan seperti itu, kamu bisa mempertimbangkan Flip Globe untuk kirim uang ke GCash atau rekening bank di Filipina. Jadi, selain lebih praktis dari sisi proses, kamu juga bisa menjaga transaksi ke Filipina tetap terasa lebih hemat dan lebih mudah dipantau.

Share

Others

Categories

4.8

App Store

starstarstarstarstar
App Store
rating

Flip Head Office

Arkadia Green Office Park, Tower F 3rd Floor, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88, Kebagusan, Pasar Minggu, South Jakarta, 12520.

Flip Call Center: 021-30002424

Company

About FlipCareersPartnershipUser Story

Directorate General of Consumer Protection and Trade Order, Ministry of Trade of Indonesia

WhatsApp 0853 1111 1010

© 2026 PT Fliptech Lentera Inspirasi Indonesia