
Flip Globe | 1 Juni 2026
By : Anonim
Malaysia punya ekosistem e-wallet yang cukup berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan dompet digital di sana meningkat tajam, didorong oleh kebijakan pemerintah yang mendorong cashless society dan meningkatnya penetrasi smartphone di berbagai kalangan masyarakat.
Buat kamu yang berencana ke Malaysia, atau yang sering bertransaksi dengan pihak di sana untuk keperluan bisnis atau impor barang, memahami landscape e-wallet Malaysia akan memudahkan kamu dalam banyak situasi. Mana yang paling luas penerimaannya, mana yang bisa diakses orang asing, dan apa alternatifnya kalau akses e-wallet lokal terbatas.
Touch 'n Go adalah e-wallet yang paling dominan di Malaysia. Bermula sebagai sistem pembayaran untuk tol dan transportasi umum, TNG berkembang menjadi ekosistem pembayaran digital yang sangat luas dan kini digunakan di jutaan titik pembayaran di seluruh Malaysia.
TNG eWallet bisa digunakan untuk membayar tol secara otomatis, naik LRT dan MRT, berbelanja di ribuan merchant online dan offline, membayar tagihan, top up pulsa, membeli tiket bioskop dan event, hingga transfer uang ke sesama pengguna TNG. Integrasinya ke sistem transportasi publik Malaysia yang sangat luas menjadikan TNG hampir wajib dimiliki siapa pun yang tinggal atau sering berada di Malaysia.
Kalau kamu ada kebutuhan mengirim uang ke seseorang di Malaysia yang menggunakan TNG, ada cara praktis untuk melakukannya dari Indonesia. Kamu bisa cek panduan lengkapnya di artikel cara transfer dana ke TNG yang membahas prosesnya secara detail.
Ini pertanyaan yang sering muncul. Secara resmi, TNG eWallet dirancang untuk pengguna Malaysia dan membutuhkan nomor ponsel Malaysia untuk registrasi. Namun, TNG punya program khusus untuk wisatawan asing yang memungkinkan pendaftaran menggunakan paspor dengan fitur yang lebih terbatas dibanding akun pengguna Malaysia penuh.
Kalau kamu sering ke Malaysia atau tinggal di sana untuk keperluan kuliah atau kerja, mendapatkan SIM card Malaysia lokal dan mendaftar TNG akan sangat membantu mobilitas sehari-hari. Tapi untuk kunjungan singkat, metode pembayaran lain seperti kartu debit atau kredit biasanya lebih praktis.
Baca Juga: Klasifikasi Barang Impor dari Malaysia yang Masuk ke Indonesia
GrabPay adalah dompet digital yang terintegrasi di dalam aplikasi Grab. Di Malaysia, GrabPay sudah berkembang jauh melampaui sekadar alat bayar untuk layanan Grab dan kini diterima di berbagai merchant offline maupun online.
Salah satu keunggulan GrabPay bagi pengguna Indonesia adalah familiaritasnya. Hampir semua orang Indonesia yang aktif menggunakan Grab sudah punya akun Grab, dan GrabPay terintegrasi langsung di dalamnya. Untuk transaksi dasar seperti bayar ojek atau pesan makanan via GrabFood selama di Malaysia, GrabPay sudah bisa digunakan dengan akun Indonesia, meski ada beberapa keterbatasan untuk transaksi di merchant lokal Malaysia.
GrabPay juga menawarkan fitur GrabRewards yang mengumpulkan poin dari setiap transaksi dan bisa ditukarkan dengan berbagai reward. Bagi pengguna yang sering menggunakan Grab, ini menjadi nilai tambah yang cukup berarti.
Baca Juga: Cara Aman dan Cepat Transfer Uang ke Malaysia
ShopeePay adalah dompet digital dari Shopee yang terintegrasi langsung di dalam platform belanja Shopee Malaysia. Di luar penggunaan untuk berbelanja di Shopee, ShopeePay Malaysia juga sudah diterima di berbagai merchant offline dan online yang bermitra dengan platform ini.
Penting untuk dicatat bahwa ShopeePay Indonesia dan ShopeePay Malaysia adalah dua ekosistem yang berbeda dan tidak saling terintegrasi. Akun ShopeePay Indonesia tidak bisa digunakan untuk bertransaksi di merchant ShopeePay Malaysia dan sebaliknya. Masing-masing platform punya sistem saldo, promosi, dan mitra merchant yang berbeda sesuai negara operasinya.
Untuk orang Indonesia yang berbelanja di Shopee Malaysia atau bertransaksi dengan seller Malaysia, ShopeePay bisa menjadi opsi kalau kamu punya akun Shopee Malaysia yang aktif. Namun untuk kebanyakan pengguna, menggunakan metode pembayaran lain seperti kartu kredit atau transfer bank biasanya lebih mudah.
Baca Juga: Sebelum ke Malaysia, Cek Dulu Tips Tukar Rupiah ke Ringgit
Selain tiga nama besar di atas, ada beberapa e-wallet lain yang juga cukup digunakan di ekosistem pembayaran Malaysia.
Boost adalah e-wallet Malaysia yang dimiliki oleh Axiata Group, salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. Di Malaysia, Boost cukup populer terutama di segmen kuliner dan ritel.
Kamu bisa menemukan QR code Boost di banyak warung makan, kafe, dan toko ritel lokal. Boost juga aktif memberikan cashback dan promo yang menarik penggunanya untuk lebih sering bertransaksi lewat platform ini.
MAE (Maybank Anytime Everyone) adalah dompet digital sekaligus aplikasi mobile banking dari Maybank, bank terbesar di Malaysia. MAE menawarkan fitur e-wallet yang terintegrasi langsung dengan rekening bank Maybank dan sudah diterima di banyak merchant.
Bagi pengguna yang punya rekening Maybank Malaysia, MAE menjadi pilihan yang paling seamless karena tidak perlu top up terpisah.
BigPay adalah e-wallet yang terhubung dengan AirAsia dan menawarkan kartu virtual maupun fisik berlogo Mastercard yang bisa digunakan di mana pun Mastercard diterima. Ini salah satu kelebihan BigPay dibandingkan dengan e-wallet lokal Malaysia lainnya: bisa digunakan di merchant internasional, bukan hanya di Malaysia.
BigPay juga menawarkan kurs yang cukup kompetitif untuk transaksi dalam mata uang asing, sehingga cukup menarik bagi pengguna yang sering bepergian ke luar negeri.
Setel adalah e-wallet yang dikembangkan oleh Petronas, perusahaan minyak nasional Malaysia. Awalnya difungsikan untuk pembayaran di SETEL-enabled Petronas stations, kini Setel sudah berkembang menjadi platform yang bisa digunakan di berbagai merchant dan layanan lainnya.
Kalau kamu sering berkendara di Malaysia, Setel bisa sangat berguna karena memungkinkan pembayaran BBM dari dalam mobil tanpa perlu keluar atau antre di kasir.
Dari semua e-wallet yang ada di Malaysia, TNG tetap yang paling disarankan untuk wisatawan dan pebisnis dari Indonesia karena penerimaannya paling luas, terutama untuk transportasi umum.
GrabPay cocok kalau kamu sudah aktif menggunakan Grab dan ingin satu aplikasi untuk berbagai kebutuhan. ShopeePay relevan kalau kamu sering berbelanja di ekosistem Shopee Malaysia. BigPay menjadi pilihan terbaik kalau kamu butuh e-wallet yang bisa digunakan di luar Malaysia juga.
Baca Juga: Kirim Uang ke Malaysia, Cek Kode Bank Malaysia di Sini!
Kalau kebutuhan kamu bukan sekadar bertransaksi dengan e-wallet saat berada langsung di Malaysia, tapi lebih ke mengirim uang dari Indonesia ke Malaysia untuk keperluan bisnis, impor barang, atau keluarga, ada solusi yang lebih praktis dan lebih efisien.
Flip Globe mendukung pengiriman uang dari Indonesia ke Malaysia langsung ke rekening bank Malaysia penerima. Kurs yang ditawarkan transparan dan sudah tampil sebelum kamu konfirmasi transaksi, tanpa ada komponen biaya yang disembunyikan. Prosesnya sepenuhnya digital dari aplikasi Flip, tidak perlu ke bank atau agen pengiriman uang manapun.
Penerima di Malaysia kemudian bisa memindahkan dana yang masuk ke rekening bank mereka ke TNG eWallet, GrabPay, atau e-wallet mana pun yang mereka gunakan sehari-hari. Dari sisi kamu sebagai pengirim di Indonesia, prosesnya jauh lebih simpel dibanding harus mengurus akses ke e-wallet Malaysia secara langsung. Tidak perlu punya nomor ponsel Malaysia, tidak perlu registrasi akun lokal, dan tidak perlu khawatir soal keterbatasan fitur untuk pengguna asing.
Cek kurs Rupiah ke Ringgit Malaysia hari ini dan mulai transfer di Flip Globe.
Share