mural
homeforward
Cara Impor dari Malaysia ke Indonesia untuk Pemula

Cara Impor dari Malaysia ke Indonesia untuk Pemula

Malaysia adalah salah satu mitra dagang terdekat Indonesia. Jaraknya dekat, hubungan bisnisnya sudah lama terjalin, dan banyak produk Malaysia yang punya permintaan cukup tinggi di pasar Indonesia, mulai dari produk makanan dan minuman, kosmetik, elektronik, bahan bangunan, hingga tekstil dan fashion.

Kalau kamu tertarik memulai bisnis impor dari Malaysia, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami dari awal agar prosesnya berjalan lancar. Mulai dari regulasi yang berlaku, cara menemukan supplier yang tepat, pilihan pengiriman, hingga metode pembayaran yang paling efisien.

Pelajari Pajak dan Regulasi Impor dari Malaysia

Sebelum mulai order pertama, pemahaman soal regulasi impor adalah fondasi yang tidak bisa dilewati. Tanpa ini, kamu bisa terkena biaya tak terduga atau bahkan barang tertahan di bea cukai.

1. Tarif Bea Masuk dari Malaysia

Salah satu keuntungan besar impor dari Malaysia adalah kedudukannya sebagai sesama anggota ASEAN. Dalam kerangka AFTA (ASEAN Free Trade Area), banyak produk dari Malaysia yang bisa masuk ke Indonesia dengan tarif bea masuk yang sangat rendah bahkan 0%, selama dilengkapi dengan Certificate of Origin Form D yang sah.

Tanpa Form D, tarif bea masuk berlaku sesuai ketentuan umum yang bervariasi tergantung jenis barang dan kode HS-nya. Jadi pastikan suppliermu bisa menerbitkan Form D untuk memaksimalkan keuntungan tarif AFTA ini.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Impor Barang ke Indonesia

2. Komponen Pajak Impor yang Berlaku

Selain bea masuk, ada beberapa komponen pajak lain yang perlu diperhitungkan dalam total landed cost kamu:

PPN impor sebesar 11% dihitung dari nilai pabean ditambah bea masuk. PPh Pasal 22 impor sebesar 2,5% untuk importir ber-API (Angka Pengenal Impor) atau 7,5% untuk yang belum ber-API. Untuk produk tertentu yang dikategorikan barang mewah, ada tambahan PPnBM.

Semakin rendah bea masuk yang kamu bayar berkat AFTA, semakin kecil pula dasar pengenaan PPN dan pajak lainnya. Ini membuat penggunaan Form D benar-benar berdampak berganda pada total penghematan biaya.

3. Dokumen yang Dibutuhkan

Dokumen standar untuk impor dari Malaysia mencakup Commercial Invoice, Packing List, Bill of Lading atau Airway Bill, Certificate of Origin Form D, dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang diajukan ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Untuk produk tertentu, mungkin ada izin tambahan dari instansi terkait seperti BPOM untuk produk makanan dan kosmetik.

Baca Juga: Mau Impor? Dokumen Impor Barang Berikut Harus Ada

Cari Supplier Malaysia yang Tepercaya

Menemukan supplier yang tepat adalah kunci keberhasilan bisnis impor dari Malaysia. Ada beberapa cara yang bisa kamu tempuh.

1. Platform B2B dan Direktori Bisnis Malaysia

Malaysia punya beberapa platform dan direktori bisnis yang bisa jadi titik awal pencarianmu. Malaysian External Trade Development Corporation (MATRADE) adalah lembaga resmi pemerintah Malaysia yang mempertemukan eksportir Malaysia dengan buyer internasional. Database supplier di MATRADE cukup terpercaya karena sudah melalui seleksi awal.

Selain itu, platform seperti Alibaba dengan filter lokasi Malaysia atau jejaring bisnis di LinkedIn juga bisa jadi sumber. Banyak perusahaan Malaysia yang aktif di platform-platform ini untuk menjangkau buyer internasional.

2. Pameran Dagang Malaysia-Indonesia

Malaysia dan Indonesia rutin mengadakan pameran dagang bilateral yang mempertemukan eksportir Malaysia dengan importir Indonesia. Menghadiri event seperti ini memberi kamu kesempatan untuk bertemu langsung dengan supplier, melihat sampel produk secara fisik, dan membangun relasi bisnis yang lebih kuat.

3. Komunitas Importir Online

Bergabung dengan komunitas importir Indonesia yang aktif di media sosial atau forum online bisa membuka akses ke rekomendasi supplier Malaysia yang sudah terbukti oleh anggota lain. Pengalaman sesama pelaku bisnis sering kali lebih jujur dan langsung ke poin dibanding hasil pencarian di internet.

Baca Juga: Barang Impor Terlaris di Indonesia, Ide untuk Reseller

Cari Agen Pengiriman dari Malaysia ke Indonesia

Setelah deal dengan supplier terkonfirmasi, langkah berikutnya adalah mengatur pengiriman. Ada beberapa opsi yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Kargo Udara

Kargo udara adalah pilihan tercepat dengan waktu tempuh biasanya 2 sampai 5 hari dari Malaysia ke Indonesia. Ini cocok untuk produk bernilai tinggi dengan volume tidak terlalu besar, atau untuk pengiriman pertama yang masih dalam skala uji coba. Biayanya dihitung per kilogram aktual atau volumetrik.

2. Kargo Laut

Untuk order dalam jumlah besar, kargo laut jauh lebih hemat dari sisi biaya per kilogram. Waktu tempuh dari Malaysia ke pelabuhan di Indonesia biasanya 3 sampai 7 hari untuk jalur reguler. Kalau volumenya belum cukup untuk satu kontainer penuh, kamu bisa menggunakan layanan LCL (Less than Container Load) yang menggabungkan kirimanmu dengan kiriman importir lain.

3. Jasa Kargo Khusus Rute Malaysia-Indonesia

Ada banyak jasa kargo yang memang spesialis di rute Malaysia-Indonesia dan memahami prosedur kepabeanan kedua negara dengan baik. Menggunakan jasa mereka bisa mempermudah proses kepabeanan karena mereka biasanya juga menyediakan layanan customs clearance.

Baca Juga: 5 Cara Hemat Biaya Impor Barang dari China

Pilih Cara Bayar Supplier Malaysia yang Paling Hemat

Metode pembayaran yang kamu pilih untuk membayar supplier Malaysia bisa berdampak signifikan pada total biaya yang dikeluarkan, terutama kalau kamu rutin melakukan order.

1. Transfer Internasional via Flip Globe

Ini metode yang paling direkomendasikan untuk efisiensi biaya. Flip Globe mendukung pengiriman uang dari Indonesia ke Malaysia dengan kurs yang transparan dan biaya yang sudah tampil jelas sebelum kamu konfirmasi transaksi. Tidak ada markup kurs tersembunyi dan tidak ada biaya koresponden bank yang tiba-tiba muncul setelah transfer.

Prosesnya sepenuhnya digital, bisa dilakukan dari mana saja, dan cocok untuk pembayaran rutin ke supplier Malaysia tanpa perlu bolak-balik ke bank. Untuk importir yang melakukan pembayaran ke Malaysia beberapa kali dalam sebulan, penghematan dari memilih Flip Globe dibanding transfer bank konvensional bisa sangat terasa dalam jangka panjang.

Mulai transfer ke supplier Malaysia sekarang di Flip Globe. Cek kurs Rupiah ke Ringgit Malaysia hari ini dan pastikan setiap pembayaran kamu efisien.

Baca Juga: Cara Aman dan Cepat Transfer Uang ke Malaysia

2. Transfer Bank via SWIFT

Transfer bank konvensional via SWIFT bisa dilakukan dari hampir semua bank Indonesia ke rekening bank Malaysia manapun. Ini pilihan yang tersedia luas, tapi biayanya umumnya lebih tinggi dibanding layanan remitansi digital. Prosesnya juga bisa memakan waktu 1 sampai 3 hari kerja dan kadang ada biaya tambahan dari bank koresponden di pihak penerima.

3. Letter of Credit untuk Order Besar

Untuk order dalam nilai yang sangat besar atau dengan supplier baru yang belum kamu kenal dengan baik, Letter of Credit (L/C) bisa memberikan perlindungan tambahan. Dengan L/C, dana hanya dilepaskan ke supplier setelah semua dokumen pengiriman yang disyaratkan diserahkan ke bank. Ini meminimalkan risiko supplier kabur setelah menerima pembayaran tanpa mengirim barang.

Mulai Impor dari Malaysia dengan Langkah yang Benar

Impor dari Malaysia punya banyak keuntungan dibanding impor dari negara yang lebih jauh: jarak lebih dekat, tarif bea masuk lebih rendah berkat AFTA, dan hubungan dagang Indonesia-Malaysia yang sudah sangat terjalin. Kuncinya ada di pemahaman regulasi yang benar, pemilihan supplier yang tepercaya, dan efisiensi biaya di setiap tahap proses.

Untuk urusan pembayaran ke supplier Malaysia, pastikan kamu menggunakan layanan yang transparan dan kompetitif. Setiap penghematan di biaya transfer akan langsung menambah margin keuntunganmu, terutama kalau volume impor terus meningkat seiring berkembangnya bisnis. Mulai dari order kecil dulu untuk mengenal karakteristik supplier dan prosedur impornya, lalu tingkatkan volume secara bertahap seiring kepercayaan diri yang tumbuh.

Share

Others

Categories

4.8

App Store

starstarstarstarstar
App Store
rating

Flip Head Office

Arkadia Green Office Park, Tower F 3rd Floor, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88, Kebagusan, Pasar Minggu, South Jakarta, 12520.

Flip Call Center: 021-30002424

Company

About FlipCareersPartnershipUser Story

Directorate General of Consumer Protection and Trade Order, Ministry of Trade of Indonesia

WhatsApp 0853 1111 1010

© 2026 PT Fliptech Lentera Inspirasi Indonesia