mural
homeforward
Apa Itu UnionPay? Panduan Lengkap untuk Transaksi di China

Apa Itu UnionPay? Panduan Lengkap untuk Transaksi di China

Kamu pernah melihat logo merah-biru berbentuk seperti setengah lingkaran di mesin ATM atau terminal pembayaran, terutama saat berkunjung ke China atau bertemu dengan turis dari Tiongkok? Itu adalah UnionPay. 

Bagi jutaan orang di Asia, logo itu sudah semewah logo Visa atau Mastercard. Tapi bagi banyak orang Indonesia, UnionPay masih terasa asing dan membingungkan.

Padahal pemahaman soal UnionPay jadi semakin relevan, terutama bagi kamu yang punya urusan dengan China: berbisnis dengan supplier di sana, berencana liburan ke Beijing atau Shanghai, mengirim uang ke rekan kerja di Tiongkok, atau sekadar ingin tahu mengapa metode pembayaran ini mendominasi negara berpenduduk terbesar di dunia.

Apa Itu UnionPay dan Bagaimana Sejarahnya?

UnionPay, atau lengkapnya China UnionPay (CUP), adalah jaringan pembayaran kartu terbesar di dunia yang lahir dari kebutuhan China untuk memiliki sistem pembayaran nasional yang mandiri. 

Didirikan pada 26 Maret 2002 di Shanghai atas persetujuan People's Bank of China (PBOC), UnionPay awalnya hanya bertugas menghubungkan mesin ATM dari berbagai bank di seluruh daratan China menjadi satu jaringan yang terintegrasi.

Sebelum UnionPay ada, nasabah satu bank di China tidak bisa menarik uang dari ATM bank lain tanpa biaya mahal. 

UnionPay menjadi solusi atas masalah itu, sekaligus menjadi infrastruktur yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi digital China yang kemudian berlangsung sangat cepat.

Dari Jaringan Domestik Menjadi Pemain Global

Perkembangan UnionPay dari pemain lokal menjadi kekuatan global terjadi lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pengamat keuangan. 

Pada 2015, UnionPay sudah melampaui Visa dan Mastercard dalam total nilai transaksi gabungan kartu debit dan kredit secara global. Per 2025, sekitar 43% dari seluruh transaksi UnionPay sudah terjadi di luar China, sebuah angka yang sangat kontras dibanding hanya 0,5% satu dekade sebelumnya.

Saat ini kartu UnionPay diterima di lebih dari 180 negara dan wilayah. UnionPay International, anak perusahaan yang mengurusi ekspansi global, sudah bermitra dengan lebih dari 2.500 institusi keuangan di seluruh dunia. 

Di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, logo UnionPay sudah bisa ditemukan di banyak ATM, hotel, dan restoran di kota-kota besar.

Cara Kerja UnionPay: Bukan Sekadar Kartu Biasa

Secara fungsi dasar, UnionPay bekerja seperti Visa atau Mastercard: menghubungkan pemegang kartu dengan merchant melalui jaringan pembayaran elektronik. Tapi ada beberapa karakteristik yang membedakannya, terutama dari sisi dominasi di China dan cara transaksi yang berlaku di sana.

Jaringan Antar Bank yang Menyatukan China

Di dalam China, hampir semua transaksi kartu, baik di ATM, toko fisik, maupun secara online, melewati jaringan UnionPay. Ini bukan pilihan, melainkan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Ketika kamu gesek atau tap kartu di sebuah toko di Shanghai, sistem akan memproses transaksi melalui infrastruktur UnionPay secara real-time.

Berbeda dari Visa dan Mastercard yang lebih umum digunakan lewat mekanisme kredit berbasis tagihan bulanan, UnionPay awalnya sangat kuat di segmen kartu debit. 

Mayoritas warga China menggunakannya sebagai akses ke rekening bank mereka sehari-hari, bukan sebagai instrumen kredit. Ini yang membuat UnionPay begitu dominan dari sisi jumlah kartu yang beredar, meski dari sisi nilai transaksi global Visa masih unggul jika semua kategori kartu digabung.

Sistem Keamanan Berlapis

UnionPay menggunakan sistem autentikasi dua faktor untuk memvalidasi transaksi. Untuk kartu debit, verifikasi dilakukan lewat PIN dan OTP (One-Time Password). Untuk kartu kredit, sistem meminta CVV dan OTP yang dikirim ke nomor HP terdaftar. Mekanisme ini mirip dengan standar keamanan perbankan internasional modern, sehingga UnionPay dianggap cukup aman untuk transaksi bernilai tinggi sekalipun.

Dana dari setiap transaksi juga tidak langsung masuk ke rekening merchant begitu pembeli melakukan pembayaran. Ada proses otorisasi dan pembekuan sementara di rekening bank pemegang kartu sebelum dana resmi berpindah. Mekanisme ini melindungi kedua belah pihak dari potensi penipuan transaksi.

Baca Juga: Pilihan E-Wallet Populer di China dan Tips Transaksinya

Fungsi dan Kegunaan UnionPay

UnionPay bukan satu produk tunggal, melainkan ekosistem pembayaran yang mencakup beberapa jenis kartu dan metode transaksi. 

Memahami variasinya membantu kamu memilih opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan. Berikut jenis kartu UnionPay:

Kartu Debit UnionPay

Kartu Debit UnionPay adalah produk paling umum dan paling banyak dipegang warga China. Kartu ini terhubung langsung ke rekening bank, sehingga dana langsung terpotong saat transaksi. 

Bagi wisatawan asing, beberapa bank di Indonesia sudah menerbitkan kartu debit berlogo UnionPay yang bisa digunakan di ATM dan merchant di China, salah satunya adalah Bank of China cabang Jakarta yang menerbitkan kartu debit dual currency (IDR dan CNY).

Kartu Kredit UnionPay 

Kartu Kredit UnionPay diterbitkan oleh berbagai bank yang bermitra dengan jaringan UnionPay, termasuk beberapa bank Indonesia seperti BCA. 

Berbeda dari kartu debit, kartu kredit UnionPay memberikan limit belanja yang bisa dilunasi kemudian, dengan keuntungan tambahan berupa poin reward dan promo tertentu, terutama saat digunakan di negara-negara Asia seperti China, Hong Kong, dan Macau.

Kartu Prepaid UnionPay 

Kartu Prepaid UnionPay bekerja seperti e-money yang perlu diisi saldo terlebih dahulu sebelum digunakan. 

Kartu ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengontrol pengeluaran selama berada di China tanpa harus membuka rekening bank lokal. Ini juga opsi yang lebih aman karena risiko kerugian terbatas pada saldo yang sudah diisi.

Kegunaan UnionPay untuk Wisatawan dan Pelaku Bisnis

UnionPay punya fungsi yang cukup relevan, baik untuk wisatawan maupun pelaku bisnis yang berhubungan dengan China. Kegunaannya bisa dilihat dari beberapa situasi berikut:

  • Mempermudah transaksi di merchant lokal China
    Tidak semua merchant di China menerima Visa atau Mastercard, terutama di luar area wisata. Dalam situasi seperti ini, UnionPay bisa jadi opsi yang lebih mudah diterima untuk pembayaran sehari hari.
  • Dipakai untuk tarik tunai atau transaksi di ATM tertentu
    Kartu UnionPay yang kompatibel bisa membantu pengguna mengakses uang tunai atau melakukan transaksi perbankan di jaringan ATM yang mendukung UnionPay.
  • Mendukung pembayaran dalam ekosistem domestik China
    Di banyak kota di China, pembayaran sudah sangat terintegrasi dengan sistem lokal. UnionPay bisa menjadi pintu masuk yang lebih relevan ke sistem ini dibanding kartu internasional biasa.
  • Bisa ditautkan ke aplikasi pembayaran tertentu
    Dalam beberapa kasus, kartu UnionPay dapat dihubungkan ke aplikasi seperti Alipay atau WeChat Pay, sehingga memudahkan transaksi QR code yang sangat umum digunakan di China.
  • Membantu pelaku bisnis bertransaksi dengan mitra di China
    Bagi pelaku bisnis, UnionPay adalah jaringan pembayaran yang sudah sangat dikenal oleh banyak pihak di China. Ini bisa membantu dari sisi kemudahan pemahaman dan penerimaan pembayaran.

Meski begitu, untuk transfer uang dari Indonesia ke rekening China, UnionPay bukan satu satunya jalur dan belum tentu yang paling efisien dari sisi biaya. 

Karena itu, kalau kebutuhan kamu adalah mengirim dana lintas negara, tetap penting membandingkan metode pembayaran lain yang lebih praktis dan transparan.

Baca Juga: Alipay: Cara Daftar, Top Up, Transfer, dan Kelebihannya

Perbedaan UnionPay dengan Visa dan Mastercard

Kalau kamu sudah terbiasa dengan Visa atau Mastercard, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu dipahami sebelum menggunakan UnionPay.

Cakupan Geografis dan Dominasi Pasar

Visa dan Mastercard mendominasi pasar global di luar Asia, terutama di Amerika, Eropa, dan Australia. Di Indonesia sendiri, sebagian besar e-commerce dan merchant menerima keduanya sebagai metode pembayaran utama. UnionPay, di sisi lain, adalah raja di China dan kawasan Asia. 

Di luar China, penerimaan UnionPay terus tumbuh tapi belum merata, terutama di merchant online internasional yang belum semua mengintegrasikan gateway UnionPay.

Ini artinya jika kamu hanya perlu kartu untuk transaksi sehari-hari di Indonesia atau perjalanan ke Eropa dan Amerika, Visa atau Mastercard tetap jadi pilihan yang lebih universal. 

Tapi untuk perjalanan atau bisnis yang melibatkan China dan kawasan Asia Timur, UnionPay memberikan jangkauan yang lebih baik di merchant lokal.

Biaya Transaksi dan Kurs Konversi

Salah satu alasan kartu UnionPay populer di kalangan yang sering ke China adalah kurs konversinya yang lebih kompetitif untuk transaksi dalam mata uang CNY (Yuan) dibanding Visa atau Mastercard. 

Beberapa pengguna kartu kredit BCA UnionPay misalnya melaporkan bahwa kurs yang diterapkan saat berbelanja di China, Hong Kong, dan Macau cukup menguntungkan dibanding kartu berjaringan Visa.

Tapi ini tidak berlaku universal. Untuk transaksi di negara lain di luar kawasan Asia Timur, kurs dan biaya kartu UnionPay tidak selalu lebih baik. Penting untuk mengecek ketentuan bank penerbit sebelum menggunakannya di negara tertentu.

Ekosistem Digital

Visa dan Mastercard bekerja lebih banyak sebagai jaringan kartu fisik yang juga mendukung transaksi online. 

UnionPay punya ekosistem digital sendiri lewat UnionPay Mobile yang mendukung pembayaran QR dan NFC, dan kartu UnionPay bisa ditautkan ke Alipay serta WeChat Pay untuk digunakan di merchant yang menerima kedua platform tersebut. 

Ini membuat UnionPay lebih fleksibel di ekosistem pembayaran digital China yang sangat beragam.

Baca Juga: Alipay vs WeChat Pay: Pilih Mana untuk Transaksi di China?

Alternatif Pembayaran ke China yang Bisa Kamu Gunakan

UnionPay berguna untuk transaksi di tempat atau saat kamu berada fisik di China. Tapi untuk kebutuhan mengirim uang dari Indonesia ke rekening bank di China, ada cara yang lebih praktis dan efisien.

Flip Globe adalah layanan transfer uang internasional dari Flip yang mendukung pengiriman langsung dari Rupiah ke Yuan (CNY) ke rekening bank di China. Biayanya mulai dari Rp25.000 dengan kurs mid-market rate yang transparan, jauh lebih hemat dibanding transfer via SWIFT konvensional yang biayanya tidak terduga dan kursnya sering kurang kompetitif.

Ini sangat relevan bagi kamu yang perlu membayar supplier di China, mengirim uang ke rekan bisnis, atau mendukung kebutuhan keluarga yang tinggal atau kuliah di sana. Semua prosesnya dilakukan lewat aplikasi Flip tanpa perlu ke bank, terdaftar resmi di Bank Indonesia, dan dana biasanya tiba dalam satu hari kerja.

Saat ini Flip Globe belum mendukung transfer langsung ke kartu UnionPay. Tapi untuk kebutuhan transfer ke rekening bank China, Flip Globe tetap menjadi jalur yang paling efisien dari Indonesia.

Baca Juga: Cara Terbaik Transfer Uang ke China yang Hemat dan Aman

UnionPay adalah salah satu pemain terbesar dalam sejarah keuangan global, dan pemahamannya jadi semakin penting seiring meningkatnya interaksi ekonomi antara Indonesia dan China. 

Tapi seperti semua instrumen keuangan, kegunaannya sangat bergantung pada konteks: di mana kamu berada, apa yang perlu dibayarkan, dan ke mana uangnya harus pergi.

Untuk kebutuhan transfer uang dari Indonesia ke China secara digital, Flip Globe adalah pilihan yang lebih praktis dan transparan dari sisi biaya. Kirim ke China dan 60+ negara lainnya, langsung dari aplikasi Flip.

Share

Others

Categories

4.8

App Store

starstarstarstarstar
App Store
rating

Flip Head Office

Arkadia Green Office Park, Tower F 3rd Floor, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88, Kebagusan, Pasar Minggu, South Jakarta, 12520.

Flip Call Center: 021-30002424

Company

About FlipCareersPartnershipUser Story

Directorate General of Consumer Protection and Trade Order, Ministry of Trade of Indonesia

WhatsApp 0853 1111 1010

© 2026 PT Fliptech Lentera Inspirasi Indonesia