mural
homeforward
Alipay vs UnionPay: Mana yang Lebih Cocok di China?

Alipay vs UnionPay: Mana yang Lebih Cocok di China?

Mau ke China untuk liburan, berbisnis dengan supplier, atau sekadar mengirim uang ke rekanan di sana? Pertanyaan soal metode pembayaran hampir pasti muncul: sebaiknya pakai Alipay atau UnionPay?

Keduanya sama-sama nama besar di ekosistem keuangan China, tapi cara kerjanya sangat berbeda. Alipay adalah dompet digital berbasis aplikasi, sementara UnionPay adalah jaringan kartu seperti Visa atau Mastercard, hanya saja berasal dari China. 

Membandingkan keduanya sebenarnya seperti membandingkan GoPay dengan Visa: keduanya berguna, tapi untuk skenario yang berbeda. Pemahaman soal perbedaan ini akan membuat kamu jauh lebih siap sebelum bertransaksi di China.

Perbedaan Fungsi Alipay dan UnionPay

Alipay dan UnionPay bukan saingan langsung. Keduanya beroperasi di lapisan yang berbeda dalam ekosistem pembayaran China.

Alipay: Dompet Digital Berbasis Aplikasi

Alipay adalah platform pembayaran digital yang dikembangkan oleh Ant Group, anak perusahaan Alibaba. Diluncurkan pada 2004 awalnya untuk memfasilitasi transaksi di platform e-commerce Taobao, Alipay kini berkembang menjadi super app keuangan dengan lebih dari 1,3 miliar pengguna. Pangsa pasarnya di segmen digital payment China mencapai sekitar 55%.

Cara kerjanya berbasis QR code: kamu buka aplikasi Alipay, tampilkan atau pindai kode QR, dan transaksi selesai. Tidak ada kartu fisik yang perlu dibawa. Alipay juga menyimpan saldo sendiri dan bisa dihubungkan ke rekening bank atau kartu internasional sebagai sumber dana. 

Selain bayar di merchant, Alipay mendukung pembayaran tagihan, beli tiket transportasi dan wisata, transfer uang ke sesama pengguna, bahkan layanan investasi dan pinjaman untuk pengguna China.

UnionPay: Jaringan Kartu Perbankan China

UnionPay adalah jaringan kartu, bukan aplikasi. Fungsinya sama seperti Visa atau Mastercard: menghubungkan pemegang kartu dengan merchant melalui terminal pembayaran fisik (mesin EDC) atau ATM. 

Kartu yang kamu gesek, tap, atau masukkan ke mesin ATM di China hampir pasti memiliki logo UnionPay, karena sistem perbankan China memang berjalan di atas infrastruktur UnionPay.

UnionPay tidak punya saldo sendiri. Ia hanyalah jaringan yang memproses transaksi antara rekening bank pemegang kartu dengan rekening bank merchant. Untuk bisa menggunakan UnionPay, kamu perlu memiliki kartu fisik berlogo UnionPay, baik kartu debit yang terhubung ke rekening bank, kartu kredit UnionPay, maupun kartu prepaid UnionPay yang diisi saldo terlebih dahulu.

Baca Juga: Pilihan E-Wallet Populer di China dan Tips Transaksinya

Kelebihan dan Keterbatasan Masing-Masing

Memahami kekuatan dan batasan Alipay dan UnionPay akan membantu kamu memilih mana yang paling cocok untuk situasimu. 

Keduanya sama sama berguna di China, tetapi konteks penggunaannya berbeda, jadi sebaiknya tidak dilihat sebagai pengganti yang selalu setara.

Kelebihan Alipay

Bagi pengguna dari Indonesia, Alipay biasanya terasa lebih praktis untuk disiapkan sebelum berangkat. Kamu tidak perlu punya rekening bank China, dan proses awalnya cenderung lebih ramah untuk wisatawan asing yang hanya butuh alat bayar sehari hari.

  • Lebih mudah diakses oleh pengguna Indonesia
    Kamu bisa mendaftar memakai nomor HP Indonesia dan verifikasi dengan paspor, jadi tidak harus punya identitas lokal China.
  • Tidak perlu rekening bank China
    Setelah akun aktif, kamu bisa menautkan kartu Visa atau Mastercard dari bank Indonesia sebagai sumber pembayaran.
  • Cocok untuk wisatawan yang butuh persiapan cepat
    Buat perjalanan yang waktunya mepet, Alipay biasanya lebih cepat disiapkan dibanding harus mengajukan kartu fisik baru.
  • Jaringan merchant sangat luas
    Alipay diterima di banyak tempat di China, mulai dari merchant besar sampai penjual kecil, jadi lebih relevan untuk transaksi harian.
  • Nyaman dipakai untuk pembayaran QR
    Karena budaya pembayaran QR di China sangat kuat, Alipay terasa praktis untuk belanja, makan, atau bayar kebutuhan sehari hari.
  • Antarmuka lebih ramah untuk pengguna asing
    Aplikasinya sudah mendukung bahasa Inggris, jadi lebih mudah dipahami kalau kamu tidak bisa membaca huruf China.

Kekurangan dan Keterbatasan Alipay untuk Pengguna Asing

Meski praktis, Alipay untuk pengguna asing tetap punya batasan. Jadi, walaupun cocok untuk wisata, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum menjadikannya alat bayar utama.

  • Fitur akun asing tidak selengkap akun lokal China
    Beberapa layanan tidak tersedia, misalnya menerima transfer dari pengguna Alipay China atau menikmati promo lokal tertentu.
  • Tidak semua fitur ekosistem bisa dipakai
    Akses ke fitur yang lebih dalam seperti layanan investasi atau fungsi finansial tertentu biasanya terbatas untuk akun luar negeri.
  • Bisa ada biaya tambahan saat transaksi besar
    Jika total transaksi harian melebihi nominal tertentu, ada kemungkinan muncul biaya konversi tambahan dari sistem pembayaran.
  • Masih bisa kena biaya dari bank penerbit kartu
    Walaupun Alipay-nya sudah aktif, bank kamu di Indonesia tetap bisa membebankan foreign transaction fee atau biaya konversi mata uang.
  • Saldo punya masa berlaku tertentu
    Untuk fitur tertentu yang dipakai wisatawan, saldo yang diisi tidak selalu berlaku selamanya dan bisa punya batas waktu penggunaan.

Kelebihan UnionPay

Kalau Alipay unggul di sisi akses dan pembayaran QR, UnionPay lebih kuat di area yang masih mengandalkan kartu fisik. Ini membuat UnionPay terasa lebih relevan untuk kebutuhan yang lebih formal atau perjalanan yang butuh fleksibilitas kartu.

  • Kuat untuk transaksi berbasis kartu fisik
    Cocok untuk situasi yang mengandalkan gesek kartu, chip, atau tarik tunai lewat ATM.
  • Lebih mulus untuk penarikan tunai di China
    ATM di China umumnya sangat akrab dengan jaringan UnionPay, jadi kompatibilitasnya lebih baik.
  • Cocok untuk merchant formal
    Hotel, department store premium, dan merchant yang lebih formal biasanya lebih siap menerima kartu UnionPay secara langsung.
  • Berguna untuk perjalanan lintas negara
    Karena jaringan UnionPay diterima di banyak negara, kartu ini bisa tetap berguna kalau perjalananmu tidak hanya ke China.
  • Bisa lebih efisien untuk kartu tertentu
    Kalau kamu sudah punya kartu UnionPay yang mendukung transaksi langsung dalam Yuan, potensi konversi berlapis bisa lebih kecil.
  • Lebih rapi untuk kebutuhan administrasi bisnis
    Untuk transaksi formal yang perlu bukti kartu atau pencatatan pengeluaran yang lebih jelas, UnionPay sering terasa lebih praktis.

Kekurangan dan Keterbatasan UnionPay untuk Wisatawan Indonesia

UnionPay punya nilai praktis yang kuat, tetapi hambatan utamanya ada di tahap persiapan. Buat wisatawan yang ingin solusi cepat, inilah bagian yang sering terasa kurang fleksibel.

  • Harus punya kartu fisik lebih dulu
    UnionPay tidak bisa langsung dipakai kalau kamu belum memiliki kartunya sebelum berangkat.
  • Tidak semua bank Indonesia menerbitkannya
    Opsi penerbit di Indonesia lebih terbatas dibanding kartu Visa atau Mastercard.
  • Proses pengajuan butuh waktu
    Kalau perjalananmu sudah dekat, UnionPay bisa terasa kurang praktis karena tidak selalu bisa disiapkan mendadak.
  • Kurang fleksibel untuk kebutuhan QR instan
    Dalam praktik sehari hari di China, banyak transaksi kecil lebih cepat dilakukan lewat aplikasi QR daripada kartu fisik.
  • Belum tentu jadi opsi paling cepat untuk wisatawan singkat
    Kalau kamu hanya pergi beberapa hari dan butuh alat bayar yang bisa aktif cepat, UnionPay sering kalah praktis dibanding Alipay.

Baca Juga: Alipay: Cara Daftar, Top Up, Transfer, dan Kelebihannya

Kapan Sebaiknya Pakai Alipay, Kapan Pakai UnionPay?

Tidak ada satu jawaban yang cocok untuk semua orang, karena pilihan terbaik tergantung pada tujuan perjalanan, durasi kunjungan, dan alat pembayaran yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Supaya lebih gampang menentukan, kamu bisa melihatnya berdasarkan skenario penggunaan.

Kapan Sebaiknya Pakai Alipay?

Alipay lebih cocok dipakai kalau kamu ingin alat pembayaran yang praktis, cepat disiapkan, dan relevan dengan kebiasaan transaksi di China saat ini. Ini biasanya jadi pilihan paling masuk akal untuk wisatawan atau pengguna yang lebih sering belanja dan bayar lewat QR.

Alipay lebih cocok dipakai kalau kamu:

  • ingin menyiapkan alat pembayaran dari Indonesia sebelum berangkat
  • tidak punya rekening bank China
  • tidak punya kartu UnionPay fisik
  • lebih sering transaksi di restoran lokal, pasar, minimarket, dan transportasi
  • ingin pembayaran QR yang cepat dan praktis
  • butuh solusi yang terasa familiar untuk transaksi harian

Dalam praktiknya, Alipay terasa paling berguna saat kamu berada di tempat yang ramai transaksi QR, seperti pasar tradisional, restoran lokal, atau merchant kecil yang tidak selalu punya mesin kartu. Untuk wisatawan, ini biasanya lebih relevan daripada kartu, karena banyak pengeluaran harian justru terjadi di tempat seperti itu.

Kapan Sebaiknya Pakai UnionPay?

UnionPay lebih pas dipakai kalau kamu sudah menyiapkan kartu fisiknya dari awal dan memang membutuhkan fungsi kartu yang lebih formal. Ini biasanya lebih relevan untuk perjalanan bisnis, kunjungan yang lebih panjang, atau kondisi ketika tarik tunai dan transaksi kartu masih penting.

UnionPay lebih cocok dipakai kalau kamu:

  • sering bepergian ke China untuk urusan bisnis
  • butuh akses tarik tunai di ATM dengan kompatibilitas tinggi
  • sudah punya kartu UnionPay dari bank penerbit di Indonesia
  • ingin transaksi langsung dalam Yuan lewat kartu tertentu
  • lebih sering bertransaksi di hotel, department store, atau merchant formal
  • perlu pencatatan pengeluaran yang lebih rapi untuk laporan bisnis

Dalam situasi seperti perjalanan bisnis, UnionPay bisa terasa lebih cocok karena banyak transaksi yang sifatnya formal dan perlu dokumentasi lebih jelas. Misalnya untuk hotel, makan malam bisnis, atau pengeluaran perusahaan, kartu fisik biasanya masih terasa lebih rapi dari sisi administrasi.

UnionPay juga lebih relevan kalau kamu sudah punya kartu dual currency atau kartu yang memang dirancang untuk transaksi di jaringan UnionPay. Dalam kasus seperti ini, kartu bisa memberi pengalaman yang lebih stabil, terutama untuk penarikan tunai dan pembayaran formal yang tidak selalu nyaman dilakukan lewat aplikasi.

Baca Juga: Perbedaan Alipay Biasa vs Alipay+ untuk Bisnis Global

Kirim Uang ke China dari Indonesia: Pakai Alipay via Flip Globe

Selain untuk transaksi saat berada di China, banyak orang Indonesia yang juga perlu mengirim uang ke seseorang di China: bayar supplier, transfer ke pelajar, atau mengirim ke rekan bisnis. Untuk kebutuhan ini, jalurnya berbeda dari sekadar punya kartu atau aplikasi.

Kabar baiknya, Flip Globe mendukung pengiriman uang dari Indonesia langsung ke akun Alipay di China. Artinya, penerima di China bisa menerima dana langsung di saldo Alipay mereka tanpa perlu ke bank, tanpa perlu menyebut nomor rekening, cukup dengan ID Alipay atau nomor HP yang terdaftar.

Biaya transfer via Flip Globe mulai dari Rp25.000 dengan kurs mid-market rate yang transparan, semua terlihat sebelum kamu konfirmasi. Tidak ada potongan dari correspondent bank, tidak ada markup kurs tersembunyi. Proses dilakukan sepenuhnya lewat aplikasi Flip, terdaftar resmi di Bank Indonesia, dan dana biasanya tiba dalam beberapa jam hingga satu hari kerja.

Untuk UnionPay, Flip Globe saat ini belum mendukung top up langsung ke kartu UnionPay. Tapi untuk kebutuhan transfer ke rekening bank China secara umum, Flip Globe tetap menjadi jalur yang paling efisien dari Indonesia.

Baca Juga: Top Up Alipay Murah dan Aman via Flip Globe

Alipay dan UnionPay sebenarnya tidak harus dipilih salah satu. Kalau kamu wisatawan atau pelaku bisnis yang sering ke China, kombinasi keduanya justru paling ideal: Alipay untuk transaksi QR sehari-hari yang praktis, dan kartu UnionPay untuk akses ATM dan transaksi formal yang memerlukan kartu fisik.

Tapi kalau harus memilih satu karena baru pertama kali ke China dan waktunya terbatas, Alipay adalah pilihan yang lebih mudah disiapkan dari Indonesia. Daftar dengan paspor, aktifkan Tour Pass, tautkan kartu Visa atau Mastercard, dan kamu sudah siap bertransaksi di hampir semua merchant di China.

Untuk kebutuhan mengirim uang ke China atau top up Alipay dari Indonesia, gunakan Flip Globe, biaya mulai Rp25.000, kurs transparan, langsung ke Alipay penerima di China.

Share

Others

Categories

4.8

App Store

starstarstarstarstar
App Store
rating

Flip Head Office

Arkadia Green Office Park, Tower F 3rd Floor, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88, Kebagusan, Pasar Minggu, South Jakarta, 12520.

Flip Call Center: 021-30002424

Company

About FlipCareersPartnershipUser Story

Directorate General of Consumer Protection and Trade Order, Ministry of Trade of Indonesia

WhatsApp 0853 1111 1010

© 2026 PT Fliptech Lentera Inspirasi Pertiwi