
Flip Globe | 15 Juni 2026
Oleh : Anonim
Mendapat tawaran kerja di Singapura adalah pencapaian yang luar biasa. Tapi di balik kegembiraan itu, ada satu tugas yang tidak kalah penting dan sering kali diremehkan: persiapan finansial sebelum benar-benar pindah.
Pindah ke negara lain bukan sekadar soal beli tiket dan kemas koper. Kamu akan menghadapi serangkaian pengeluaran besar dalam waktu singkat, dari biaya relokasi, deposit apartemen, asuransi, hingga biaya hidup selama beberapa bulan pertama sebelum gaji pertama cair. Kalau tidak disiapkan dengan matang, tekanan finansial di awal bisa sangat menguras energi dan konsentrasi di tengah adaptasi yang sudah cukup berat.
Tidak ada angka yang berlaku universal karena sangat bergantung pada gaya hidup dan lokasi tempat tinggal kamu di Singapura. Tapi sebagai panduan awal, banyak WNI yang pindah ke Singapura merekomendasikan untuk menyiapkan dana setara 3 sampai 6 bulan biaya hidup sebagai buffer sebelum berangkat.
Mengapa sebesar itu? Karena di bulan-bulan pertama, kamu kemungkinan akan menghadapi pengeluaran besar yang tidak berulang, seperti deposit apartemen, pembelian furnitur dan peralatan rumah tangga dasar, biaya administrasi kerja, dan berbagai setup awal yang tidak bisa dihindari.
Baca Juga: Banyak WNI Pindah ke Sana, Segini Biaya Hidup di Singapura
Sebelum sampai ke Singapura, ada beberapa komponen biaya relokasi yang perlu masuk ke dalam budgetmu.
Kalau kamu pindah untuk jangka panjang, kemungkinan besar kamu akan membawa lebih banyak barang dari biasanya. Hitung dengan cermat berapa kilogram yang akan kamu bawa dan berapa biaya kelebihan bagasinya.
Untuk barang-barang besar seperti peralatan elektronik atau koleksi buku, pertimbangkan apakah lebih hemat membawa dari Indonesia atau membeli baru di Singapura.
Kalau kamu punya barang yang ingin dikirim tapi tidak bisa dibawa di pesawat, kamu bisa menggunakan jasa pengiriman kargo. Hitung perkiraan biaya pengiriman ini ke dalam total budget relokasi kamu.
Di minggu-minggu pertama sebelum mendapatkan apartemen tetap, kamu mungkin perlu tinggal di serviced apartment atau hostel. Biaya ini bisa cukup signifikan di Singapura, jadi pastikan sudah masuk dalam kalkulasi.
Baca Juga: Kerja di Singapura: Cara, Gaji, dan Lowongan Paling Dicari
Ini salah satu pengeluaran terbesar yang akan kamu hadapi saat pindah ke Singapura. Sistem sewa apartemen di Singapura umumnya menggunakan skema deposit yang cukup besar.
Untuk sewa jangka panjang, landlord di Singapura biasanya meminta deposit setara 1 sampai 2 bulan sewa tergantung durasi kontrak. Kalau kamu menyewa untuk 1 tahun, depositnya biasanya 1 bulan sewa. Untuk kontrak 2 tahun, bisa naik ke 2 bulan sewa.
Selain security deposit, ada juga biaya lain seperti advance rental (1 bulan dibayar di muka) dan terkadang biaya agen properti. Jadi total yang perlu kamu siapkan di awal untuk urusan tempat tinggal bisa setara 2 sampai 3 bulan sewa sekaligus.
Harga sewa di Singapura sangat bervariasi tergantung lokasi dan tipe hunian. Di area yang lebih terjangkau seperti Woodlands atau Jurong, kamu bisa mendapat kamar di dalam HDB flat sekitar SGD 800-1.200 per bulan. Di area lebih sentral seperti Orchard atau CBD, angkanya bisa jauh lebih tinggi.
Ini artinya, hanya untuk urusan deposit dan pembayaran awal sewa, kamu perlu menyiapkan minimal SGD 2.000 sampai SGD 4.000 atau lebih tergantung pilihan tempat tinggalmu. Dalam Rupiah, ini setara puluhan hingga ratusan juta tergantung kurs yang berlaku.
Kesehatan adalah aspek yang tidak boleh diabaikan saat pindah ke negara baru. Di Singapura, ada beberapa hal terkait asuransi kesehatan yang perlu kamu pahami.
MediShield Life adalah asuransi kesehatan wajib yang dikelola oleh pemerintah Singapura dan berlaku untuk semua penduduk tetap (PR) dan warga negara Singapura. Sebagai WNI yang bekerja dengan Employment Pass (EP) atau S Pass, kamu tidak otomatis terdaftar di MediShield Life, sehingga kamu perlu memastikan coverage asuransi kamu melalui jalur lain.
Banyak perusahaan di Singapura menyediakan asuransi kesehatan sebagai bagian dari paket benefit karyawan. Sebelum pindah, pastikan kamu sudah memahami dengan jelas apa yang ditanggung asuransi yang disediakan employer dan apakah ada coverage gap yang perlu kamu tutup dengan asuransi tambahan.
Untuk coverage yang lebih komprehensif atau untuk menanggung anggota keluarga yang ikut pindah, kamu mungkin perlu membeli asuransi kesehatan tambahan secara mandiri. Riset pilihan yang tersedia dan masukkan biaya premi ke dalam kalkulasi pengeluaran bulananmu.
Baca Juga: Perbandingan Aturan Pajak di Singapura dengan Indonesia
Ini tantangan yang sering dihadapi WNI yang bekerja di Singapura: gaji diterima dalam SGD, tapi masih ada kebutuhan dalam IDR di Indonesia, baik untuk keluarga, cicilan, atau investasi.
Strategi yang banyak digunakan adalah memiliki setidaknya dua rekening, satu di Singapura untuk kebutuhan sehari-hari dalam SGD, dan satu di Indonesia yang diisi secara berkala untuk keperluan IDR. Ini memudahkan pengelolaan budget tanpa harus sering-sering melakukan konversi mata uang.
Kalau kamu perlu rutin mengirim sebagian gaji ke Indonesia untuk keluarga atau keperluan lain, biaya transfer adalah sesuatu yang perlu kamu optimalkan. Transfer bank konvensional dari Singapura ke Indonesia sering mengenakan biaya yang cukup tinggi dan kurs yang kurang kompetitif.
Flip Globe memungkinkan kamu mengirim uang dari Indonesia ke berbagai negara dengan kurs yang transparan, tapi untuk kebutuhan mengirim dari Singapura ke Indonesia, pastikan kamu memilih layanan yang menawarkan kurs kompetitif dan biaya yang minimal agar nilai yang sampai ke keluarga di Indonesia maksimal.
Untuk kebutuhan transfer internasional dengan nilai besar, selalu cek kurs dan biaya terlebih dahulu di Flip Globe sebelum memutuskan layanan mana yang akan digunakan.
Baca Juga: Mau Bayar dengan QRIS di Singapura? Begini Caranya!
Salah satu hal pertama yang perlu kamu urus setelah tiba di Singapura adalah membuka rekening bank lokal. Tanpa rekening bank Singapura, gaji tidak bisa diterima dan banyak transaksi sehari-hari akan menjadi lebih sulit.
Beberapa bank besar yang umum digunakan oleh WNI di Singapura antara lain DBS, OCBC, dan UOB.
Ketiganya punya layanan yang cukup lengkap dan banyak cabang ATM di seluruh Singapura. Beberapa bank juga sudah punya cabang atau kemitraan di Indonesia, yang bisa memudahkan proses transfer antara rekening Singapura dan Indonesia.
Untuk membuka rekening bank di Singapura sebagai WNI yang baru datang, kamu umumnya membutuhkan paspor yang masih berlaku, Employment Pass atau work permit yang sudah diterbitkan, dan bukti alamat tinggal di Singapura seperti tenancy agreement atau surat dari employer.
Baca Juga: 3 Bank Singapura Terpopuler di Indonesia, Apa Saja?
Pindah kerja ke Singapura adalah langkah besar yang membuka banyak peluang. Dengan persiapan finansial yang matang, kamu bisa fokus pada adaptasi dan performa kerja tanpa terbebani tekanan keuangan yang tidak perlu di bulan-bulan awal.
Mulai kalkulasi kebutuhan danamu, siapkan buffer yang cukup, dan pastikan setiap pengeluaran besar seperti deposit apartemen dan relokasi sudah masuk dalam rencana keuanganmu jauh sebelum tanggal keberangkatan.
Bagikan
