
Flip Globe | 11 Juni 2026
Oleh : Anonim
Thailand adalah salah satu negara tujuan favorit orang Indonesia, baik untuk liburan, bisnis, maupun kuliah. Tapi sebelum berangkat atau sebelum mulai bertransaksi dengan pihak di Thailand, ada satu hal yang perlu kamu pahami dengan baik: bagaimana sistem pembayaran di sana bekerja.
Thailand sudah cukup maju dalam hal ekosistem pembayaran digital, tapi penggunaan tunai juga masih sangat umum terutama di luar kota-kota besar. Memahami pilihan metode pembayaran yang tersedia akan membantu kamu bertransaksi dengan lebih efisien, baik saat berbelanja di pasar, membayar supplier, maupun melakukan transfer uang.
Thailand masih merupakan masyarakat yang cukup bergantung pada uang tunai, terutama di pasar tradisional, warung makan lokal, tuk-tuk, dan pedagang kecil. Di Bangkok dan kota-kota besar lainnya, pembayaran cashless sudah jauh lebih umum, tapi di daerah wisata yang lebih terpencil atau di pasar grosir seperti Chatuchak, tunai masih jadi raja.
Mata uang resmi Thailand adalah Baht (THB). Pecahan yang paling sering beredar adalah 20, 50, 100, 500, dan 1.000 Baht. Untuk wisatawan atau pembeli dari Indonesia, menukar Rupiah ke Baht bisa dilakukan di money changer di Bangkok, bandara, atau di Indonesia sebelum berangkat.
Namun, untuk kebutuhan yang lebih besar seperti pembayaran ke supplier atau transfer uang dari Indonesia ke Thailand, membawa uang tunai bukan solusi yang praktis atau aman. Di sinilah metode pembayaran digital dan transfer internasional menjadi jauh lebih relevan.
Baca Juga: Daftar Bank Indonesia yang Bisa Dipakai di Luar Negeri
PromptPay adalah infrastruktur pembayaran instan yang dikembangkan oleh Bank of Thailand, mirip seperti QRIS di Indonesia tapi dalam ekosistem yang lebih luas. Sistem ini memungkinkan transfer uang instan antar rekening bank di Thailand hanya menggunakan nomor ponsel atau nomor KTP penerima, tanpa perlu nomor rekening penuh.
Pengguna mendaftarkan nomor ponsel atau nomor ID mereka ke rekening bank melalui aplikasi mobile banking masing-masing. Setelah terdaftar, mereka mendapat QR code PromptPay yang unik. Untuk menerima pembayaran, penerima cukup menunjukkan QR code ini dan pembayar melakukan scan lalu konfirmasi jumlah.
Transfer via PromptPay hampir selalu instan dan tersedia 24/7, termasuk akhir pekan dan hari libur. Sistem ini sudah terintegrasi dengan hampir semua bank besar di Thailand dan menjadi standar pembayaran digital di sana.
PromptPay dirancang untuk pengguna dengan rekening bank Thailand. Wisatawan atau pebisnis dari luar Thailand umumnya tidak bisa menggunakan PromptPay secara langsung karena membutuhkan rekening bank lokal Thailand. Namun, sebagai pembeli atau pengirim, kamu bisa membayar ke QR PromptPay penerima melalui beberapa aplikasi dompet digital yang mendukung pembayaran lintas batas.
Baca Juga: Yuk, Intip Bagaimana Sistem Pendidikan di Thailand
Penggunaan kartu debit dan kredit sudah cukup luas di Thailand, terutama di hotel, restoran kelas menengah ke atas, pusat perbelanjaan, dan merchant yang melayani wisatawan internasional.
Sebagian besar tempat di Thailand menerima Visa dan Mastercard. American Express juga diterima di beberapa tempat, tapi tidak seluas Visa dan Mastercard. Kartu berlogo UnionPay juga semakin banyak diterima seiring meningkatnya jumlah wisatawan China.
Kartu debit Indonesia berlogo Visa atau Mastercard umumnya bisa digunakan di ATM dan merchant di Thailand. Namun perlu diingat, setiap transaksi akan dikonversi dari Baht ke Rupiah dengan kurs yang ditentukan oleh jaringan kartu, dan bisa ada biaya transaksi valas yang dikenakan oleh bank penerbit kartumu.
Selalu pilih untuk bertransaksi dalam mata uang lokal (Baht) saat diberi pilihan antara Baht atau Rupiah oleh terminal pembayaran. Ini yang dikenal sebagai Dynamic Currency Conversion, dan memilih Rupiah biasanya menghasilkan kurs yang lebih buruk. Bertransaksi dalam Baht dan biarkan bankmu yang melakukan konversi ke Rupiah akan lebih menguntungkan.
Selain itu, pastikan kartu yang kamu bawa tidak terblokir untuk transaksi internasional. Beberapa bank Indonesia secara default memblokir fitur ini demi keamanan, dan kamu perlu mengaktifkannya terlebih dahulu sebelum berangkat. Cek juga limit transaksi internasional kartu kamu agar tidak kaget saat tiba-tiba ditolak di kasir karena sudah melewati batas harian.
Biaya tarik tunai di ATM Thailand juga perlu diperhitungkan. Hampir semua ATM di Thailand mengenakan biaya tambahan per tarik, biasanya sekitar 220 Baht, di luar biaya yang mungkin juga dikenakan oleh bank Indonesia kamu. Kalau kamu butuh uang tunai dalam jumlah besar, lebih efisien menarik sekaligus daripada beberapa kali dalam jumlah kecil.
Thailand punya ekosistem e-wallet lokal yang cukup berkembang. Beberapa yang paling populer antara lain:
TrueMoney adalah salah satu e-wallet terbesar di Thailand yang sudah beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Thailand, TrueMoney diterima secara luas di berbagai merchant, dari minimarket seperti 7-Eleven hingga platform e-commerce. TrueMoney juga mendukung beberapa fitur transfer uang yang membuatnya cukup populer di kalangan pengguna sehari-hari.
Rabbit LINE Pay adalah integrasi antara aplikasi LINE dengan sistem pembayaran digital. Mengingat LINE sangat populer di Thailand, fitur pembayaran ini juga banyak digunakan, terutama di kalangan pengguna muda. Pembayaran dilakukan langsung dari aplikasi LINE dengan scan QR code merchant.
Sebagian besar bank besar Thailand punya aplikasi mobile banking yang juga berfungsi sebagai dompet digital dengan fitur pembayaran QR. Kasikorn Bank (KBank) dan Siam Commercial Bank (SCB) adalah dua yang paling populer, dengan fitur PromptPay yang terintegrasi langsung.
Baca Juga: 5 Beasiswa Kuliah di Thailand untuk S2 Full Uang Saku
Untuk kebutuhan yang lebih besar dari sekadar transaksi di lokasi, seperti membayar supplier, mengirim uang ke keluarga, atau transfer untuk keperluan bisnis, kamu membutuhkan layanan transfer internasional.
Transfer via bank konvensional ke Thailand bisa dilakukan, tapi prosesnya lebih lambat dan biayanya lebih tinggi. Alternatif yang lebih efisien adalah menggunakan layanan remitansi digital seperti Flip Globe yang mendukung pengiriman ke Thailand dengan kurs yang transparan dan biaya yang jelas sebelum transaksi dikonfirmasi.
Dengan Flip Globe, kamu tidak perlu khawatir soal markup kurs atau biaya tersembunyi. Semua komponen biaya sudah tampil di layar sebelum kamu menekan tombol kirim, dan prosesnya bisa diselesaikan sepenuhnya dari aplikasi Flip di mana saja dan kapan saja.
Cek kurs transfer ke Thailand hari ini dan mulai kirim di Flip Globe.
Baca Juga: Daftar Mata Uang Eropa dengan Nilai Tukar Paling Kuat
Tidak ada satu metode pembayaran yang sempurna untuk semua situasi di Thailand. Untuk transaksi kecil di pasar atau dengan pedagang lokal, tunai masih paling andal. Untuk belanja di mall atau hotel, kartu debit atau kredit sudah sangat memadai. Untuk pembayaran ke supplier atau transfer uang dalam jumlah besar dari Indonesia, layanan transfer internasional seperti Flip Globe adalah pilihan yang paling efisien dan transparan.
Memahami ekosistem pembayaran Thailand dari awal akan membuatmu jauh lebih siap, baik saat berkunjung langsung ke sana maupun saat bertransaksi dari Indonesia dengan mitra bisnis di Thailand. Dengan perencanaan yang matang, kamu bisa menghindari biaya-biaya tidak perlu dan memastikan setiap transaksi berjalan sesuai rencana.
Bagikan
