
Teknologi | 18 Agustus 2026
Oleh : Anonim
Bagi pelaku bisnis pemula, memahami e-commerce adalah salah satu langkah awal sebelum mulai berjualan secara online. Pasalnya, bisnis digital tidak hanya berkaitan dengan mengunggah produk ke internet, tetapi juga mencakup cara menerima pesanan, memproses pembayaran, mengatur pengiriman, melayani pelanggan, hingga mengelola hasil penjualan.
Dengan memahami konsep dasarnya, kamu dapat memilih platform yang sesuai, menentukan target pelanggan, dan menyiapkan strategi penjualan secara lebih terarah. Artikel ini akan membahas pengertian, sejarah perkembangan, jenis, keuntungan, hingga strategi memulai bisnis melalui e-commerce.
E-commerce adalah kegiatan penjualan atau pembelian barang dan jasa melalui jaringan komputer dengan sistem yang secara khusus dirancang untuk menerima atau membuat pesanan. Transaksinya dapat dilakukan melalui marketplace, website toko online, aplikasi, maupun platform digital lainnya.
Menurut UN Trade and Development atau UNCTAD, pembayaran dan penyerahan barang tidak harus dilakukan secara online agar sebuah transaksi dapat dikategorikan sebagai e-commerce. Artinya, produk dapat dipesan melalui platform digital, tetapi dibayar secara tunai atau dikirim secara langsung kepada pembeli.
Sebagai contoh, konsumen memesan pakaian melalui website toko, kemudian memilih metode pembayaran saat barang diterima. Transaksi tersebut tetap termasuk e-commerce karena proses pemesanannya dilakukan melalui sistem digital yang dirancang untuk menerima pesanan.
Perkembangan e-commerce berlangsung secara bertahap. Pada fase awal, teknologi elektronik lebih banyak digunakan oleh perusahaan untuk bertukar data pemesanan dan dokumen perdagangan. Setelah akses internet semakin luas, aktivitas jual beli mulai berkembang melalui website, toko online, dan marketplace.
Kemunculan perangkat seluler kemudian membuat transaksi semakin mudah dilakukan. Penjual dapat mengelola toko menggunakan aplikasi, sedangkan pembeli bisa mencari produk, membandingkan harga, membayar, dan memantau pengiriman melalui smartphone.
Saat ini, pengertian e-commerce juga semakin luas karena barang yang diperdagangkan tidak terbatas pada produk fisik. Pelaku usaha dapat menjual layanan konsultasi, tiket, kelas online, perangkat lunak, langganan digital, hingga produk unduhan.
Baca juga: Web Belanja Online Korea untuk Importir Indonesia

Jenis e-commerce dapat dibedakan berdasarkan pihak yang menjual dan membeli produk. Berikut beberapa model yang paling umum digunakan.
B2C adalah model transaksi ketika perusahaan menjual produk atau jasa secara langsung kepada konsumen akhir. Model ini banyak ditemukan pada toko resmi di marketplace, website merek, layanan pesan-antar, serta aplikasi pemesanan tiket.
Contoh e-commerce B2C adalah sebuah merek pakaian yang menjual produknya kepada konsumen melalui website resmi. Pembeli memilih barang, melakukan pembayaran, lalu menunggu produk dikirimkan.
B2B merupakan transaksi antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Produk yang diperdagangkan biasanya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional atau dijual kembali.
Contohnya adalah produsen kemasan yang memasok produknya kepada perusahaan makanan, distributor yang menjual barang kepada toko ritel, atau perusahaan perangkat lunak yang menawarkan sistem berlangganan kepada bisnis.
Nilai transaksi B2B umumnya lebih besar daripada transaksi konsumen karena pembelian dapat dilakukan dalam jumlah banyak atau melalui kontrak jangka panjang.
C2C adalah kegiatan jual beli antara konsumen dan konsumen lainnya. Platform e-commerce berfungsi sebagai tempat yang mempertemukan kedua pihak serta menyediakan fitur pendukung, seperti katalog produk, pembayaran, ulasan, dan pengiriman.
Model ini dapat digunakan untuk menjual barang bekas, produk koleksi, barang hasil kerajinan pribadi, atau produk lain yang dimiliki individu.
Pada model C2B, individu menawarkan produk atau jasa kepada perusahaan. Posisi individu dalam transaksi ini adalah penyedia layanan, sedangkan perusahaan menjadi pembeli.
Contohnya meliputi fotografer yang menjual lisensi foto kepada perusahaan, kreator yang bekerja sama dengan sebuah merek, atau pekerja lepas yang menawarkan jasa desain melalui platform digital.
Baca juga: Daftar Marketplace Populer di Malaysia untuk Belanja
B2G menggambarkan transaksi antara perusahaan dan instansi pemerintah. Kegiatan ini dapat berupa pengadaan barang, jasa teknologi, perlengkapan kantor, pembangunan infrastruktur, atau penyediaan layanan profesional melalui sistem elektronik.
Prosesnya biasanya memiliki persyaratan yang lebih terstruktur, seperti pendaftaran penyedia, pengajuan penawaran, pemenuhan dokumen, dan proses evaluasi.
D2C merupakan model ketika produsen atau pemilik merek menjual langsung kepada konsumen tanpa melalui distributor maupun toko ritel pihak ketiga.
Model ini memungkinkan pemilik bisnis mengendalikan harga, pengalaman pelanggan, data penjualan, dan komunikasi merek. Namun, penjual juga perlu menangani pemasaran, pembayaran, layanan pelanggan, dan distribusi secara mandiri.
Menggunakan platform e-commerce dapat menjadi pilihan yang praktis bagi pemula karena sebagian kebutuhan teknis telah disediakan. Berikut beberapa keuntungannya.
Marketplace umumnya telah menyediakan halaman produk, keranjang belanja, metode pembayaran, pengaturan pengiriman, promosi, hingga sistem ulasan. Penjual dapat lebih fokus menyiapkan produk dan melayani pelanggan.
Toko fisik biasanya bergantung pada pelanggan di sekitar lokasi. Sebaliknya, toko online dapat menjangkau konsumen dari berbagai kota selama area tersebut masih dilayani oleh mitra pengiriman.
Pemula dapat membuka toko tanpa langsung menyewa tempat usaha. Dana awal dapat dialokasikan untuk stok barang, kemasan, foto produk, promosi, dan kebutuhan operasional lainnya.
Meski demikian, penjual tetap perlu memperhitungkan biaya layanan platform, komisi, promosi, pengemasan, retur, dan pengiriman.
Platform e-commerce biasanya menyediakan data mengenai jumlah pesanan, produk terlaris, tingkat kunjungan, performa promosi, serta ulasan pelanggan. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi strategi bisnis.
Fitur pembayaran terintegrasi, ulasan pembeli, pelacakan pengiriman, dan pusat bantuan dapat membuat konsumen merasa lebih aman ketika bertransaksi. Kepercayaan ini sangat penting, terutama bagi toko yang baru dibuka.
Membuka toko online relatif mudah, tetapi memperoleh penjualan secara konsisten tetap membutuhkan strategi. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.
Hindari menjual produk kepada semua orang tanpa target yang jelas. Tentukan siapa calon pembelimu, kebutuhan mereka, kisaran daya beli, kebiasaan belanja, dan alasan mereka memilih sebuah produk.
Target konsumen akan memengaruhi pemilihan produk, harga, gaya komunikasi, foto, dan platform yang digunakan.
Produk tidak harus sepenuhnya baru, tetapi perlu memiliki alasan yang kuat untuk dipilih. Nilai jual dapat berasal dari kualitas, desain, pilihan ukuran, bahan, kemudahan penggunaan, pelayanan, atau harga yang sesuai.
Lakukan riset terhadap produk serupa untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pesaing.
Gunakan foto yang terang dan memperlihatkan produk dari beberapa sisi. Deskripsi sebaiknya mencantumkan bahan, ukuran, warna, fungsi, isi kemasan, petunjuk penggunaan, serta informasi lain yang memengaruhi keputusan pembeli.
Hindari memberikan klaim berlebihan atau menampilkan foto yang tidak sesuai dengan produk sebenarnya.
Harga jual perlu memperhitungkan biaya produk, kemasan, komisi platform, promosi, tenaga kerja, pajak, kemungkinan retur, dan margin keuntungan.
Jangan hanya mengikuti harga pesaing tanpa mengetahui struktur biaya bisnismu. Harga yang terlalu rendah dapat menghasilkan banyak pesanan, tetapi belum tentu memberikan keuntungan.
Jawab pertanyaan pelanggan dengan jelas, proses pesanan tepat waktu, dan tangani keluhan secara profesional. Pelayanan yang baik dapat meningkatkan peluang pelanggan memberikan ulasan positif dan kembali berbelanja.
Periksa produk yang paling sering dilihat, tingkat konversi, sumber kunjungan, dan hasil promosi. Dari data tersebut, kamu dapat menentukan apakah perlu memperbaiki foto, menyesuaikan harga, menambah stok, atau menghentikan produk yang kurang diminati.
Setelah pesanan selesai, saldo penjualan dari platform e-commerce biasanya dapat ditarik ke rekening bank yang telah didaftarkan. Prosedur, jadwal pencairan, batas minimum, dan biaya penarikan dapat berbeda pada setiap platform.
Perlu dipahami bahwa Flip bukan fitur untuk menarik saldo secara langsung dari semua marketplace. Kamu tetap perlu mencairkan hasil penjualan melalui metode yang disediakan platform. Setelah dana masuk ke rekening, Flip dapat digunakan untuk memindahkan uang tersebut ke rekening bisnis, rekening operasional, atau rekening pemasok di bank lain.
Flip menyediakan transfer ke lebih dari 100 bank di Indonesia. Dengan demikian, hasil penjualan dapat dipindahkan ke rekening lain tanpa biaya admin selama transaksi masih memenuhi batas dan ketentuan layanan yang berlaku.
Cara mengelola hasil penjualan melalui Flip secara umum adalah sebagai berikut:
Berdasarkan syarat dan ketentuan Flip yang diperbarui pada 5 Maret 2026, biaya layanan dapat dikenakan apabila total transfer melebihi Rp5 juta per hari atau jumlah transaksi lebih dari 10 kali dalam satu bulan. Ketentuan biaya dan batas transaksi dapat berubah sehingga sebaiknya diperiksa kembali sebelum melakukan transfer.
Flip telah memiliki izin sebagai penyelenggara transfer dana dari Bank Indonesia dengan nomor 18/196/DKSP/68. Meski demikian, kamu tetap perlu menjaga PIN dan kode OTP, memeriksa rekening tujuan, serta hanya mengakses aplikasi melalui perangkat yang aman.
Apabila bisnis berkembang dan mulai melibatkan pemasok, pekerja lepas, atau mitra di negara lain, kamu juga dapat menggunakan Aplikasi Kirim Uang Internasional Flip Globe. Layanan tersebut mendukung pengiriman uang dari Indonesia ke berbagai negara dengan kurs dan biaya yang ditampilkan sebelum transaksi diselesaikan.
Pada akhirnya, memahami bahwa e-commerce adalah sistem jual beli melalui jaringan digital dapat membantu pemula membangun bisnis secara lebih terencana. Kenali jenis transaksinya, pilih platform yang sesuai, hitung biaya secara cermat, dan gunakan data penjualan untuk terus memperbaiki strategi. Dengan pengelolaan produk, pelayanan, dan arus dana yang baik, toko online memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara berkelanjutan.
Bagikan
