
Flip Globe | 15 Juni 2026
Oleh : Anonim
Filipina belum sepopuler China atau Thailand sebagai sumber impor bagi pelaku bisnis Indonesia. Tapi justru di situlah peluangnya. Persaingan di produk-produk asal Filipina belum seramai produk China, sehingga kalau kamu bisa menemukan supplier yang tepat dan memahami prosesnya dari awal, ada ruang margin yang menarik yang bisa kamu manfaatkan.
Panduan ini akan memandu kamu langkah demi langkah, dari memahami tantangan yang mungkin muncul, mencari supplier, bernegosiasi, memilih metode pembayaran yang hemat, hingga memastikan barang sampai dengan aman melalui proses kepabeanan yang benar.
Sebelum mulai, jujur dulu soal tantangannya. Ini bukan untuk membuat kamu mundur, tapi agar kamu bisa mempersiapkan strategi yang tepat sejak awal.
Kalau kamu terbiasa sourcing dari China melalui Alibaba atau 1688, kamu akan menemukan bahwa ekosistem B2B Filipina belum sekuat itu. Jumlah platform supplier terverifikasi lebih sedikit, dan proses menemukannya membutuhkan usaha lebih.
Rute kargo dari Filipina ke Indonesia tidak punya frekuensi keberangkatan sepadan dengan rute China-Indonesia atau Malaysia-Indonesia. Ini bisa memengaruhi fleksibilitas jadwal pengiriman dan waktu tunggu barang sampai.
Meski Filipina adalah negara berbahasa Inggris yang luas, dinamika negosiasi dan budaya bisnis di sana berbeda dengan China atau negara-negara ASEAN lainnya. Membangun kepercayaan biasanya membutuhkan waktu dan komunikasi yang lebih intensif di awal.
Baca Juga: Impor Adalah: Arti, Jenis, dan Contohnya
Menemukan supplier yang tepat adalah langkah paling kritis dalam proses impor. Untuk Filipina, ada beberapa jalur yang bisa kamu coba.
Philippine Trade and Investment Center (PTIC) dan lembaga ekspor resmi Filipina seperti Center for International Trade Expositions and Missions (CITEM) punya database eksportir Filipina yang cukup terpercaya. Supplier yang terdaftar di platform resmi seperti ini sudah melalui seleksi awal sehingga lebih bisa diandalkan dibanding menemukan supplier secara acak di media sosial.
Filipina aktif berpartisipasi di berbagai pameran dagang internasional. Event-event seperti Manila FAME (pameran furnitur dan kerajinan) atau Philippine International Food Expo adalah tempat yang bagus untuk bertemu langsung dengan eksportir Filipina dan mengevaluasi produk mereka secara langsung.
Apapun cara kamu menemukan supplier, selalu lakukan verifikasi mendalam sebelum berkomitmen untuk order. Minta dokumen registrasi bisnis, lakukan video call untuk melihat fasilitas mereka, dan mulai dengan order kecil sebagai uji coba. Jangan transfer pembayaran penuh ke supplier baru tanpa verifikasi yang memadai.
Baca Juga: Tips Hindari Fraud Saat Transfer Uang ke Luar Negeri
Setelah menemukan supplier yang potensial, tahap negosiasi adalah kunci untuk mendapatkan deal yang menguntungkan.
Pastikan kamu dan supplier menggunakan terminologi harga yang sama. Harga FOB (Free on Board) berarti supplier bertanggung jawab atas barang hingga naik ke kapal di pelabuhan keberangkatan. Harga CIF (Cost, Insurance, Freight) berarti supplier sudah memasukkan biaya pengiriman dan asuransi hingga pelabuhan tujuan. Perbedaan ini sangat memengaruhi kalkulasi total biaya impormu.
Untuk order pertama dengan supplier baru, skema yang umum adalah 30% down payment saat order dikonfirmasi dan 70% sisa setelah barang siap dikirim dan kamu menerima foto atau video barang. Jangan setuju untuk membayar 100% di muka sebelum ada hubungan kepercayaan yang terbangun.
Meski terasa formal, kontrak tertulis yang mencakup spesifikasi produk, jumlah, harga, jadwal pengiriman, dan ketentuan garansi sangat penting untuk melindungi kedua belah pihak. Ini juga berguna sebagai referensi kalau ada perselisihan di kemudian hari.
Baca Juga: Apa Sih FOB Itu? Yuk, Kenali Konsepnya sebelum Berbisnis!
Pilihan metode pembayaran yang tepat bisa menghemat biaya secara signifikan, terutama untuk transaksi yang dilakukan secara rutin.
Untuk pembayaran ke supplier Filipina, Flip Globe adalah pilihan yang paling efisien dari sisi biaya. Kurs yang ditawarkan transparan dan kompetitif, biaya layanan sudah tampil jelas sebelum kamu konfirmasi transaksi, dan prosesnya sepenuhnya digital dari aplikasi.
Dibanding transfer bank konvensional yang sering mengenakan biaya flat tinggi plus potensi biaya koresponden bank,
Flip Globe jauh lebih hemat terutama untuk pembayaran yang dilakukan berulang kali. Untuk importir yang rutin membayar supplier Filipina setiap bulan, penghematan ini sangat terasa dalam jangka panjang.
Transfer bank konvensional via SWIFT tersedia di hampir semua bank Indonesia dan bisa digunakan untuk pembayaran ke rekening bank Filipina. Prosesnya membutuhkan informasi rekening bank penerima yang lengkap termasuk SWIFT code bank Filipina. Biayanya umumnya lebih tinggi dibanding layanan remitansi digital, dan prosesnya bisa memakan 1 sampai 3 hari kerja.
Untuk order dengan nilai yang sangat signifikan atau dengan supplier baru yang belum memiliki track record panjang, Letter of Credit (L/C) bisa memberikan perlindungan tambahan bagi kedua belah pihak. Dengan L/C, bank menjadi perantara yang memastikan dana hanya dilepaskan ke supplier setelah semua dokumen pengiriman yang disyaratkan diserahkan.
Setelah pembayaran selesai dan barang siap, proses pengiriman dan kepabeanan adalah tahap berikutnya yang perlu dikelola dengan baik.
Untuk pengiriman dari Filipina ke Indonesia, kamu bisa memilih jalur udara untuk barang bernilai tinggi dan bervolume kecil yang membutuhkan kecepatan, atau jalur laut untuk volume yang lebih besar dengan biaya yang lebih efisien.
Untuk kepabeanan, pastikan semua dokumen standar sudah lengkap: Commercial Invoice, Packing List, Bill of Lading atau Airway Bill, Certificate of Origin Form D (untuk memanfaatkan tarif AFTA), dan Pemberitahuan Impor Barang (PIB). Kalau ini pertama kalinya kamu impor dari Filipina, menggunakan jasa customs broker yang berpengalaman sangat disarankan agar proses kepabeanan berjalan lancar.
Baca Juga: 5 Cara Hemat Biaya Impor Barang dari China
Kalau kamu baru mulai impor dari Filipina, kesalahan kecil bisa terasa mahal karena dampaknya nggak cuma ke biaya, tapi juga ke waktu dan kepercayaan ke supplier. Karena itu, sebelum kamu fokus ke peluang untungnya, kamu juga perlu tahu kesalahan apa saja yang paling sering terjadi di tahap awal.
Kalau kamu baru pertama kali bekerja sama dengan supplier, jangan buru-buru masuk ke order besar hanya karena harga yang ditawarkan terlihat menarik. Foto produk sering kali terlihat meyakinkan, tapi hasil barang yang kamu terima bisa saja berbeda dari sisi bahan, finishing, ukuran, atau kualitas keseluruhan.
Karena itu, langkah paling aman adalah minta sampel dulu lalu cek produknya secara langsung sebelum kamu mengambil keputusan yang lebih besar. Dengan cara ini, kamu bisa menilai apakah barangnya memang sesuai dengan standar yang kamu inginkan sebelum modalmu terlanjur keluar terlalu jauh.
Salah satu kesalahan paling umum yang sering terjadi pada importir pemula adalah terlalu fokus pada harga produk dari supplier. Padahal, biaya impor nggak berhenti di sana. Kamu juga perlu menghitung ongkos kirim, asuransi, bea masuk, PPN impor, PPh Pasal 22, biaya customs clearance, sampai biaya transfer ke supplier.
Kalau semua komponen itu nggak masuk ke perhitungan dari awal, margin bisnis kamu bisa terlihat aman di atas kertas, tapi ternyata jauh lebih tipis saat barang sudah sampai. Jadi, sebelum kamu deal dengan supplier, pastikan kamu sudah menghitung total landed cost supaya keputusan belanjanya tetap realistis.
Saat bayar supplier, kamu juga perlu memikirkan keamanan transaksi, bukan cuma kecepatan. Kalau kamu memakai metode pembayaran yang tidak jelas jejak transaksinya, kamu akan lebih sulit melakukan pembuktian kalau suatu saat muncul masalah, misalnya supplier telat kirim, barang tidak sesuai, atau komunikasi tiba-tiba terputus.
Karena itu, kamu sebaiknya memilih layanan transfer yang resmi, terdaftar, dan bisa memberikan bukti transaksi yang jelas. Langkah ini terlihat sederhana, tapi penting banget untuk perlindungan kamu sebagai buyer, apalagi kalau transaksi dilakukan lintas negara dan nominalnya terus bertambah.
Baca Juga: Siapa Penyedia Jasa Kirim Uang ke Luar Negeri yang Resmi Berizin Bank Indonesia
Impor dari Filipina memang butuh riset awal yang cukup rapi, apalagi kalau dibandingkan dengan negara yang jalur impornya sudah lebih umum seperti China. Tapi justru karena belum terlalu padat, kamu masih punya peluang untuk masuk ke pasar dengan persaingan yang relatif lebih longgar kalau persiapanmu matang dari awal.
Selain urusan supplier dan dokumen, kamu juga perlu memperhatikan cara bayar yang efisien supaya margin bisnis tetap terjaga. Kalau kamu perlu bayar supplier di Filipina, Flip Globe bisa jadi opsi untuk transfer internasional dengan proses digital, kurs yang transparan, dan biaya yang lebih jelas dari awal. Jadi, setiap penghematan dari biaya transfer bisa kamu jaga sebagai tambahan margin untuk bisnismu.
Bagikan
