mural
homeforward
Biaya Impor Plastik dari Thailand dan Cara Menghitungnya

Biaya Impor Plastik dari Thailand dan Cara Menghitungnya

Banyak pelaku UMKM yang tertarik mengimpor plastik dari Thailand karena harga bahan bakunya yang kompetitif, tapi akhirnya kaget saat menyadari total biaya yang harus dikeluarkan jauh lebih besar dari harga beli di supplier. 

Bea masuk, pajak impor, biaya logistik, hingga biaya jasa kepabeanan, semuanya menumpuk dan kalau tidak dihitung dari awal, margin keuntungan bisa tergerus habis sebelum barang sampai di gudang.

Memahami komponen biaya impor plastik dari Thailand adalah langkah yang tidak bisa dilewati sebelum memutuskan untuk mulai impor. 

Artikel ini akan membahas satu per satu komponen biayanya, cara menghitung total biaya impor, simulasi angka nyata, dan tips menekan biaya agar impor tetap menguntungkan.

Komponen Biaya Impor Plastik dari Thailand

Biaya impor bukan satu angka tunggal. Ada beberapa lapisan biaya yang masing-masing perlu dipahami dan dikalkulasi secara terpisah sebelum dijumlahkan menjadi total cost of goods.

1. Harga Barang dari Supplier (FOB atau CIF)

Titik awal perhitungan adalah harga barang itu sendiri dari supplier di Thailand. Harga ini biasanya dikutip dalam skema FOB (Free on Board) atau CIF (Cost, Insurance, Freight). Pada harga FOB, supplier hanya menanggung biaya sampai barang dimuat ke kapal di pelabuhan asal Thailand. Segala biaya setelahnya, termasuk freight dan asuransi, menjadi tanggung jawab importir.

Pada harga CIF, supplier sudah memasukkan biaya pengiriman dan asuransi ke dalam harga yang dikutip, sehingga kamu tinggal menambahkan biaya-biaya yang timbul setelah barang tiba di pelabuhan Indonesia. Penting untuk selalu mengklarifikasi skema harga ini sejak awal negosiasi agar tidak ada miskomunikasi di kemudian hari.

2. Biaya Freight (Ongkos Kirim Internasional)

Jika menggunakan skema FOB, kamu perlu membayar biaya pengiriman dari pelabuhan Thailand (umumnya Laem Chabang atau Bangkok) ke pelabuhan tujuan di Indonesia (Tanjung Priok, Tanjung Perak, atau lainnya). 

Biaya ini sangat bervariasi tergantung volume pengiriman, jenis kontainer (FCL atau LCL), dan kondisi pasar logistik saat itu.

Untuk gambaran umum, pengiriman LCL (Less than Container Load) dari Thailand ke Jakarta bisa berkisar antara USD 80 hingga USD 200 per CBM (cubic meter) tergantung periode dan ketersediaan kapal. 

Pengiriman FCL (Full Container Load) untuk kontainer 20 kaki biasanya berkisar antara USD 300 hingga USD 700 per kontainer untuk rute Thailand-Indonesia, tapi angka ini bisa berfluktuasi signifikan mengikuti kondisi pasar.

Baca Juga: Mengenal Bea Cukai yang Ditetapkan pada Barang Ekspor Impor

3. Biaya Asuransi Kargo

Asuransi kargo sering dianggap opsional, padahal risikonya nyata. Produk plastik, terutama dalam bentuk lembaran atau butiran resin, rentan terhadap kerusakan akibat kelembaban, tekanan fisik, atau kontaminasi selama proses pengiriman. 

Premi asuransi kargo umumnya berkisar antara 0,1% hingga 0,5% dari nilai barang, angka yang relatif kecil dibanding kerugian potensial jika barang rusak tanpa perlindungan.

4. Bea Masuk

Bea masuk adalah pungutan yang ditetapkan pemerintah Indonesia atas barang impor, besarannya ditentukan berdasarkan HS Code (Harmonized System Code) produk yang diimpor dan dihitung dari nilai CIF barang. Untuk produk plastik, besaran bea masuk bervariasi tergantung jenis dan klasifikasinya.

Beberapa contoh tarif bea masuk untuk produk plastik dari Thailand berdasarkan skema ASEAN-AFTA: bahan baku plastik seperti polypropylene (PP) dan polyethylene (PE) umumnya mendapatkan tarif preferensial 0% untuk negara ASEAN. 

Namun, produk plastik jadi (finished goods) bisa dikenakan tarif yang berbeda, mulai dari 5% hingga 15% tergantung klasifikasi HS Code-nya. Pastikan selalu mengecek tarif terbaru di sistem INSW atau berkonsultasi dengan freight forwarder sebelum memfinalisasi kalkulasi.

5. Pajak Impor (PPN dan PPh)

Di atas bea masuk, ada dua komponen pajak yang umumnya dikenakan pada barang impor. Pertama adalah PPN Impor sebesar 11% yang dihitung dari nilai CIF ditambah bea masuk. Kedua adalah PPh Pasal 22 Impor yang besarannya bergantung pada status importir: 2,5% untuk importir yang memiliki API (Angka Pengenal Importir) dan 7,5% untuk importir yang tidak memiliki API.

Bagi UMKM yang baru memulai impor dan belum memiliki API, komponen PPh ini bisa cukup besar dan perlu diperhitungkan sejak awal. Mengurus API sejak awal akan menghemat biaya pajak impor secara signifikan dalam jangka panjang.

6. Biaya Kepabeanan dan Handling

Komponen terakhir adalah biaya-biaya operasional yang timbul di pelabuhan tujuan. Ini mencakup biaya jasa pengurusan dokumen dan customs clearance, biaya handling di pelabuhan (Terminal Handling Charge), biaya trucking dari pelabuhan ke gudang, dan biaya storage jika ada keterlambatan pengambilan barang.

Jika menggunakan jasa freight forwarder atau customs broker, biasanya semua biaya ini sudah dirangkum dalam satu invoice yang lebih mudah dipantau. Biaya jasa mereka biasanya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp2.000.000 per shipment tergantung kompleksitas dan volume.

Cara Menghitung Total Biaya Impor Plastik

Setelah semua komponen dipahami, berikut adalah formula dasar untuk menghitung total biaya impor:

  • Nilai CIF = Harga FOB + Biaya Freight + Biaya Asuransi
  • Bea Masuk = Nilai CIF × Tarif Bea Masuk (%)
  • PPN Impor = (Nilai CIF + Bea Masuk) × 11%
  • PPh Pasal 22 = (Nilai CIF + Bea Masuk) × 2,5% (untuk importir ber-API)
  • Total Landed Cost = Nilai CIF + Bea Masuk + PPN Impor + PPh Pasal 22 + Biaya Handling & Customs

Formula ini adalah dasar perhitungan yang berlaku untuk sebagian besar produk impor. Untuk produk dengan regulasi khusus atau yang memerlukan izin tambahan, bisa ada komponen biaya lain yang perlu ditambahkan.

Simulasi Biaya Impor Plastik dari Thailand

Untuk membuat perhitungan ini lebih konkret, berikut adalah simulasi biaya impor plastik jenis lembaran PP (polypropylene sheet) dari Thailand ke Jakarta.

Asumsi awalnya seperti ini:

  • Kamu mengimpor 5 ton lembaran PP dengan harga FOB USD 1.200 per ton, sehingga total harga FOB adalah USD 6.000. 
  • Biaya freight LCL sekitar USD 150 per CBM dengan volume sekitar 8 CBM, total freight USD 1.200. 
  • Biaya asuransi 0,3% dari nilai FOB, sekitar USD 18. 
  • Maka nilai CIF adalah USD 7.218.

Dengan asumsi kurs USD 1 = Rp16.000, nilai CIF dalam Rupiah adalah sekitar Rp115.488.000.

Jika tarif bea masuk 0% (memanfaatkan skema AFTA dengan Certificate of Origin Form D), maka bea masuk adalah Rp0.

  • PPN Impor 11% dari nilai CIF: Rp115.488.000 × 11% = Rp12.703.680.
  • PPh Pasal 22 (importir ber-API) 2,5%: Rp115.488.000 × 2,5% = Rp2.887.200.

Biaya handling dan customs clearance estimasi: Rp1.500.000.

Total Landed Cost: sekitar Rp132.578.880, atau sekitar Rp26.516 per kilogram.

Simulasi ini menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan skema tarif preferensial AFTA. Jika bea masuk yang berlaku 10% misalnya, biaya bertambah sekitar Rp11.548.800, yang langsung mempengaruhi harga jual dan margin keuntungan.

Baca Juga: Komoditi Barang Impor dari Thailand ke Indonesia

Tips Menekan Biaya Impor Plastik dari Thailand

Mengetahui komponen biaya saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah tahu cara mengoptimalkannya agar total biaya bisa ditekan serendah mungkin tanpa mengorbankan kualitas atau legalitas.

1. Manfaatkan Tarif Preferensial AFTA

Ini adalah cara paling signifikan untuk menekan bea masuk. Pastikan supplier menyertakan Certificate of Origin Form D yang membuktikan produk berasal dari Thailand dan memenuhi ketentuan kandungan lokal ASEAN. Dengan dokumen ini, banyak produk plastik dari Thailand yang bisa masuk ke Indonesia dengan tarif bea masuk 0% atau sangat rendah.

Banyak importir pemula yang tidak tahu atau lupa meminta dokumen ini, sehingga mereka membayar bea masuk penuh yang sebenarnya bisa dihindari. Satu dokumen ini bisa menghemat jutaan rupiah per shipment.

2. Konsolidasi Volume untuk Efisiensi Logistik

Biaya freight per unit barang akan jauh lebih rendah jika kamu menggunakan kontainer penuh (FCL) dibanding layanan LCL yang menggabungkan muatanmu dengan importir lain. Kalau volume ordermu belum cukup untuk satu FCL, pertimbangkan untuk menggabungkan beberapa jenis produk dalam satu shipment atau berkoordinasi dengan importir lain yang bisa diajak konsolidasi muatan.

3. Urus API Sejak Awal

Perbedaan tarif PPh antara importir ber-API (2,5%) dan non-API (7,5%) adalah 5 persen dari nilai CIF barang. 

Untuk impor senilai ratusan juta rupiah, selisih ini sangat berarti. Mengurus API memang memerlukan proses administrasi, tapi penghematannya jauh lebih besar dibanding biaya dan waktu yang dikeluarkan.

4. Efisienkan Biaya Transfer ke Supplier

Satu komponen biaya yang sering luput dari perhitungan adalah biaya transfer pembayaran ke supplier Thailand. Menggunakan transfer bank konvensional via SWIFT bisa menghabiskan biaya yang tidak sedikit, belum lagi selisih kurs yang tidak transparan.

Menggunakan Flip Globe untuk membayar supplier Thailand jauh lebih efisien: biaya transfer mulai dari Rp25.000, kurs kompetitif dan transparan, serta prosesnya sepenuhnya digital tanpa perlu ke bank. Untuk importir yang melakukan beberapa kali pembayaran dalam sebulan, penghematan dari komponen ini bisa cukup signifikan.

Baca Juga: UMKM Internasional Pakai Flip Globe, Ini Keuntungannya

Hitung Dulu, Impor Kemudian

Impor plastik dari Thailand bisa sangat menguntungkan jika kalkulasi biayanya dilakukan dengan benar sejak awal. Harga bahan baku yang kompetitif dari Thailand tidak akan memberikan manfaat optimal jika biaya-biaya sampingan tidak diperhitungkan dan dioptimalkan dengan baik.

Mulai dari memahami HS Code yang tepat, memanfaatkan tarif AFTA, mengkonsolidasi volume pengiriman, hingga memilih metode pembayaran ke supplier yang paling efisien, setiap keputusan kecil akan berdampak langsung pada profitabilitas bisnis impormu. Untuk urusan transfer pembayaran ke supplier Thailand, coba Flip Globe dan rasakan sendiri selisih biayanya dibanding cara konvensional.

Bagikan

Lainnya

6 Tips Memilih Investasi buat Anak Muda
6 Tips Memilih Investasi buat Anak Muda
6 Cara Investasi Reksadana untuk Pemula
6 Cara Investasi Reksadana untuk Pemula
Catat, 8 Universitas di New Zealand Ini Tawarkan Beasiswa!
Catat, 8 Universitas di New Zealand Ini Tawarkan Beasiswa!
Mau Jadi Supplier Baju Import? Cek Dulu Serba-serbinya di Sini
Mau Jadi Supplier Baju Import? Cek Dulu Serba-serbinya di Sini
Cara Melihat Tagihan BPJS Kesehatan, Bisa Pakai Aplikasi Flip!
Cara Melihat Tagihan BPJS Kesehatan, Bisa Pakai Aplikasi Flip!

Kategori

Mulai transaksi bareng Flip

#LebihDariItu

4.8

App Store

starstarstarstarstar
App Store
rating

Kantor Pusat Flip

Arkadia Green Office Park, Tower F Lantai 3, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12520.

Call Center Flip: 021-30002424

Perusahaan

Tentang FlipKarirKemitraanCerita Pengguna

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

Whatsapp 0853 1111 1010

© 2026 PT Fliptech Lentera Inspirasi Indonesia