
Flip Globe | 15 Juni 2026
Oleh : Anonim
Australia sudah lama menjadi tujuan favorit mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri. Kualitas universitasnya tidak perlu diragukan lagi, lingkungannya ramah untuk pelajar internasional, dan ada banyak peluang kerja paruh waktu yang membantu meringankan biaya selama studi.
Tapi sebelum berangkat, ada satu angka yang wajib kamu hitung dengan matang: berapa biaya hidup yang perlu disiapkan setiap bulannya? Ini penting banget, ya, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bagi orang tua yang perlu merencanakan kiriman bulanan dari Indonesia.
Biaya hidup di Australia terdiri dari beberapa komponen utama yang perlu kamu masukkan semua ke dalam kalkulasi. Jangan sampai ada yang terlewat karena tiap pos pengeluaran ini cukup signifikan nilainya.
Ini biasanya pengeluaran terbesar. Ada beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan:
Budget makan yang realistis untuk mahasiswa di Australia adalah AUD 100–200 per minggu, tergantung seberapa sering kamu masak sendiri vs makan di luar. Masak sendiri dengan bahan dari supermarket seperti Woolworths atau Coles jauh lebih hemat dibandingkan dengan makan di restoran setiap hari.
Sebagian besar kota di Australia punya sistem transportasi umum yang baik. Dengan kartu transportasi seperti Opal (Sydney) atau Myki (Melbourne), kamu bisa mendapatkan potongan tarif khusus pelajar. Budget transportasi bulanan biasanya AUD 100–200 tergantung seberapa sering kamu bepergian.
Buku teks, alat tulis, dan kebutuhan akademik bisa memakan AUD 50–100 per bulan di luar paket internet. Banyak mahasiswa kini beralih ke e-book atau meminjam dari perpustakaan untuk menekan pengeluaran ini.
Overseas Student Health Cover (OSHC) adalah asuransi kesehatan wajib untuk mahasiswa internasional di Australia. Biayanya sekitar AUD 600–800 per tahun atau sekitar AUD 50–70 per bulan, tergantung penyedia dan jenis coverage yang dipilih.
Baca Juga: Catat! Ini Kisaran Biaya Hidup di Australia dan Tips Hemat
Biaya hidup di Australia tidak seragam, ya. Kota besar seperti Sydney dan Melbourne jauh lebih mahal dibanding Brisbane atau Perth. Berikut gambaran umum yang bisa kamu jadikan acuan untuk perencanaan.
Sydney adalah kota termahal di Australia untuk biaya hidup. Sewa kamar di share house bisa mencapai AUD 250–400 per minggu di lokasi yang dekat dengan kampus-kampus besar seperti USYD atau UNSW. Total biaya hidup bulanan mahasiswa di Sydney bisa berkisar AUD 2.000–3.000 atau lebih, tergantung gaya hidup.
Melbourne sedikit lebih terjangkau dari Sydney, tapi tetap termasuk kota dengan biaya hidup tinggi. Sewa kamar di share house sekitar AUD 200–350 per minggu. Banyak mahasiswa yang kuliah di University of Melbourne atau Monash University memilih tinggal di suburb yang lebih terjangkau dan menggunakan Myki untuk commuting. Total bulanan bisa berkisar AUD 1.800–2.800.
Brisbane menawarkan biaya hidup yang lebih terjangkau dibanding dua kota sebelumnya, tapi tetap modern dan nyaman untuk mahasiswa. Sewa kamar di share house sekitar AUD 150–280 per minggu. Total biaya hidup bulanan bisa berkisar AUD 1.500–2.200. University of Queensland (UQ) berbasis di Brisbane dan jadi salah satu pilihan populer.
Perth adalah pilihan yang cukup menarik bagi mahasiswa yang ingin menekan biaya hidup. Biaya akomodasi umumnya lebih rendah, dan suasananya lebih tenang dibanding Sydney atau Melbourne. Total biaya hidup bulanan di Perth bisa berkisar AUD 1.400–2.000.
Baca Juga: Mahalkah Harga Sewa Apartemen di Australia bagi WNI?
Kabar baiknya, ya, mahasiswa internasional di Australia diizinkan bekerja hingga 48 jam per dua minggu selama masa perkuliahan, dan tidak ada batasan jam kerja di luar periode akademik. Upah minimum di Australia termasuk yang tertinggi di dunia, sehingga penghasilan dari kerja paruh waktu bisa cukup membantu meringankan biaya hidup sehari-hari.
Jenis pekerjaan yang paling banyak dilakukan mahasiswa internasional antara lain kasir di supermarket atau kafe, delivery, barista, dan pekerjaan di sektor hospitality. Dengan penghasilan AUD 15–25 per jam tergantung jenis pekerjaan, bekerja 2–3 hari seminggu saja sudah bisa menutup sebagian pengeluaran harian yang cukup signifikan.
Untuk orang tua yang rutin mengirim uang bulanan ke anak yang kuliah di Australia, ini adalah bagian yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, kok. Biaya transfer yang tidak efisien bisa menggerus nilai kiriman secara signifikan kalau dilakukan setiap bulan selama 3–4 tahun masa studi.
Tidak semua layanan transfer menggunakan kurs yang sama. Bank konvensional biasanya menawarkan kurs yang lebih jauh dari kurs tengah pasar dibanding layanan remitansi digital. Untuk kiriman bulanan yang rutin, selisih kurs yang kecil sekalipun bisa berarti banyak kalau dihitung dalam setahun penuh.
Baca Juga: 6 Pekerjaan dengan Gaji Part Time di Australia yang Menjanjikan
Beberapa layanan terlihat murah di awal, tapi ada biaya admin atau biaya koresponden yang muncul di tengah proses dan memotong jumlah yang diterima. Pastikan kamu tahu total biaya yang sebenarnya sebelum konfirmasi transfer.
Kamu bisa menggunakan layanan seperti Flip Globe. Flip Globe menampilkan kurs dan biaya secara jelas sebelum kamu konfirmasi transaksi, sehingga kamu tahu persis berapa AUD yang akan diterima anakmu sebelum uang keluar dari rekening. Transfer bisa dilakukan kapan saja dari aplikasi tanpa perlu ke bank.
Kuliah di Australia memang tidak murah, tapi ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu kamu mengatur pengeluaran dengan lebih bijak.
Belanja bahan makanan di supermarket dan memasak di rumah bisa menghemat ratusan dolar per bulan dibandingkan dengan makan di luar setiap hari. Manfaatkan juga toko Asia atau Asian grocery store yang harganya jauh lebih terjangkau untuk bahan-bahan masakan Indonesia. Masak dalam porsi besar lalu simpan untuk beberapa hari juga bisa menghemat waktu dan biaya sekaligus.
Banyak layanan di Australia memberikan diskon khusus untuk pemegang kartu pelajar, mulai dari transportasi, software, bioskop, hingga restoran. Selalu tanyakan apakah ada student discount sebelum membayar karena kadang potongannya lumayan besar dan tidak selalu dipajang secara eksplisit. Kartu pelajar internasional (ISIC) juga bisa membuka akses ke lebih banyak diskon di berbagai merchant.
Tinggal sedikit lebih jauh dari pusat kota atau kampus bisa menghemat biaya sewa yang cukup besar, asalkan akses transportasi umumnya masih nyaman. Selisih AUD 50–100 per minggu dari biaya sewa terasa kecil di atas kertas, tapi kalau dihitung per tahun angkanya sangat berarti. Cari teman sesama mahasiswa Indonesia untuk share house bisa lebih mudah karena ada banyak grup komunitas mahasiswa Indonesia di tiap kota besar Australia.
Baca Juga: Cara Transfer Uang ke Luar Negeri Pakai Flip
Kalau orang tua di Indonesia mengirim uang di saat kurs Rupiah sedang melemah terhadap AUD, nilai yang diterima bisa jauh lebih kecil dari biasanya. Memantau pergerakan kurs dan memilih waktu yang tepat untuk transfer bisa mengoptimalkan setiap kiriman. Selain itu, memilih layanan transfer yang menampilkan kurs secara transparan sejak awal juga membantu menghindari potongan yang tidak terduga.
Bagikan
