mural
homeforward
Apakah BI-Fast Bisa Transfer ke Luar Negeri? Ini Faktanya

Apakah BI-Fast Bisa Transfer ke Luar Negeri? Ini Faktanya

Sejak BI-Fast hadir pada akhir 2021, transfer antar bank di Indonesia jadi jauh lebih murah. Dari yang sebelumnya Rp6.500 atau bahkan lebih, kini cukup Rp2.500 per transaksi, berlaku 24 jam sehari, 7 hari seminggu, termasuk hari libur. 

Banyak orang yang kemudian bertanya: kalau transfer domestik saja sudah semurah dan secepat itu, apakah BI-Fast juga bisa dipakai untuk kirim uang ke luar negeri?

Jawabannya singkat, belum bisa. Tapi ada konteks penting yang perlu dipahami supaya kamu tidak salah pilih metode saat butuh transfer internasional.

Benarkah BI-Fast Tidak Bisa Transfer ke Luar Negeri?

Ya, benar. Berdasarkan FAQ resmi Bank Indonesia, secara eksplisit disebutkan bahwa "saat ini belum terdapat layanan transfer dana ke luar negeri melalui BI-FAST." 

Ini bukan keterbatasan sementara karena gangguan teknis, melainkan memang bukan bagian dari cakupan sistem yang dirancang Bank Indonesia untuk BI-Fast dalam fase saat ini.

BI-Fast Dirancang Khusus untuk Transaksi Domestik

BI-Fast adalah infrastruktur sistem pembayaran ritel yang dibangun Bank Indonesia khusus untuk memfasilitasi transfer dana antar bank di dalam Indonesia. 

Sistemnya bekerja dalam mata uang Rupiah, menghubungkan rekening nasabah dari satu bank ke bank lain di seluruh Indonesia secara real-time dengan biaya yang sangat terjangkau.

Cakupannya terbatas pada bank-bank yang terdaftar sebagai peserta BI-Fast di Indonesia. Saat ini ada puluhan bank peserta, mulai dari BCA, Mandiri, BNI, BRI, hingga bank-bank daerah dan digital. 

Tapi "peserta" di sini berarti lembaga keuangan yang beroperasi di dalam jaringan perbankan domestik Indonesia, bukan rekening bank di negara lain.

Kenapa BI-Fast Tidak Bisa Lintas Negara?

Transfer internasional membutuhkan infrastruktur yang berbeda sama sekali dari transfer domestik. 

Untuk uang bisa berpindah dari rekening bank Indonesia ke rekening bank di negara lain, dibutuhkan mekanisme konversi mata uang, kepatuhan terhadap regulasi dua negara sekaligus, sistem otorisasi yang diakui secara bilateral, dan jaringan penghubung seperti SWIFT atau koridor pembayaran yang sudah disepakati antar bank sentral.

BI-Fast tidak memiliki semua komponen itu karena memang bukan itu tujuan desainnya. Ia dibangun untuk menyelesaikan masalah spesifik: transfer domestik yang lambat, mahal, dan dibatasi jam kerja. Untuk transfer lintas negara, infrastrukturnya berbeda dan pengaturan regulasinya jauh lebih kompleks.

Baca Juga: Apa Itu BI Fast? Kenali Tujuan, Manfaat, dan Bedanya dengan Realtime Online

Apakah BI-Fast Akan Bisa Transfer ke Luar Negeri di Masa Depan?

Ini pertanyaan yang lebih menarik. Dan jawabannya: ada kemungkinan ke arah sana, tapi dalam bentuk yang mungkin berbeda dari yang kamu bayangkan.

Rencana Pengembangan Cross Border dari Bank Indonesia

Bank Indonesia sendiri sudah menyebut dalam dokumen resminya bahwa "pengembangan BI-FAST ke depan akan diperluas untuk dapat melayani transaksi cross border." 

Ini sinyal yang jelas bahwa ada ambisi ke arah pembayaran lintas negara, tapi belum ada timeline spesifik yang diumumkan secara resmi.

Yang sudah berjalan adalah QRIS cross border, sistem yang berbeda dari BI-Fast tapi juga produk Bank Indonesia. QRIS sudah bisa digunakan untuk pembayaran di merchant di Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, dan beberapa negara lainnya. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bahkan menyebut pada Februari 2026 bahwa QRIS segera bisa digunakan di China dan Korea Selatan. 

Namun penting dipahami bahwa QRIS cross border adalah untuk pembayaran merchant, bukan untuk transfer uang ke rekening seseorang di luar negeri.

Perbedaan QRIS Cross Border dan Transfer Internasional

Banyak yang menyamakan QRIS cross border dengan transfer internasional, padahal keduanya berbeda. Kalau kamu scan QR di restoran Bangkok menggunakan aplikasi banking Indonesia, itu QRIS cross border. Kamu bayar makan, transaksinya langsung selesai.

Tapi kalau kamu ingin mengirim Rp5 juta ke rekening bank seseorang di Singapura atau membayar invoice supplier di China, itu transfer internasional atau remitansi. 

Mekanismenya berbeda, infrastrukturnya berbeda, dan regulasinya jauh lebih ketat. QRIS cross border tidak bisa digunakan untuk keperluan ini.

Sampai saat ini, baik BI-Fast maupun QRIS cross border belum bisa digunakan untuk mengirim uang ke rekening bank di luar negeri.

Baca Juga: Apakah Bisa Kirim Uang ke Luar Negeri Lewat ATM?

Alternatif Transfer ke Luar Negeri yang Bisa Digunakan Sekarang

Karena BI-Fast belum bisa digunakan untuk transfer internasional, ada beberapa jalur yang memang tersedia dan legal untuk keperluan ini.

1. Flip Globe: Praktis, Transparan, dan Terjangkau

Flip Globe adalah layanan transfer uang internasional dari Flip yang terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia sebagai penyelenggara transfer dana resmi. Kamu bisa mengirim uang dari rekening bank Indonesia ke rekening bank di lebih dari 60 negara, termasuk Singapura, Malaysia, Arab Saudi, China, Jepang, dan banyak lainnya.

Keunggulan utama Flip Globe dibanding metode konvensional terletak pada transparansi biaya dan kurs. Biaya transfer mulai dari Rp25.000 per transaksi, dengan kurs mid-market rate yang ditampilkan jelas sebelum kamu konfirmasi. 

Tidak ada potongan tersembunyi dari correspondent bank, tidak ada kejutan biaya di kemudian hari. Semua proses dilakukan lewat aplikasi Flip di HP, tanpa perlu ke bank atau mengisi formulir manual.

Ini sangat berbeda dari pengalaman transfer SWIFT lewat bank konvensional yang biayanya lebih tinggi dan kursnya tidak selalu transparan di muka.

2. Transfer SWIFT via Bank Konvensional

Hampir semua bank besar di Indonesia menyediakan layanan transfer internasional melalui jaringan SWIFT. 

Kamu bisa mengirim uang ke rekening bank mana pun di seluruh dunia selama kamu mengetahui SWIFT code bank tujuan dan detail rekening penerima.

Kekurangannya, biaya transfer SWIFT umumnya lebih mahal, bisa mencapai Rp50.000 hingga ratusan ribu rupiah tergantung bank dan jumlah yang dikirim. 

Di atas itu, ada kemungkinan potongan tambahan dari correspondent bank yang memproses transaksi di jalur SWIFT, yang nilainya sering tidak diketahui di awal. Waktu prosesnya pun bisa 1 hingga 3 hari kerja.

3. Layanan Remitansi Resmi Lainnya

Selain Flip Globe, ada layanan remitansi internasional lain yang beroperasi secara legal di Indonesia dan diawasi oleh Bank Indonesia. 

Beberapa di antaranya fokus pada koridor tertentu seperti pengiriman ke negara-negara Timur Tengah untuk TKI, atau koridor Asia Tenggara untuk keperluan bisnis.

Satu hal yang perlu selalu dicek: pastikan penyedia layanan transfer internasional yang kamu pilih sudah terdaftar resmi di Bank Indonesia sebagai penyelenggara transfer dana. 

Layanan yang tidak terdaftar tidak hanya berisiko dari sisi keamanan dana, tapi juga tidak dilindungi secara hukum jika terjadi masalah.

Baca Juga: Siapa Penyedia Jasa Kirim Uang ke Luar Negeri yang Resmi Berizin Bank Indonesia?

Cara Memilih Metode Transfer Internasional yang Tepat

Dengan beberapa opsi yang tersedia, pilihan yang tepat bergantung pada beberapa faktor yang relevan untuk kebutuhanmu.

Pertimbangkan Negara Tujuan

Tidak semua layanan transfer mendukung semua negara. Flip Globe mendukung lebih dari 60 negara, tapi untuk koridor spesifik seperti pengiriman ke rekening bank di negara-negara yang lebih kecil, perlu dicek ketersediaannya lebih dulu. Transfer SWIFT via bank lebih universal tapi biayanya lebih mahal.

Pertimbangkan Nominal dan Frekuensi Transfer

Untuk nominal kecil yang dikirim secara rutin, seperti biaya hidup bulanan untuk anak kuliah di luar negeri atau kiriman rutin ke keluarga yang bekerja di luar negeri, perbedaan biaya antara Flip Globe dan transfer bank konvensional bisa sangat signifikan dalam setahun. 

Biaya flat Rp25.000 dari Flip Globe vs biaya SWIFT yang bisa mencapai beberapa kali lipatnya, dikalikan 12 bulan, hasilnya sudah cukup untuk satu kali makan malam yang enak.

Pastikan Legalitas Penyedia Layanan

Apapun metode yang dipilih, selalu pastikan penyedia layanannya sudah berizin resmi dari Bank Indonesia. Ini bukan hanya soal keamanan dana, tapi juga soal perlindungan hukum jika ada sengketa atau masalah teknis dalam proses pengiriman.

Baca Juga: 5 Cara Favorit Transfer Uang ke Luar Negeri

BI-Fast Belum Bisa, tapi Ada Solusinya

BI-Fast memang belum bisa digunakan untuk transfer ke luar negeri hari ini. Tapi kebutuhan kirim uang ke luar negeri tidak perlu menunggu hingga sistem itu berkembang. Jalur yang sudah ada saat ini sudah cukup handal, selama kamu memilih yang paling efisien dari sisi biaya dan transparan dari sisi kurs.

Untuk kirim uang ke luar negeri dari Indonesia dengan cara yang paling hemat dan mudah, Flip Globe adalah pilihan yang sudah terbukti: biaya mulai Rp25.000, kurs mid-market rate tanpa markup, proses digital lewat aplikasi Flip, dan terdaftar resmi di Bank Indonesia. Transfer ke 60+ negara, langsung dari HP kamu.

Bagikan

Lainnya

6 Tips Memilih Investasi buat Anak Muda
6 Tips Memilih Investasi buat Anak Muda
6 Cara Investasi Reksadana untuk Pemula
6 Cara Investasi Reksadana untuk Pemula
Catat, 8 Universitas di New Zealand Ini Tawarkan Beasiswa!
Catat, 8 Universitas di New Zealand Ini Tawarkan Beasiswa!
Mau Jadi Supplier Baju Import? Cek Dulu Serba-serbinya di Sini
Mau Jadi Supplier Baju Import? Cek Dulu Serba-serbinya di Sini
Cara Melihat Tagihan BPJS Kesehatan, Bisa Pakai Aplikasi Flip!
Cara Melihat Tagihan BPJS Kesehatan, Bisa Pakai Aplikasi Flip!

Kategori

Mulai transaksi bareng Flip

#LebihDariItu

4.8

App Store

starstarstarstarstar
App Store
rating

Kantor Pusat Flip

Arkadia Green Office Park, Tower F Lantai 3, Jl. T.B. Simatupang Kav. 88, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12520.

Call Center Flip: 021-30002424

Perusahaan

Tentang FlipKarirKemitraanCerita Pengguna

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI

Whatsapp 0853 1111 1010

© 2026 PT Fliptech Lentera Inspirasi Indonesia