
Flip Globe | 30 Desember 2025
Oleh : Anonim
Pernah nggak kamu melakukan transfer uang ke luar negeri dan dana yang dikirim tidak langsung sampai ke rekening penerima? Kadang butuh beberapa hari, bahkan ada potongan biaya yang muncul tanpa penjelasan. Nah, penyebab utamanya bisa jadi karena adanya intermediary bank atau bank perantara.
Intermediary bank adalah bagian dari sistem transfer internasional yang bekerja di balik layar. Walau jarang disebutkan, peran mereka cukup penting dalam menghubungkan bank pengirim dan penerima lintas negara.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu intermediary bank, mengapa dibutuhkan, kenapa bisa menyebabkan biaya tambahan dan delay, cara mengenalinya di invoice, serta solusi agar kamu bisa transfer uang internasional tanpa biaya tambahan.
Sebelum memahami kenapa transfer internasional bisa lama dan mahal, kamu perlu tahu dulu apa fungsi intermediary bank.
Intermediary bank (bank perantara) adalah bank pihak ketiga yang membantu meneruskan dana dari bank pengirim (sending bank) ke bank penerima (beneficiary bank) dalam transaksi lintas negara.
Sistem ini digunakan ketika bank pengirim dan penerima tidak memiliki hubungan langsung di jaringan internasional, misalnya mereka tidak memiliki rekening korespondensi satu sama lain.
Sebagai contoh, jika kamu mengirim uang dari bank di Indonesia ke bank di Polandia, tapi kedua bank itu tidak terhubung langsung, maka transaksi kamu akan melewati satu atau beberapa intermediary bank di tengah.
Bank perantara inilah yang akan menghubungkan jalur keuangan antara dua negara tersebut menggunakan jaringan SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication).
Baca Juga: Berapa Lama Proses Kirim Uang dari Indonesia ke Luar Negeri?
Peran utama intermediary bank adalah memastikan transaksi internasional tetap bisa dilakukan meski antarbank tidak punya koneksi langsung. Mereka bertindak seperti “jembatan” yang membawa instruksi pembayaran dari bank asal ke tujuan.
Fungsi penting intermediary bank antara lain:
Tanpa intermediary bank, banyak transfer lintas negara tidak akan bisa dilakukan, terutama untuk pengiriman ke bank-bank kecil atau negara dengan sistem keuangan berbeda.
Kamu mungkin bertanya-tanya, kalau fungsi bank perantara ini penting, kenapa tidak semua bank bisa langsung terhubung antarnegara? Jawabannya ada di kompleksitas sistem keuangan global.
Untuk bisa mentransfer uang antarnegara tanpa perantara, dua bank harus memiliki rekening korespondensi langsung (correspondent account) satu sama lain. Tapi faktanya, hanya bank besar yang punya jaringan luas seperti itu.
Bank kecil atau regional di Indonesia biasanya tidak punya koneksi langsung dengan ratusan negara di dunia. Karena itu, mereka menggunakan intermediary bank yang sudah terhubung ke jaringan global agar transaksi tetap bisa berjalan.
Faktor lain adalah perbedaan mata uang dan sistem regulasi antarnegara. Intermediary bank membantu melakukan konversi dan memastikan transaksi sesuai dengan ketentuan internasional seperti AML (Anti Money Laundering) dan KYC (Know Your Customer).
Tanpa perantara ini, proses transfer bisa ditolak atau tertunda karena tidak sesuai dengan standar internasional.
Membangun jaringan transfer langsung antarbank lintas negara memerlukan biaya yang besar dan infrastruktur khusus. Menggunakan intermediary bank menjadi cara yang lebih efisien bagi bank-bank lokal untuk tetap bisa melayani transaksi internasional tanpa harus membangun jaringan sendiri.
Baca Juga: 17 Daftar Istilah Penting Terkait Transfer Uang ke Luar Negeri: Wajib Tahu Sebelum Kirim Uang!
Meski peran intermediary bank penting, keberadaannya sering menjadi alasan kenapa biaya transfer internasional terasa mahal dan waktu kirimnya lama.
Setiap kali dana melewati satu bank perantara, biasanya akan dikenakan biaya tambahan (correspondent bank fee). Jumlahnya bervariasi, tergantung negara, nilai transaksi, dan jaringan SWIFT yang digunakan.
Masalahnya, biaya ini sering tidak diinformasikan secara rinci di awal, sehingga pengirim baru tahu setelah uang diterima oleh pihak penerima dalam jumlah yang lebih kecil.
Misalnya kamu mengirim 1.000 USD, tapi penerima hanya menerima 985 USD. Selisih 15 USD itu bisa berasal dari potongan biaya di bank perantara yang tidak terlihat di sistem bank pengirim.
Selain biaya tambahan, intermediary bank juga bisa menyebabkan penundaan transfer (delay).
Setiap bank di jalur transfer memiliki proses verifikasi tersendiri untuk memastikan keamanan dana. Jika salah satu tahap butuh konfirmasi tambahan atau terkena cut-off time, pengiriman bisa tertunda 1–5 hari kerja.
Semakin banyak intermediary bank yang terlibat, semakin lama prosesnya. Ini bisa jadi masalah besar jika kamu perlu mengirim dana mendesak, seperti pembayaran invoice atau gaji karyawan lintas negara.
Salah satu kelemahan sistem SWIFT tradisional adalah kurangnya transparansi. Kamu tidak selalu tahu berapa bank yang terlibat di jalur transfer atau di mana dana tertahan.
Itulah kenapa kadang sulit melacak posisi uang jika terjadi delay. Bank pengirim dan penerima sama-sama harus menunggu laporan dari intermediary bank untuk mengetahui status transaksi.
Baca Juga: Waspadai Biaya Tersembunyi Saat Transfer ke Luar Negeri, Ini Tips Menghindarinya
Bagi kamu yang rutin bertransaksi lintas negara, penting untuk tahu bagaimana cara mengenali keberadaan intermediary bank di invoice atau form transfer agar bisa memperkirakan biaya dan waktu pengiriman.
Di dokumen invoice internasional atau form transfer bank, biasanya ada kolom yang berisi informasi tambahan tentang bank perantara. Contohnya:
Intermediary Bank: ABC Bank, New York, USA
SWIFT Code: ABCDUS33
Account Number: 123456789
Kalau bagian ini terisi, artinya dana kamu akan melewati bank tersebut sebelum sampai ke rekening penerima.
Kadang, kamu akan melihat dua kode SWIFT di invoice — satu untuk intermediary bank dan satu lagi untuk beneficiary bank. Ini juga tanda bahwa transaksi kamu menggunakan perantara.
Pastikan kode SWIFT yang kamu masukkan di kolom “Beneficiary Bank” benar, karena kesalahan kecil bisa membuat dana tertahan lebih lama di bank perantara.
Kalau kamu menerima invoice dari supplier luar negeri, jangan ragu untuk menanyakan apakah transaksi mereka melibatkan intermediary bank. Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan potensi potongan biaya dan waktu pengiriman sebelum melakukan pembayaran.
Supplier profesional biasanya sudah paham sistem ini dan bisa memberikan detail rekening yang lebih efisien, seperti menggunakan bank dengan jaringan global agar jalur transfer lebih singkat.
Kalau kamu ingin kirim uang ke luar negeri tanpa repot memikirkan intermediary bank, biaya tersembunyi, atau delay yang panjang, Flip Globe bisa jadi solusi terbaik.
Dengan Flip Globe, kamu bisa mengirim uang langsung ke lebih dari 50 negara tujuan, termasuk China, Jepang, Korea, Australia, dan negara-negara Eropa, tanpa melibatkan intermediary bank.
Sistem Flip Globe terhubung langsung dengan mitra transfer internasional yang terpercaya, sehingga jalur transaksi jadi lebih singkat dan transparan. Hasilnya, uang sampai lebih cepat dan kamu tidak kehilangan nominal karena potongan di tengah jalan.
Berbeda dengan bank tradisional, Flip Globe menampilkan biaya transfer secara transparan di awal, tanpa potongan tersembunyi dari bank perantara. Kamu juga bisa melihat kurs real-time sebelum transaksi, jadi tahu persis berapa yang akan diterima penerima.
Kurs Flip Globe kompetitif dan update setiap saat, membuatnya ideal untuk pelaku bisnis, freelancer, hingga UMKM yang sering melakukan transaksi internasional.
Semua transaksi lewat Flip Globe diawasi langsung oleh Bank Indonesia, jadi kamu nggak perlu khawatir soal legalitas dan keamanan dana. Prosesnya sepenuhnya digital, bisa dilakukan lewat aplikasi Flip, dan status transaksi bisa kamu lacak secara real-time.
Tidak ada lagi rasa was-was karena uang tertahan di bank perantara tanpa kabar.
Intermediary bank adalah bank perantara yang menghubungkan transaksi antarbank lintas negara saat dua bank tidak memiliki hubungan langsung. Meski berfungsi penting dalam sistem keuangan global, keberadaan bank ini sering menimbulkan biaya tambahan, potensi delay, dan kurangnya transparansi.
Kamu bisa mengenali keberadaan intermediary bank lewat kolom “correspondent bank” di invoice, tapi kalau ingin menghindari kerumitan ini, gunakan solusi yang lebih efisien seperti Flip Globe.
Dengan Flip Globe, kamu bisa kirim uang ke luar negeri tanpa biaya tambahan dari bank perantara, dengan kurs real-time, biaya rendah, dan kecepatan tinggi. Semua transaksi diawasi Bank Indonesia, jadi kamu bisa bertransaksi lintas negara dengan tenang, aman, dan efisien.
Bagikan
