
Keuangan Bisnis | 17 September 2026
Oleh : Anonim
Pernah diminta menyebutkan ID transaksi ketika menghubungi layanan pelanggan terkait transfer yang belum masuk? Informasi ini mungkin terlihat seperti sekumpulan angka dan huruf biasa, tetapi sebenarnya memiliki peran penting dalam pencatatan sebuah transaksi.
Secara sederhana, ID transaksi adalah kode identifikasi yang diberikan pada suatu transaksi agar dapat dibedakan dari transaksi lainnya. Dengan kode tersebut, sistem dapat menghubungkan pembayaran dengan informasi seperti waktu transaksi, nominal, metode pembayaran, penerima, hingga status pemrosesannya.
Keberadaan ID transaksi menjadi semakin penting ketika kamu melakukan banyak transaksi atau mengalami kendala. Dibandingkan dengan menjelaskan transaksi hanya berdasarkan nominal dan tanggal, ID transaksi memberikan referensi yang lebih spesifik sehingga proses pengecekan dapat dilakukan dengan lebih terarah.
Pada aplikasi seperti Flip, informasi transaksi juga tersimpan dalam riwayat akun. Flip menyebutkan bahwa pengguna dapat melihat riwayat transaksi yang dilakukan selama menggunakan layanannya. Lalu, apa itu ID transaksi, seperti apa contohnya, dan bagaimana cara menemukannya di Flip? Berikut penjelasan lengkapnya.
ID transaksi atau transaction ID merupakan kode unik yang dibuat sistem untuk mengidentifikasi satu transaksi tertentu. Kode tersebut berfungsi layaknya nomor identitas: dua transaksi yang dilakukan dengan nominal dan tujuan sama sekalipun tetap dapat memiliki ID transaksi berbeda.
Format ID transaksi tidak memiliki satu standar universal. Setiap bank, dompet digital, payment gateway, atau aplikasi transfer dapat menggunakan struktur yang berbeda. Ada yang hanya menggunakan angka, ada yang mengombinasikan huruf dan angka, dan ada pula yang menambahkan awalan tertentu untuk menunjukkan jenis transaksi.
Flip, misalnya, pernah menggunakan format kode transaksi seperti FT123456789, W123456789, DPT123456789, dan INT123456789 untuk beberapa jenis layanan. Format tersebut menunjukkan bahwa kode dapat berbeda sesuai dengan jenis transaksi yang dilakukan.
Namun, format aplikasi dapat berubah seiring pembaruan sistem. Oleh karena itu, contoh ID transaksi tersebut sebaiknya digunakan untuk memahami bentuknya saja, bukan sebagai patokan bahwa setiap transaksi Flip saat ini pasti menggunakan format yang sama.
ID transaksi bukan sekadar nomor tambahan pada bukti pembayaran. Informasi ini memiliki beberapa fungsi penting dalam proses transaksi keuangan.
Fungsi utama ID transaksi adalah membedakan satu transaksi dari transaksi lainnya. Misalnya, kamu melakukan tiga kali transfer dengan nominal Rp500.000 pada hari yang sama. Tanggal dan nominal saja mungkin belum cukup untuk menentukan transaksi mana yang sedang dicari.
Dengan ID transaksi, masing-masing transfer dapat diidentifikasi secara lebih spesifik.
ID transaksi juga berguna ketika pembayaran masih diproses, tertunda, gagal, atau penerima mengaku belum memperoleh dana.
Tim layanan pelanggan dapat menggunakan informasi transaksi untuk mempersempit pencarian pada sistem. Pada Flip, halaman bantuan transaksi bahkan menyediakan fitur untuk menyalin ID Transaksi, yang menunjukkan bahwa kode tersebut digunakan sebagai salah satu referensi saat menangani transaksi tertentu.
Ketika menghubungi layanan pelanggan, kamu mungkin diminta memberikan beberapa informasi pendukung. Salah satunya adalah ID transaksi.
Flip, misalnya, menjelaskan bahwa ID transaksi dapat digunakan untuk membantu tim support melacak riwayat pembelian ketika pengguna mengalami kendala pada transaksi produk digital.
Dengan memberikan ID yang tepat, kamu tidak perlu hanya mengandalkan informasi umum seperti “transfer kemarin sore” atau “nominal sekitar Rp1 juta”.
ID transaksi juga dapat menjadi salah satu referensi dalam dokumentasi pembayaran. Namun, perlu dibedakan antara ID transaksi dan bukti transfer.
ID transaksi adalah nomor identifikasi, sedangkan bukti transfer biasanya memuat informasi yang lebih lengkap, seperti nama penerima, nominal, waktu transaksi, dan status pembayaran. Di Flip, bukti transaksi dapat tersedia setelah transaksi selesai dan dapat diunduh melalui aplikasi atau diterima melalui email pada layanan tertentu.
Jadi, jika kamu memerlukan bukti pembayaran untuk dikirim kepada penerima, sebaiknya gunakan bukti transfer lengkap, bukan hanya menyalin ID transaksi.

Beberapa istilah dalam transaksi digital terdengar mirip sehingga mudah tertukar. Padahal, fungsi masing-masing bisa berbeda.
ID transaksi digunakan untuk mengidentifikasi sebuah transaksi di dalam sistem. Sementara itu, nomor referensi biasanya menjadi nomor rujukan suatu transaksi yang dapat berasal dari bank, penyedia pembayaran, atau jaringan transfer tertentu.
Berbeda lagi dengan kode unik pembayaran. Pada beberapa metode pembayaran Flip, misalnya, pengguna dapat diminta mentransfer nominal tertentu dengan kode unik pada digit terakhir. Kode tersebut digunakan sebagai bagian dari proses identifikasi pembayaran dan bukan berarti sama dengan ID transaksi.
Karena itu, ketika customer service meminta “ID transaksi”, jangan langsung memberikan kode unik pembayaran, nomor rekening tujuan, atau nomor virtual account. Pastikan informasi yang diminta benar-benar ID dari transaksi tersebut.
Letak ID transaksi dapat berbeda antara satu aplikasi dan aplikasi lainnya. Secara umum, informasi tersebut bisa ditemukan di halaman detail transaksi, riwayat transaksi, struk digital, atau bukti pembayaran.
Cara termudah adalah membuka transaksi yang ingin diperiksa, kemudian melihat bagian detailnya. Biasanya terdapat informasi seperti nominal transaksi, nama penerima, tanggal, metode pembayaran, status, dan nomor identifikasi transaksi.
Jika transaksi sudah lama dilakukan, kamu dapat mencarinya melalui menu riwayat terlebih dahulu. Setelah menemukan transaksi yang sesuai, buka detailnya dan cari keterangan seperti Transaction ID, ID Transaksi, Transaction Number, Reference Number, atau istilah serupa.
Perhatikan bahwa nama kolom bisa berbeda pada setiap layanan. Nomor referensi yang ditampilkan bank juga tidak selalu identik dengan ID transaksi internal suatu aplikasi.
Bagi pengguna Flip, cara cek ID transaksi dapat dimulai dari riwayat transaksi. Flip menyediakan catatan transaksi di dalam akun sehingga pengguna dapat membuka kembali transaksi yang pernah dilakukan.
Secara umum, langkahnya dapat dilakukan sebagai berikut.
Masuk menggunakan akun yang digunakan ketika melakukan transaksi. Pastikan kamu menggunakan akun yang sama agar riwayat transaksi yang dicari dapat ditemukan.
Flip menjelaskan bahwa status dan catatan transaksi dapat dilihat melalui menu transaksi. Pada panduan yang dipublikasikan Flip, pengguna dapat membuka “Lihat semua catatan transaksi” dari halaman Beranda atau masuk melalui tombol “Transaksi”.
Tampilan atau nama menu dapat berubah mengikuti versi aplikasi, sehingga sesuaikan dengan tampilan Flip yang sedang kamu gunakan.
Cari transaksi berdasarkan tanggal, nominal, penerima, atau jenis transaksi. Setelah menemukannya, buka halaman detail transaksi tersebut.
Jangan memilih transaksi hanya berdasarkan nominal apabila kamu pernah melakukan beberapa pembayaran dengan jumlah yang sama. Cocokkan pula nama penerima dan waktu transaksi.
Setelah halaman transaksi terbuka, cari informasi ID Transaksi. Infrastruktur Help Center Flip saat ini juga menyediakan fungsi untuk menyalin ID transaksi pada halaman bantuan transaksi.
Salin kode tersebut jika diperlukan untuk pelacakan atau ketika menghubungi Tim Flip. Hindari mengetik ulang secara manual jika tersedia tombol salin karena kesalahan satu karakter dapat menyebabkan transaksi yang dicari tidak sesuai.
Jika transaksi berkaitan dengan pembayaran penting, kamu juga dapat menyimpan bukti transfer. Untuk transaksi Flip Globe, misalnya, Flip menyebut bukti transfer dapat diunduh melalui aplikasi atau diperoleh dari email setelah transaksi diproses.
Dengan menyimpan bukti transaksi dan ID-nya sekaligus, kamu memiliki informasi yang lebih lengkap apabila suatu saat perlu melakukan pengecekan.
ID transaksi Flip terutama berguna ketika ada transaksi yang perlu ditelusuri. Misalnya, status pembayaran belum berubah, dana belum diterima, terjadi kendala pembelian produk digital, atau kamu membutuhkan bantuan customer service.
Saat menghubungi layanan bantuan, sebaiknya siapkan bukan hanya ID transaksi, tetapi juga data pendukung yang relevan. Dalam beberapa kasus, Flip juga meminta informasi seperti mutasi rekening ketika dana disebut belum masuk ke rekening tujuan.
Hal ini karena ID transaksi berfungsi sebagai titik awal pencarian, sementara bukti tambahan dapat membantu memastikan proses dan aliran dananya.
Manfaat ID transaksi juga terasa ketika kamu melakukan transaksi lintas negara. Proses transfer internasional dapat melewati beberapa tahapan, sehingga mengetahui status dan menyimpan informasi transaksi menjadi penting.
Jika ingin transfer uang ke luar negeri, kamu dapat menggunakan Flip Globe. Proses pengiriman dilakukan secara online melalui aplikasi dengan memilih negara tujuan, memasukkan nominal, melengkapi data penerima, memilih metode pembayaran, lalu menyelesaikan transaksi. Status pengiriman selanjutnya dapat diperiksa melalui aplikasi Flip.
Bukti transaksi juga dapat diunduh setelah transaksi diproses. Dengan begitu, kamu memiliki catatan yang dapat digunakan untuk memeriksa kembali detail pengiriman atau sebagai dokumentasi apabila diperlukan.
Memahami apa itu ID transaksi akan memudahkan kamu mengelola dan melacak berbagai aktivitas pembayaran. ID transaksi berfungsi sebagai pengenal unik untuk suatu transaksi, membantu proses pencarian ketika muncul kendala, dan menjadi referensi penting saat berkomunikasi dengan penyedia layanan.
Untuk pengguna Flip, cara cek ID transaksi dapat dilakukan dengan membuka riwayat atau menu transaksi, memilih transaksi yang dimaksud, kemudian melihat detail transaksi tersebut. Simpan ID bersama bukti transfer, terutama untuk pembayaran penting, agar proses pengecekan menjadi lebih mudah apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Bagikan
